Marcus Rashford Bikin Thomas Tuchel Luluh: Performa Latihan Buka Peluang ke Starting XI Inggris di Piala Dunia 2026

Setelah sempat melontarkan kritik keras, Thomas Tuchel disebut mulai melunak usai melihat sikap dan performa Marcus Rashford di sesi latihan, lalu menurunkannya sebagai starter saat menghadapi Uruguay, Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 Maret 2026, 21:15 WIB
Striker Timnas Inggris, Marcus Rashford, sedang melakukan latihan di Stadion Wembley dalam persiapan melakukan pertandingan persahabatan internasional melawan Uruguay dan Jepang di FIFA Matchday Maret 2026. (Henry NICHOLLS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Winger Manchester United (MU) yang tengah dipinjam Barcelona, Marcus Rashford, memberi pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, bahan pertimbangan baru.

Setelah sempat melontarkan kritik keras, Thomas Tuchel disebut mulai melunak usai melihat sikap dan performa Marcus Rashford di sesi latihan, lalu menurunkannya sebagai starter saat menghadapi Uruguay, Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Ini menjadi sebuah sinyal yang bisa memperbesar peluang Rashford masuk susunan inti Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada musim panas mendatang di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pada Oktober 2025, Thomas Tuchel sempat memberi peringatan blak-blakan kepada Marcus Rashford, mempertanyakan apakah sang penyerang bisa benar-benar mencapai level talenta kelas dunia secara konsisten.

“Potensi adalah kata yang berbahaya dalam olahraga level tinggi, karena Anda harus mencapai performa terbaik pribadi Anda secara rutin—itu yang dituntut di level ini dan itulah tantangan baginya. Ini bukan soal bakat," ujar Tuchel saat itu.

Pernyataan itu muncul jelang kemenangan Inggris atas Latvia, ketika Rashford tidak menjadi starter. Saat itu, Anthony Gordon justru dimainkan sejak awal dan mencetak gol dalam kemenangan telak 5-0.


Perubahan Sikap: Rashford Starter saat Hadapi Uruguay Usai Meyakinkan di Latihan

Striker Timnas England, berduel dengan bek Timnas Uruguay, Guillermo Varela, dalam laga persahabatan internasional di Wembley, London, Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB. (Henry NICHOLLS / AFP)

Namun, Thomas Tuchel kemudian memilih memainkan Marcus Rashford sejak awal melawan Uruguay, setelah terkesan dengan komitmen dan penerapan instruksi Rashford di latihan.

“Dia mencoba. Dia mencoba keras. Dia sudah lama, lama sekali tidak menjadi starter. Jadi kami memberinya kesempatan ini karena saya berbicara dengannya," ujar Tuchel.

Tuchel juga mengungkap detail yang membuatnya terkesan dari sesi latihan terakhir.

“Saya sangat terkesan dengan latihan kemarin. Itu latihan bertahan dan dia sangat kuat melawan Djed Spence. Memahami bagaimana memulai pressing untuk kami. Dia bekerja keras dan saya pikir dia bekerja sangat keras," ujar Tuchel.

"Dia hanya belum mendapatkan gol yang mungkin dia butuhkan untuk benar-benar percaya diri sepenuhnya. Saya senang dengan cara dia berusaha dan dia menjadi ancaman terus-menerus," lanjutnya.

Gol terakhir Marcus Rashford untuk Inggris disebut terjadi saat melawan Serbia pada September tahun lalu. Meski begitu, performa dan etos kerjanya kini kembali mendapat restu Tuchel.


Laga Kontra Uruguay Jadi Ajang Audisi, Tuchel Puas dengan Respons Tim

Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel menerapkan strategi aneh untuk dua laga FIFA Matchday menjelang Piala Dunia 2026. (AFP/Paul Ellis)

Skuad Inggris dikabarkan mendekati laga kontra Uruguay sebagai ajang audisi, dengan perasaan performa individu lebih penting daripada hasil akhir pertandingan.

Thomas Tuchel mengisyaratkan bahwa ia mendapatkan hal yang ia cari dari laga tersebut dan sesi-sesi latihan sebelumnya, sebelum para bintang mapan kembali untuk laga melawan Jepang.

"Saya menantikan pertandingan itu, saya bilang kepada Anda. Saya menantikan karena kami menjalani beberapa sesi latihan yang bagus dan grup ini adalah grup yang hidup," uja Tuchel.

"Kami berkata kepada grup hari ini: 'apakah kami berharap semuanya sempurna?' Ya, mungkin iya, karena kami selalu begitu. Namun, kami cukup pintar untuk memahami: Anda bermain untuk pertama kali, Anda mungkin gugup dan Anda punya banyak informasi untuk diserap selama beberapa hari terakhir."

"Jadi mungkin butuh waktu, dan lawan pun tahu apa yang mereka lakukan. Mereka bermain dengan formasi terbaik mereka, jadi teruskan saja, tetap positif, dan mereka melakukannya."

"Saya sangat menyukai grup ini. Saya bersemangat melatih mereka. Saya sangat senang saat melakukannya. Terlihat seperti kami mendapat kemenangan dari itu, tapi itu bagus. Itu menyenangkan," lanjutnya.

Sumber: Express

Berita Terkait