FSG Disorot, Ketidaktegasan soal Konate Bisa Berujung Petaka bagi Arne Slot

Kesalahan yang terulang. Sikap FSG dinilai merugikan Liverpool dan bisa mengancam posisi Arne Slot.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Maret 2026, 15:15 WIB
Arne Slot, pelatih Liverpool, setelah pertandingan melawan PSG di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Rabu dini hari WIB (12-3-2025). (Bola.com/liverpoolfc.com)

Bola.com, Jakarta - Musim ini berjalan jauh dari harapan bagi Liverpool. Padahal, The Reds sudah menggelontorkan dana dalam jumlah besar pada bursa transfer musim panas lalu dengan ambisi mempertahankan gelar Premier League secara beruntun untuk pertama kalinya.

Setelah tampil dominan dan mengamankan gelar liga ke-20 pada musim debut Arne Slot, yang menggantikan Jurgen Klopp, performa The Reds justru menurun musim ini.

Advertisement

Hingga saat ini, mereka tertahan di posisi kelima klasemen, hanya unggul satu poin dari Chelsea dalam persaingan menuju tiket Liga Champions.

Masalah cedera disebut menjadi satu di antara faktor utama di balik penurunan performa tersebut. Namun, tekanan besar yang kini mengarah ke Slot dinilai tidak sepenuhnya adil.

Kepemilikan klub, Fenway Sports Group (FSG), juga dianggap punya andil besar, terutama lewat satu keputusan yang berdampak langsung terhadap performa pemain kunci di lapangan.


Ketidakjelasan Kontrak Kembali Terjadi

Selebrasi bek Liverpool, Ibrahima Konate setelah mencetak gol ke gawang Benfica pada laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2021/2022 di Luz Stadium, Lisbon (5/4/2022). Ibrahima Konate didatangkan Liverpool dari RB Leipzig pada awal musim 2021/2022 dengan nilai transfer 40 juta euro. Masih menyisakan kontrak hingga 30 Juni 2026, hingga kini ia telah tampil dalam 53 laga di semua ajang dengan torehan 3 gol dan 1 assist. (AFP/Carlos Costa)

Musim lalu, di tengah performa impresif tim, sorotan besar justru tertuju pada situasi kontrak tiga pemain utama: Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, dan Mohamed Salah.

Setiap konferensi pers, unggahan media sosial, hingga selebrasi gol tak lepas dari perhatian publik yang ingin mengetahui masa depan mereka di Liverpool.

Pada akhirnya, Alexander-Arnold memilih hengkang ke Real Madrid, sementara Van Dijk dan Salah memperpanjang kontrak selama dua tahun.

Alih-alih belajar dari situasi tersebut, FSG justru kembali membiarkan ketidakpastian terjadi, kali ini terkait masa depan Ibrahima Konate. Isu kontraknya terus berlarut sepanjang musim, dan dampaknya mulai terlihat pada performa bek asal Prancis itu.

Performa Konate mengalami pasang surut sepanjang musim. Slot pun harus menghadapi situasi sulit di lini belakang, mengingat opsi yang tersedia terbatas. Joe Gomez dikenal rentan cedera, sementara Giovanni Leoni sudah lebih dulu menepi hingga akhir musim akibat cedera lutut.

Kondisi ini jelas memengaruhi stabilitas tim. Di sisi lain, ketidakpastian kontrak Konate juga berdampak secara personal terhadap sang pemain.


Sikap Tak Tegas FSG Dinilai Merugikan Slot

Pelatih Liverpool, Arne Slot, menunggu dimulainya pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Nottingham Forest di Liverpool, Inggris, Sabtu, 22 November 2025. (Foto AP/Ian Hodgson)

Liverpool sebenarnya ingin mempertahankan Konate. Namun, dalam situasi seperti ini, klub dinilai perlu mengambil sikap tegas demi menjaga kendali atas masa depan tim.

Jika Konate belum memberikan komitmen atau kepastian untuk bertahan setelah musim panas, seharusnya klub segera mengambil keputusan dan mulai menyiapkan skenario tanpa dirinya.

Langkah tersebut tak hanya membantu semua pihak bergerak maju, tetapi juga memberi kejelasan bagi Slot terkait komposisi skuad yang ia miliki.

Ketidakjelasan ini bahkan merembet ke posisi sang pelatih sendiri, yang dalam beberapa pekan terakhir terus dikaitkan dengan spekulasi pengganti seperti Xabi Alonso.

Membiarkan situasi ini berlarut dinilai sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap Slot, terlepas dari bagaimana performanya di lapangan.

Pada akhirnya, kondisi tersebut diyakini turut berkontribusi terhadap inkonsistensi Liverpool sepanjang musim ini.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait