Real Madrid Punya Catatan 50 Comeback di Liga Champions, Pep Guardiola: Man City juga Bisa!

Keyakinan Pep Guardiola justru datang dari lawan yang akan dihadapi Man City, mengingat Real Madrid punya catatan telah berhasil melakukan comeback dalam 50 pertandingan di Liga Champions.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 16 Maret 2026, 12:15 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (AFP/Paul Currie)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola menyatakan para pemain asuhannya mampu bangkit dari ketertinggalan 0-3 ketika menghadapi Real Madrid di leg kedua 16 besar Liga Champions.

Keyakinan Pep Guardiola justru datang dari lawan yang akan dihadapi Man City, mengingat Real Madrid punya catatan telah berhasil melakukan comeback dalam 50 pertandingan di Liga Champions.

Advertisement

Ini merupakan pekan yang berat bagi Man City, yang kalah dari Real Madrid pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, dan ditahan imbang 1-1 oleh West Ham pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB, membuat Man City makin tertinggal dari Arsenal di klasemen.

Namun, Pep Guardiola mengatakan lawan mereka justru merupakan tim yang terkenal dengan kemampuan comeback di kompetisi Eropa.

 
 

Guardiola Menantang Pemain Man City untuk Optimistis

Pemain Manchester City, Phil Foden dan Erling Haaland setelah timnya hanya bermain imbang melawan West Ham United dalam laga Premier League 2025/2026, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. (Ian Kington / AFP)

Justru pelatih asal Spanyol itu kini menantang para pemain Man City untuk bisa seperti Real Madrid. Dengan kondisi Man City kini tertinggal 0-3 dari Real Madrid, mampu melakukan comeback adalah sesuatu yang dibutuhkan.

"Jika mereka tidak percaya, itu masalah. Mereka orang dewasa. Mereka digaji dengan baik," kata Guardiola.

"Jika mereka tidak percaya hal itu di Liga Champions, pulanglah, tetap di rumah. Kami harus mencoba. Apa yang harus kami takutkan?"

"Madrid tidak pernah bangkit dalam sejarah? Saya tidak tahu berapa banyak, 50 pertandingan Liga Champions, mereka tidak pernah bangkit dari ketertinggalan 0-3?"

"Tentu saja, ini hasil yang berat, tapi kami harus mencoba, untuk menghormati orang-orang, untuk fans, untuk pekerjaan kami, Anda tahu?" lanjutnya.


Fokus ke Sisa Musim yang Masih Panjang

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois (kanan), dan manajer Manchester City, Pep Guardiola, bersalam setelah pertandingan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (12-3-2026) dini hari WIB. (Dok. UEFA)

Hasil imbang Man City di Stadion London membuat mereka tertinggal sembilan poin dari pemimpin klasemen Arsenal dengan satu pertandingan lebih sedikit.

"Dan setelah itu, masih ada delapan pertandingan tersisa, kami harus menerimanya dan mengakhiri musim dengan lebih baik," kata Guardiola.

"Sebaik mungkin, karena masih ada besok, kami masih punya Premier League, kami punya Piala FA. Kami punya yang lain. Perbaiki, perbaiki."

"Semakin cepat Anda memperbaiki diri, semakin baik untuk saat ini dan untuk masa depan, untuk musim depan. Inilah yang harus Anda lakukan," lanjutnya.

Pelatih asal Spanyol itu mengatakan ia berharap timnya akan kembali lebih kuat musim depan.

"Saya masih menyukai tim saya. Saya tahu bagi beberapa orang saat ini sepak bola modern tidak... tapi saya masih menyukainya. Jadi, sampai akhir, kami akan terus berjuang. Dan musim depan, kami akan kembali," tegasnya.


Musim bagi Man City Masih Jauh dari Kata Selesai

Gelandang Manchester City, Rodri, berupaya merebut bola dari kaki pemain West Ham United, Tomas Soucek, pada laga pekan ke-30 Premier League di London Stadium, Minggu (15/03/2026) dini hari WIB. Sayangnya, Rodri gagal membawa Man City meraih kemenangan, setelah hanya mampu bermain imbang 1-1. (AFP/Ian Kington)

Gelandang Man City asal Spanyol, Rodri, memperingatkan baik Real Madrid maupun Arsenal bahwa musim Manchester City masih jauh dari kata berakhir.

Menjelang leg kedua 16 besar Liga Champions yang digelar di Etihad, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, pemain berusia 29 tahun itu berkata: "Kami harus lebih klinis. Kami harus melangkah maju dalam hal itu."

"Saya pikir kami memiliki sisanya: sepak bola, kemampuan menciptakan peluang. Memang benar tempo hari kami tidak bisa melakukannya, tapi kami harus mengangkat tim, karena ini adalah pertandingan penting, dan yang terpenting tim percaya," lanjutnya.

Rodri mengakui dari pertandingan-pertandingan akhir Arsenal, salah satunya akan menjadi pertandingan melawan Man City di Etihad.

"Kami masih hidup di semua kompetisi. Pada akhirnya mereka masih harus datang ke kandang kami. Kami juga punya satu pertandingan lebih sedikit. Jadi, hal-hal bisa terjadi dalam sepak bola," ujar Rodri.

"Memang benar, saya tidak akan menyangkal bahwa ini sulit. Tapi kami akan tetap berjuang sampai akhir. Itulah pada dasarnya mentalitas tim," lanjutnya.

Sumber: ESPN

Berita Terkait