Bola.com, Jakarta - Akhir pekan MotoGP Amerika Serikat menjadi momen penuh drama bagi Marc Marquez. Setelah mengawali sesi dengan kesalahan di latihan bebas, pembalap asal Spanyol itu kembali jadi sorotan usai insiden tabrakan di Sprint Race.
Balapan singkat tersebut berubah menjadi mimpi buruk bagi Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Keduanya terjatuh setelah terlibat kontak keras, membuat peluang meraih poin langsung sirna.
Tak hanya itu, insiden tersebut juga berbuntut panjang. Marquez dipastikan harus menjalani hukuman long lap penalty pada balapan utama hari Minggu.
Situasi ini semakin menambah tekanan bagi sang juara dunia bertahan yang tengah berjuang menemukan performa terbaiknya musim ini.
Kronologi Insiden dan Pengakuan Marquez
Insiden bermula saat Marquez yang старт dari posisi keenam mencoba merangsek ke depan bersama rekan setimnya, Francesco Bagnaia, serta Pedro Acosta.
Mereka berhasil melewati Di Giannantonio di tikungan pertama. Namun, pembalap VR46 itu membalas dengan manuver impresif di Tikungan 7.
Drama mencapai puncaknya beberapa tikungan kemudian. Marquez mencoba mengambil sisi dalam di penghujung lintasan lurus, tetapi kehilangan kendali saat menyentuh kerb bagian dalam.
Motor Marquez kemudian menyeret Di Giannantonio hingga keduanya terjatuh.
“Hari ini saya melakukan kesalahan besar. Di Tikungan 12 saya tidak menghitung slipstream dari tiga motor di depan dengan baik,” ujar Marquez.
“Ketika mulai mengerem, bagian belakang motor sempat tergelincir, lalu roda depan mengunci. Saya mencoba mencari cara untuk menghindar, tetapi ke luar lintasan tidak mungkin.”
“Saya mencoba mengarah keluar saat di apex, tetapi ada perubahan kecil pada kemiringan lintasan dan saya kehilangan kendali depan. Sayangnya pembalap lain ikut terjatuh,” lanjutnya.
Marquez juga mengakui bahwa hukuman yang diberikan adalah konsekuensi wajar.
“Saya belum tahu hukumannya saat itu, tetapi saya memang pantas mendapat penalti. Saya membuat kesalahan dan merusak balapan pembalap lain,” tegasnya.
Bukan Balas Dendam, Di Giannantonio Tetap Tenang
Marquez menegaskan bahwa manuver tersebut bukan upaya balas dendam atas aksi salip sebelumnya.
“Saya tidak berniat menyerang. Saya tahu Diggia punya kecepatan bagus. Saya hanya tidak bisa menghentikan motor dengan baik karena slipstream,” jelasnya.
Setelah insiden, Marquez mengaku telah berbicara dengan Di Giannantonio.
“Dia marah, dan saya memahaminya. Saya hanya bisa meminta maaf,” ucapnya.
Menariknya, Di Giannantonio tidak menunjukkan kemarahan secara terbuka. Ia justru memilih fokus pada performanya sendiri.
“Saya hanya ingin fokus pada diri sendiri. Saya merasa melakukan manuver yang hebat. Tidak mudah menyalip di sana, apalagi melawan pembalap seperti Marc. Saya bangga dengan itu,” ujarnya.
Terkait hukuman untuk Marquez, Di Giannantonio menyerahkan sepenuhnya kepada steward.
“Saya seorang pembalap. Tugas steward adalah membuat keputusan, dan saya menghormatinya. Saya hanya fokus pada diri saya,” katanya.