Kronologis Memburuknya Hubungan Mohamed Salah dengan Arne Slot, Berujung Perpisahan Bersama Liverpool Akhir Musim Ini

Hari Selasa (24/04/2026), Mohamed Salah mengumumkan bahwa dirinya bakal meninggalkan Liverpool pada pengujung musim 2025/2026.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 25 Maret 2026, 14:45 WIB
Pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Mohamed Salah. (AFP/Darren Stapless)

Bola.com, Jakarta - Hari Selasa (24/04/2026), Mohamed Salah mengumumkan bahwa dirinya bakal meninggalkan Liverpool pada pengujung musim 2025/2026. 

Kabar ini sebenarnya tidak mengejutkan mengingat hubungan buruk antara pemain asal Mesir itu bersama Manajer Liverpool Arne Slot. 

Advertisement

Kurang dari setahun lalu, Mohamed Salah masih duduk di singgasana-nya di Anfield. Ia baru saja memperpanjang kontrak bersama Liverpool FC hingga musim panas 2027, sebuah bentuk penghargaan atas performa luar biasanya musim sebelumnya.

Saat itu, keputusan klub terbilang tak terelakkan. Mohamed Salah tampil luar biasa dengan menjadi raja gol sekaligus assist di Premier League plus mengantarkan Arne Slot membawa Liverpool jadi juara di tahun pertama. 

Namun, dalam hitungan bulan, segalanya berubah drastis. Hubungan antara Salah dengan Slot bahkan sempat ada di titik terendah. 

 

 


Dari Tak Tergantikan Jadi Cadangan

Pemain Liverpool, Mohamed Salah menyeka air matanya saat memberikan penghormatan untuk mendiang Diogo Jota setelah laga Liga Inggris 2024/2025 melawan Bournemouth di Anfiled, Liverpool, Inggris, Jumat (15/08/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Hodgson)

Memasuki Desember 2025, posisi Mohamed Salah mulai tergeser pada skema permainan Liverpool yang diperbarui oleh Arne Slot pada musim keduanya bersama klub.

Karena dinilai sempat tidak cocok dengan gaya bermain yang diinginkan Arne Slot, eks pemain AS Roma itu sempat dicadangkan bahkan tidak masuk skuad, terutama setelah wawancara panasnya usai laga melawan Leeds United di Elland Road.

Dalam wawancara tersebut, Salah secara terbuka menyebut hubungannya dengan Arne Slot telah memburuk, bahkan mengklaim ada pihak di klub yang menginginkannya pergi.

Orang-orang terdekat Salah menyebut bahwa momen itu bukan ledakan spontan. Ketidakpuasan sudah muncul sejak Oktober, ketika ia dicadangkan dalam laga Liga Champions melawan Eintracht Frankfurt, meski Liverpool menang telak 5-1.

Bagi Salah, keputusan itu sulit diterima. Ia merasa pantas menjadi starter di setiap laga besar, mengingat kontribusinya selama ini.

 

 


Perubahan Era di Liverpool

Aksi Mohamed Salah dalam laga Premier League antara Brighton vs Liverpool, Selasa (20/5/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Keputusan Slot tersebut menjadi sinyal awal bahwa status Salah sebagai pemain tak tergantikan mulai luntur di Liverpool.

Terlebih, Liverpool melakukan belanja besar-besaran di musim panas dengan mendatangkan nama-nama seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike.

Investasi besar itu memperjelas arah baru lini serang The Reds dan Salah sadar, ia tak lagi menjadi pusat proyek utama.

Situasi makin memanas setelah beberapa pertemuan dengan manajemen klub, termasuk direktur olahraga Richard Hughes, yang menyampaikan kemungkinan dirinya akan lebih sering dirotasi.

 

 


Titik Balik dan Kesepakatan Diam-Diam

Komentar kontroversialnya berujung konsekuensi. Salah sempat tidak dibawa dalam laga tandang melawan Inter Milan.

Namun, ia merespons di lapangan dengan profesional. Saat melawan Brighton, Salah masuk dari bangku cadangan dan langsung menyumbang assist.

Meski Arne Slot menyebut tidak ada masalah, realitanya arah masa depan pemain jebolan akademi Chelsea sudah mulai jelas.

Saat Salah membela negaranya di Piala Afrika, pihak klub dan agennya, Ramy Abbas, melakukan pembicaraan intens.

Ketika ia kembali ke Inggris pada Januari, muncul keyakinan bahwa telah ada kesepakatan verbal: musim panas nanti akan menjadi akhir perjalanan. Selasa, 24 Maret, keputusan itu akhirnya benar-benar terjadi. 

 

 

 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait