Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa: Pelatih Bosnia Siapkan Skema Parkir Bus Lawan Italia

Bosnia dan Herzegovina bersiap menghadapi laga hidup mati kontra Italia dalam final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 31 Maret 2026, 09:00 WIB
Striker Timnas Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko, mengenakan jersey biru produksi Kelme di laga Kualifikasi Euro 2024. (ELVIS BARUKCIC / AFP)

Bola.com, Jakarta - Bosnia dan Herzegovina bersiap menghadapi laga hidup mati kontra Italia dalam final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Duel krusial tersebut akan digelar di Zenica, Selasa (31/3/2026) malam waktu setempat, dengan satu tiket menuju putaran final menjadi taruhannya.

Tim tuan rumah datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Wales lewat adu penalti. Sementara itu, Italia melangkah ke partai puncak usai menaklukkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 di Bergamo.

Advertisement

Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, memastikan seluruh pemainnya dalam kondisi siap tempur meski harus menjalani laga yang menguras energi sebelumnya. Ia menyebut timnya telah memiliki waktu yang cukup untuk pemulihan.

“Semua pemain dalam kondisi baik, kecuali pelatihnya yang kehilangan suara. Kami punya waktu untuk pulih. Pertandingan sebelumnya memang berat, tapi kami senang dan berharap bisa bertahan sampai akhir,” ujar Barbarez.

Dalam konferensi pers jelang laga, Barbarez juga menanggapi kemungkinan timnya bermain defensif jika berhasil unggul lebih dulu. Ia tidak menutup kemungkinan Bosnia akan mengandalkan strategi pragmatis demi mengamankan kemenangan.

“Kalau kami mencetak gol dan unggul 1-0, kami akan ‘memarkir bus’ di satu sisi lapangan. Tapi kalau sebaliknya, mungkin kami harus melakukannya di sisi lain,” ujarnya.

 


Tak Peduli Anggapan Tim Lambat

Para pemain Timnas Bosnia Herzegovina memprotes keputusan wasit Halil Umut Meler yang memberikan hadiah penalti kepada Portugal pada laga lanjutan Grup J Kualifikasi Euro 2024 di Stadion Bellino Polje, Selasa (17/10/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Armin Durgut)

Barbarez juga menanggapi kritik yang menyebut timnya terlalu lambat. Menurutnya, opini dari luar tidak akan memengaruhi pendekatan timnya di lapangan.

“Persiapan pertandingan termasuk menganalisis cara bermain. Yang terpenting adalah pemain saya dan bagaimana mereka tampil besok. Tidak penting apa yang orang lain katakan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa laga melawan Wales menjadi pelajaran berharga bagi timnya, terutama dalam mengelola emosi di pertandingan besar.

“Pertandingan melawan Wales penuh emosi. Kami terlalu bersemangat dan itu jadi kesalahan terbesar. Sekarang kami merasa lebih bijak dan tidak akan mengulanginya,” kata Barbarez.

 


Tanpa Eksperimen, Fokus Maksimal

Bosnia-Herzegovina vs Italia di Playoff Piala Dunia 2026. (Bola.com/Wiwig Prayugi/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Menghadapi Italia yang sarat pengalaman, Barbarez memastikan tidak akan melakukan banyak perubahan dalam susunan tim. Ia memilih mempertahankan sistem yang telah digunakan dalam satu setengah tahun terakhir.

“Kami sudah bermain dengan sistem yang konsisten selama satu setengah tahun. Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk eksperimen,” ujarnya.

Laga ini bukan hanya soal tiket ke Piala Dunia, tetapi juga membawa makna besar bagi Bosnia yang tengah berada dalam situasi sulit secara nasional. Barbarez pun berharap timnya bisa memberikan kebanggaan bagi rakyatnya.

“Ini sangat penting bagi Italia, tapi juga sangat penting bagi kami. Dengan situasi di negara kami, maknanya jadi jauh lebih besar,” tutupnya.

Berita Terkait