Sesama Italia, tapi Bologna Keluhkan Wasit Terlalu Permisif terhadap Roma di Liga Europa

Bologna mengeluh wasit terlalu permisif terhadap Roma di Liga Europa.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Maret 2026, 10:20 WIB
AS Roma harus puas bermain imbang 1-1 kontra Bologna pada laga leg pertama 16 besar Liga Europa di Stadio Renato Dall'Ara, Jumat (13/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Filippo MONTEFORTE)

Bola.com, Jakarta - Bologna melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit setelah bermain imbang 1-1 melawan AS Roma pada laga Liga Europa.

Pelatih Vincenzo Italiano bersama penyerang Santiago Castro menilai ada pelanggaran dalam proses terciptanya gol penyeimbang Roma.

Advertisement

Pertandingan yang mempertemukan dua klub Italia itu berlangsung di Stadio Renato Dall'Ara, Jumat (13-3-2025) dini hari WIB.

Kendati mempertemukan sesama tim dari Serie A, laga ini tetap berada di bawah regulasi UEFA sehingga dipimpin oleh wasit asal Jerman, Sven Jablonski, dengan Bastian Dankert bertugas sebagai VAR.

Menurut pihak Bologna, gaya kepemimpinan wasit dalam laga tersebut berbeda dari yang biasa mereka temui di kompetisi domestik. Hal itu, menurut mereka, terlihat jelas dalam proses gol yang dicetak kapten Roma, Lorenzo Pellegrini.


Bologna Soroti Kontak sebelum Gol Roma

AS Roma harus puas bermain imbang 1-1 kontra Bologna pada laga leg pertama 16 besar Liga Europa di Stadio Renato Dall'Ara, Jumat (13/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Filippo MONTEFORTE)

Italiano menilai seharusnya ada pelanggaran sebelum gol penyama kedudukan Roma tercipta.

"Remo Freuler sedang menguasai bola. Saya tidak tahu seberapa keras kontak dari Donyell Malen, tetapi wasit sebenarnya bisa saja memberikan pelanggaran di situ," kata Italiano dalam konferensi pers.

Ia juga menilai pendekatan wasit terlalu longgar sepanjang pertandingan.

"Wasitnya dari Jerman dan mungkin dia terbiasa memimpin pertandingan dengan cara seperti ini. Secara keseluruhan dia terlalu permisif, terutama terhadap Evan Ndicka, yang membatasi pergerakan Castro dengan menarik bajunya, mendorong, dan menahan lengannya."

"Jika dia sudah mendapat kartu kuning, mungkin Castro akan memiliki lebih banyak kebebasan untuk benar-benar bermain," imbuh Italiano.

Gol Pellegrini sempat melalui pemeriksaan VAR yang cukup lama sebelum akhirnya disahkan. Dalam prosesnya, Donyell Malen terlibat duel dengan para pemain bertahan Bologna sebelum memberikan assist untuk gol tersebut.


Castro Ikut Keluhkan Kepemimpinan Wasit

Pemain Bologna Santiago Castro (kanan) berebut bola dengan pemain AS Roma Devyne Rensch pada laga Liga Europa antara Bologna vs Roma di Bologna, Italia, Kamis, 12 Maret 2026. (Spada/LaPresse via AP)

Sebelumnya, Bologna sempat unggul lebih dulu melalui gol melengkung indah dari Federico Bernardeschi pada awal babak kedua.

Castro menilai timnya sebenarnya tampil sangat baik dan seharusnya mampu mempertahankan keunggulan tersebut.

"Saya pikir kami bermain sangat bagus, kami unggul lebih dulu dan seharusnya bisa mempertahankan keunggulan itu," ujar Castro kepada wartawan.

Ia juga menyoroti sejumlah pelanggaran yang dialaminya tanpa berujung kartu bagi pemain lawan.

"Kami bisa mengatakan bahwa wasit tidak melakukan pekerjaan dengan baik untuk kami setelah gol kami. Saya tidak merasa mungkin ada empat atau lima pelanggaran terhadap saya, tetapi tidak ada kartu. Namun, inilah sepak bola, dan memang seperti itulah yang terjadi di Eropa," cetusnya.

Hasil imbang ini membuat penentuan kelolosan akan ditentukan pada leg kedua yang akan digelar di Stadio Olimpico, Jumat dini hari WIB pekan depan.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait