Liga Champions: Insiden Ball Boy PSG Picu Keributan saat Chelsea Kalah, Pedro Neto Akui Khilaf

Bintang Chelsea, Pedro Neto, angkat bicara setelah mendorong ball boy PSG dan memicu keributan pada laga melawan PSG di leg pertama 16 besar Liga Champions.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Maret 2026, 08:20 WIB
Bek Maroko Paris Saint-Germain #02, Achraf Hakimi (C), dan bek Brasil Paris Saint-Germain #05, Marquinhos, menahan gelandang Chelsea #08, Enzo Fernandez, setelah penyerang Portugal Chelsea #07, Pedro Neto (tidak ada di gambar), mendorong seorang anak gawang (Kiri Bawah) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (JULIEN DE ROSA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemain sayap Chelsea, Pedro Neto, akhirnya buka suara setelah insiden yang melibatkan seorang ball boy dalam laga melawan Paris Saint-Germain dpada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12-3-2026) dini hari WIB.

Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes itu berakhir dengan kemenangan tuan rumah 5-2.

Advertisement

Chelsea sebenarnya tampil cukup baik dalam sebagian besar laga, tetapi harus mengakui kualitas juara bertahan yang mencetak lima gol melalui penyelesaian yang sangat baik.

Hasil tersebut membuat PSG membawa keunggulan tiga gol menuju leg kedua pekan depan.

Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada jalannya pertandingan. Drama juga terjadi menjelang akhir laga ketika skor masih 4-2. Neto terlihat mendorong seorang ball boy saat berusaha mengambil bola dengan cepat untuk melanjutkan permainan melalui lemparan ke dalam.

Ball boy tersebut terjatuh hingga mengenai papan iklan dan tampak memegang dadanya. Insiden itu langsung memicu keributan di lapangan, dengan pemain dari kedua tim saling dorong saat tensi pertandingan meningkat.

Meski sempat ditinjau melalui VAR untuk kemungkinan kartu merah, Neto akhirnya tidak mendapat hukuman kartu dari wasit.


Penjelasan Neto

Penyerang Chelsea asal Portugal bernomor punggung 07, Pedro Neto (kiri), membantu seorang anak gawang setelah mendorongnya saat pertandingan sepak bola leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (JULIEN DE ROSA/AFP)

Setelah pertandingan, Neto berbicara kepada TNT Sports dan menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.

"Saya ingin berbicara tentang situasi yang terjadi di lapangan. Saya ingin meminta maaf kepada ball boy tersebut. Saya sudah berbicara dengannya. Dalam emosi pertandingan, kami sedang tertinggal dan saya ingin mengambil bola," katanya.

"Dia membawa bola bersamanya dan saya sedikit mendorongnya. Saya melihat bahwa saya menyakitinya. Saya minta maaf. Saya tidak seperti itu. Itu terjadi dalam panasnya pertandingan. Saya menghampirinya untuk meminta maaf dan saya juga memberinya jersey saya. Hal seperti itu tidak seharusnya terjadi. Saya benar-benar sangat menyesal dan saya meminta maaf kepadanya," ungkap Neto.

Pemain asal Portugal itu menegaskan bahwa dirinya benar-benar merasa bersalah atas kejadian tersebut.

"Saya merasa harus meminta maaf kepadanya. Dalam panasnya pertandingan, Anda tahu bagaimana sepak bola, emosi sangat tinggi. Saya hanya ingin mengambil bola dengan cepat. Saya ingin mengatakan maaf kepadanya. Dia datang berbicara dengan saya dan bahkan tertawa karena senang saya memberinya jersey," ujarnya.

"Saya sudah mengatakan maaf sekitar 35 kali! Saya benar-benar menyesal tentang situasi itu. Saya pikir dia juga mengerti apa yang terjadi sehingga dia senang ketika pada akhirnya saya meminta maaf. Saya tidak mengerti bahasa Prancis, tetapi dia juga mengatakan sesuatu sambil tertawa. Dia tahu itu terjadi dalam panasnya pertandingan," tambahnya.


Bantuan Vitinha

Gelandang Portugal Paris Saint-Germain bernomor punggung 17, Vitinha, dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan tim mereka di akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Neto juga mengatakan gelandang PSG, Vitinha, ikut menjelaskan kepada ball boy tersebut bahwa dirinya bukan tipe pemain yang seperti itu.

"Vitinha juga mengatakan kepadanya bahwa saya bukan orang seperti itu dan hal seperti ini kadang terjadi. Satu-satunya hal yang penting bagi saya adalah saya khawatir dengan keadaannya. Saya benar-benar menyesal atas situasi ini," ucap Neto.

Sementara itu, manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengaku belum melihat langsung insiden tersebut saat pertandingan berlangsung.

"Sejujurnya saya tidak melihat apa yang terjadi. Saya mendengar ada perselisihan dengan seorang ball boy dan tentu saja Anda tidak ingin melihat hal seperti itu. Saya baru diberi tahu bahwa Pedro sudah meminta maaf. Saya harus melihat ulang kejadiannya dan kami akan membicarakannya dalam beberapa hari ke depan," kata Rosenior.

Ia juga menilai timnya seharusnya mampu tetap fokus setelah insiden tersebut.

"Bahkan pada momen seperti itu, sebagai sebuah tim kami harus langsung beralih ke situasi berikutnya dan memastikan kami menyelesaikan pertandingan dengan baik. Kami tidak melakukannya dan kami dihukum oleh tim yang sangat bagus," ujarnya.


Sempat Kendalikan Permainan

Duel Nuno Mendes dan Malo Gusto dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (AP Photo/Michel Euler)

Berbicara tentang jalannya pertandingan, Neto menilai Chelsea sebenarnya sempat mengendalikan permainan ketika skor imbang.

"Sejujurnya, saya pikir pada babak kedua, ketika skor 2-2, kami mengendalikan pertandingan. Kemudian dari cara kami mencoba bermain, kami memberi mereka gol ketiga. Setelah itu ada gol luar biasa dari luar kotak penalti, dan pada akhirnya kami kehilangan bola saat mencoba melakukan umpan sehingga skor menjadi 5-2," katanya.

"Kami akan berjuang dengan sikap positif untuk meraih kemenangan di kandang dan mencoba lolos," katanya lagi.

 

Sumber: Express

Berita Terkait