Gagal Bawa Gli Azzurri ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Enggan Bahas Masa Depannya di Timnas Italia: Bukan Waktu yang Tepat!

Timnas Italia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina melalui drama adu penalti di final playoff Piala Dunia 2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 01 April 2026, 06:30 WIB
Pelatih kepala Italia, Gennaro Gattuso, mengamati pertandingan kualifikasi Grup I Piala Dunia 2026 antara Italia dan Israel, di Stadion Bluenergy di Udine, Italia timur laut, pada 14 Oktober 2025. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, menegaskan saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masa depannya setelah Gli Azzurri kalah di babak play-off Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina.

Kegagalan menyakitkan ini juga semakin mengisyaratkan adanya masalah yang lebih dalam pada sepak bola Italia.

Advertisement

Pertandingan yang berlangsung di Zenica awalnya berjalan dengan sangat baik bagi Italia. Mereka sempat memimpin lebih dulu melalui gol Moise Kean.

Namun, petaka datang sebelum babak pertama usai ketika Alessandro Bastoni mendapat kartu merah karena menjatuhkan Amar Memic yang memiliki peluang bersih untuk mencetak gol.

Skuad Azzurri berhasil bertahan mati-matian hingga menit ke-79 sebelum Haris Tabakovic mencetak gol dari jarak dekat, memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan gemilang Gianluigi Donnarumma atas tendangan Edin Dzeko.

Meskipun harus bermain dengan 10 orang selama satu jam, Italia masih memiliki beberapa peluang untuk memenangkan laga di babak perpanjangan waktu.

Sayangnya, mereka harus tumbang dalam drama adu penalti setelah tendangan Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante meleset dari sasaran.


Rasa Bangga Gattuso di Tengah Kekecewaan

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Situasi timnas Italia memang sudah sulit sejak Gattuso mengambil alih kursi pelatih dari Luciano Spalletti, di mana mereka sempat kalah 0-3 dari Norwegia di laga pembuka kualifikasi grup.

Meski akhirnya gagal, Gattuso mengaku tetap bangga atas daya juang anak asuhnya.

"Saya baru saja selesai berbicara dengan tim. Saya hanya bisa berterima kasih kepada mereka, karena sudah bertahun-tahun saya tidak melihat Nazionale bermain dengan sepenuh hati," kata Gattuso kepada Sky Sport Italia.

"Ini menyakitkan, sangat menyakitkan, tetapi kami harus menerimanya. Saya tidak ingin berbicara tentang wasit atau hal lainnya, kami bisa saja mencetak gol kedua tetapi tidak berhasil. Kami kesulitan menghadapi semua umpan silang itu, kami telah memberikan segalanya," lanjutnya.

Mengenai kegagalan ini, Gattuso menambahkan, "Saya bangga pada mereka, sangat menyakitkan menerima hasil ini. Ini akan memakan waktu. Secara pribadi, ini adalah pukulan yang sangat berat."

Terkait insiden kartu merah yang mengubah jalannya pertandingan, pelatih tersebut membela timnya.

"Ketika Anda berada di stadion dengan tekanan para pendukung, kami membuat kesalahan dan harus bermain dengan 10 orang, meski begitu kami memiliki peluang untuk mencetak gol kedua. Tim telah melakukan apa yang harus dilakukan hari ini," ujar Gattuso.

"Orang-orang telah meminta tim Italia yang peduli dengan seragam kebanggaan ini selama bertahun-tahun, dan mereka mendapatkannya malam ini, tetapi insiden-insiden yang terjadi tidak berpihak pada kami," tambahnya.


Keengganan Membahas Masa Depan dan Masalah di Tubuh Calcio

Gianluigi Buffon dan Gennaro Gattuso bahu membahu untuk membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026. (Fabrice COFFRINI / AFP)

Kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026 tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai nasib Gattuso. Namun, legenda AC Milan itu menolak untuk memberikan jawaban pasti mengenai posisinya.

"Kita lihat saja nanti, tetapi saya rasa ini bukan waktunya untuk membicarakan masa depan saya atau siapa pun. Inilah sepak bola, terkadang membuat Anda merayakannya, terkadang membuat Anda menderita," tegasnya.

Tragedi ini menjadi daftar panjang dari rentetan kesulitan yang dialami sepak bola Italia, mengingat seluruh klub Serie A juga telah tersingkir dari Liga Champions sebelum mencapai babak perempat final pada musim ini.

Menanggapi krisis mendalam tersebut, Gattuso memilih untuk menahan diri.

"Saya tidak akan ikut campur dalam kontroversi ini, saya adalah seorang pelatih. Kita semua tahu ini menjadi perjuangan yang berat selama beberapa tahun terakhir," ujar Gattuso.

"Saya bukan orang yang tepat untuk mengatakan apa yang perlu kita perbaiki, ada orang-orang yang lebih tahu daripada saya. Jadi, kita lihat saja nanti," tutup Gattuso.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait