Florian Wirtz Dikritik Habis-habisan, Liverpool Diminta Segera Menjualnya

Penampilan Florian Wirtz disorot, Liverpool diminta segera menjualnya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Maret 2026, 12:15 WIB
Gelandang Liverpool, Florian Wirtz, bereaksi selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Liverpool dan Sunderland di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 3 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Performa Florian Wirtz bersama Liverpool mulai menuai sorotan tajam. Bahkan, manajemen klub disebut-sebut perlu mempertimbangkan menjual sang gelandang serang setelah hanya semusim membela The Reds.

Pemain internasional Jerman itu didatangkan pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai 116 juta paun, ebuah rekor bagi klub.

Advertisement

Namun, sejauh ini, Wirtz dinilai belum mampu menunjukkan performa terbaiknya sejak pindah ke Merseyside.

Gol pertamanya di Premier League baru tercipta pada Desember 2025. Meski, setelah itu kontribusinya dalam bentuk gol dan assist mulai meningkat, penampilan sang playmaker masih dianggap belum memenuhi harapan.

Kritik keras datang dari mantan pemain yang kini menjadi analis, Craig Burley.

Ia bahkan menyarankan Liverpool untuk segera melepas Wirtz selagi nilainya masih tinggi.

"Sudahlah, jangan lagi berputar-putar soal Florian Wirtz. Saya sudah muak," kata Burley dalam program ESPN FC.

"Apa yang dia lakukan di Jerman, ya itu yang dia lakukan di Jerman. Sekarang sudah lewat. Di tim Liverpool ini dia terlihat sangat lemah, luar biasa," sentil Burley.

"Dia juga terlihat sangat kurang keyakinan di sepertiga akhir lapangan, itu benar-benar mengejutkan," lanjutnya.


Penilaian Pedas

Gelandang Newcastle United, Anthony Gordon, berupaya lepas dari penjagaan pemain Liverpool, Florian Wirtz, pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di St James' Park, Selasa (26/8/2025) dini hari WIB. (ANDY BUCHANAN / AFP)

Burley kemudian mempertanyakan hilangnya sejumlah kualitas yang dulu ditunjukkan Wirtz saat masih memperkuat Bayer Leverkusen.

"Kalau bukan soal gol, lalu di mana umpannya? Di mana dribel berliku yang dulu sering dia lakukan di Leverkusen, melewati tiga atau empat pemain, mengecoh lawan lalu mencetak gol? Di mana semua itu sekarang?"

Ia menambahkan bahwa Wirtz seharusnya bermain di posisi nomor 10 untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.

"Pada akhirnya dia akan memainkan sepak bola terbaiknya sebagai nomor 10. Kalau tidak, Liverpool harus menjualnya. Sejauh musim ini, dia sedikit seperti pemborosan," ulasnya.


Pendapat Berbeda

Pemain Liverpool, Florian Wirtz, mencetak gol kedua timnya ke gawang Qarabag dalam pertandingan Liga Champions di Anfield, Inggris, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Darren Staples)

Akan tetapi, pendapat berbeda datang dari mantan pemain Timnas Norwegia, Jan Age Fjortoft. Ia menilai terlalu dini untuk menganggap Wirtz gagal di Liverpool.

Menurut Fjortoft, banyak orang meremehkan tantangan besar yang dihadapi pemain muda ketika pindah ke klub besar dengan nilai transfer mahal.

"Kita sering meremehkan bagaimana rasanya meninggalkan rumah orang tua lalu datang ke Liverpool dengan harga transfer besar. Kita selalu menganggap mereka seperti mesin, padahal mereka manusia yang rentan," ujarnya.

"Dia datang ke negara baru dan harus menunjukkan kemampuannya."


Perubahan Pelatih

Florian Wirtz menjaga Rodri dalam laga Premier League antara Liverpool vs Manchester City di Anfield, 8 Februari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Fjortoft juga menanggapi kemungkinan perubahan pelatih sebagai solusi.

"Apakah pelatih baru bisa membuatnya lebih baik? Saya tidak yakin itu masalah utamanya. Soal Xabi Alonso, tentu jika Anda mendapatkan pelatih yang pernah sukses besar bersamanya itu bisa membantu. Tetapi, saya tidak berpikir Arne Slot adalah masalah bagi Florian Wirtz," kata mantan penyerang Middlesbrough dan Eintracht Frankfurt tersebut.

Wirtz berpeluang membuktikan diri ketika Liverpool berusaha kembali ke jalur kemenangan di Premier League saat menjamu Tottenham di Anfield, Minggu (15-3-2026).

Tim asuhan Arne Slot saat ini menghadapi tantangan berat hingga akhir musim untuk bisa finis di posisi zona Liga Champions.

 

Sumber: Express

Berita Terkait