Demi Kenyamanan, Timnas Inggris Rela Tambah Penerbangan di Piala Dunia 2026

Demi kenyamanan, Timnas Inggris pilih Kansas City sebagai basis di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Maret 2026, 11:45 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, meninggalkan lapangan setelah pertandingan kualifikasi Grup K Piala Dunia 2026 antara Albania dan Inggris, di Tirana, Albania, Minggu, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Vlasov Sulaj)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memutuskan membawa skuadnya menetap di Kansas City selama Piala Dunia 2026, dengan alasan sederhana: kenyamanan pemain jadi prioritas utama.

Keputusan ini diambil setelah Tuchel berdiskusi langsung dengan para pemain. Mereka lebih memilih menetap di satu basis tetap dan melakukan perjalanan pulang-pergi ke lokasi pertandingan, alih-alih berpindah-pindah tempat selama turnamen berlangsung.

Advertisement

Inggris sempat mempertimbangkan sejumlah lokasi, tetapi akhirnya tetap pada pilihan awal: menginap di hotel The Inn at Meadowbrook yang berada di pinggiran Kansas City, Missouri, dengan tarif sekitar 200 paun (sekitar Rp4,5 juta) per malam.

Untuk sesi latihan, tim akan menggunakan fasilitas Swope Soccer Village yang berada tak jauh dari hotel.

Namun, keputusan menetap di satu lokasi berarti tim harus menjalani lebih banyak perjalanan udara karena mereka akan terbang ke setiap laga dan kembali lagi ke basis utama.


Pilih Kenyamanan

Pelatih kepala Timnas Inggris asal Jerman, Thomas Tuchel, mengamati para pemain dari pinggir lapangan selama pertandingan persahabatan antara Inggris dan Wales di Stadion Wembley, London, pada 9 Oktober 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Federasi sepak bola Inggris, FA, bahkan berencana menambah fasilitas hiburan seperti lapangan basket untuk para pemain. Sementara itu, karena hotel tidak memiliki kolam renang berukuran penuh, mereka juga mencari alternatif fasilitas di sekitar lokasi.

Di fase grup, Inggris dijadwalkan bermain di Dallas, Boston, dan New Jersey. Dengan sistem ini, mereka juga akan tetap melakukan perjalanan pulang-pergi jika lolos ke fase gugur.

Tuchel menegaskan bahwa para pemain menginginkan suasana yang lebih nyaman dan privat.

"Kami mencoba melakukannya karena pada dasarnya ini adalah pilihan: memiliki 'rumah', basis tetap, tempat tidur yang sudah terbiasa digunakan, kasur yang nyaman, serta hotel yang privat dan tidak terlalu besar," kata Tuchel.

"Bukan hotel dengan 400, 500, atau 800 kamar, di mana kami hanya bertemu di lift atau saat sarapan, dengan pendingin udara terus menyala dan jendela tidak bisa dibuka."

"Ada banyak hotel seperti itu di Amerika, dan saya pikir itu membuat perbedaan. Kami memilih hotel yang jendelanya bisa dibuka, tempat yang lebih kecil dan intim. Setelah terbiasa, masuk akal untuk terus kembali ke sana," ungkap pelatih asal Jerman itu.


Hindari Kebosanan

Para pemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Albania dan Inggris di stadion "Air Albania" di Tirana, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Adnan Beci/AFP)

Tuchel juga menyebut jadwal Inggris yang baru memulai turnamen pada 17 Juni melawan Kroasia menjadi keuntungan tersendiri.

Menurutnya, pemain tidak akan terlalu lama menunggu sehingga terhindar dari rasa jenuh. Sebelum turnamen, tim juga akan menjalani pemusatan latihan di Florida.

"Kami mendapat masukan dari pemain bahwa mereka menyukai jadwal yang dimulai agak lambat, lalu menjadi lebih padat. Dengan begitu, tidak ada waktu untuk merasa bosan jika kami melangkah jauh di turnamen," ujarnya.

Inggris menjadi satu di antara unggulan utama dan berpotensi menghadapi Meksiko di babak berikutnya jika memenangi grup, sebelum kemungkinan bertemu Brasil di perempat final.


Tantangan Jadwal Padat

Pemain Inggris, Harry Kane (kiri), merayakan gol kedua timnya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan kualifikasi Grup K Piala Dunia 2026 antara Albania dan Inggris di Tirana, Albania, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Vlasov Sulaj)

Selain jadwal yang padat, faktor cuaca menjadi tantangan. Selain jadwal yang padat, faktor cuaca juga menjadi tantangan. Badai sebelumnya sempat menunda pertandingan dan penerbangan selama Piala Dunia Antarklub lalu.

Tuchel menilai edisi Piala Dunia kali ini, yang melibatkan 48 tim dan tambahan babak gugur, akan menjadi yang paling menuntut secara fisik dan logistik.

"Saya menghabiskan banyak waktu mempelajari jadwal. Semakin jauh kami melangkah, tuntutannya akan semakin besar dan jadwal semakin padat," kata Tuchel.

"Akan ada banyak penerbangan, banyak waktu di bandara, dan banyak waktu bersama. Kami harus menjaga kekompakan tim, dan itu yang paling penting," katanya lagi.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait