VAR Ditolak 75 Persen Suporter, Respons Premier League Tuai Kritik

Premier League merilis pernyataan setelah hasil survei menunjukkan 75 persen fans menentang penggunaan VAR.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 April 2026, 18:15 WIB
Foto ilustrasi saat wasit Liga Inggris Kevin Friend melihat Video Assistant Referee (VAR). Keputusan wasit yang menganulir gol di pertandingan pekan ke-6 Liga Inggris 2022/2023 melalui VAR menuai banyak kontroversi. (AFP/Daniel Leal)

Bola.com, Jakarta - Premier League mengeluarkan pernyataan resmi setelah hasil survei terbaru menunjukkan penolakan besar dari suporter terhadap penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee).

Teknologi tersebut mulai digunakan di Liga Inggris sejak 2019 dengan harapan dapat mengurangi kesalahan keputusan wasit dan meningkatkan kualitas pertandingan. Namun, dalam praktiknya, keberadaan sistem ini justru kerap memicu kontroversi hampir setiap pekan.

Advertisement

Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pendukung Sepak Bola (Football Supporters' Association/FSA) terhadap pendukung dari 20 klub peserta musim ini menunjukkan hasil yang mencolok. Hampir 8.000 responden ikut ambil bagian.

Mengacu laporan BBC, sebanyak 75 persen responden menyatakan menolak penggunaan teknologi tersebut. Selain itu, 90 persen tidak setuju bahwa kehadiran sistem ini meningkatkan pengalaman menonton di stadion.

Sebanyak 91 persen menilai teknologi ini merusak spontanitas perayaan gol, sementara 94 persen merasa menonton sepak bola di televisi tidak menjadi lebih menyenangkan karenanya.


Suporter Minta Didengar

Wasit Jerman, Deniz Aytekin, mengecek layar VAR (Video Assistant Referee) pada laga persahabatan antara Inggris versus Italia di London, 27 Maret 2018. (AFP/Ian Kington)

Manajer FSA, Thomas Concannon, menilai hasil tersebut menjadi sinyal jelas bahwa mayoritas penggemar menginginkan perubahan.

"Hasil ini menunjukkan sebagian besar suporter ingin teknologi ini dihapus. Kita sudah hidup cukup lama dengan sistem ini dan melihat dampak negatifnya terhadap permainan," ujarnya kepada BBC.

"Orang-orang kesal dengan waktu yang dibutuhkan, kesal dengan akurasi, dan kesal karena spontanitas berkurang. Ini menghilangkan esensi sepak bola dan momen-momen spesial di dalamnya," imbuh Concannon.

Ia juga menyoroti bahwa diskusi soal keputusan wasit kini justru makin intens, meski teknologi tersebut seharusnya membuat segalanya lebih akurat.

"Klub dan liga tentu ingin memastikan keputusan benar karena ada banyak uang yang terlibat. Tapi, bagi suporter, sulit diterima ketika gol dianulir hanya karena posisi yang sangat tipis."

"Jika tidak bisa mempercepat proses dan tidak menghilangkan kontroversi yang masih kita perdebatkan, wajar jika suporter bersikap seperti ini," katanya.


Respons Premier League

Liga Inggris - Ilustrasi logo Premier League. (Bola.com/Adreanus Titus)

Concannon juga mendesak pihak Premier League agar lebih serius mendengar suara penggemar.

"Suporter secara alami menyampaikan kekhawatiran mereka, tapi terlalu sering tidak didengar. Ini sangat mengecewakan, apalagi selama ini selalu dikatakan bahwa suporter adalah nyawa dari permainan," tuturnya.

"Jangan abaikan suara mereka dalam jumlah besar yang mengatakan bahwa kenikmatan menonton sepak bola tidak lagi seperti dulu," lanjutnya.

Menanggapi hasil tersebut, pihak Liga Inggris menyatakan tetap melihat pentingnya meminimalkan dampak teknologi terhadap pengalaman suporter.

"Kami menyadari pentingnya mengurangi dampak sistem ini terhadap pengalaman penonton. Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, sebagian besar suporter masih mendukung penggunaan teknologi ini, tapi dengan perbaikan dalam penerapannya," demikian pernyataan resmi Premier League.


Kritikan Suporter

Wasit memberikan penalti lagi kepada FC Twente setelah pemeriksaan VAR (video assistant referee) selama pertandingan Liga Europa UEFA antara Malmoe FF dan FC Twente di Malmoe, pada 23 Januari 2025. (Johan NILSSON/KANTOR BERITA TT/AFP)

Namun respons tersebut justru menuai kritik dari para penggemar di media sosial X.

Seorang pengguna menulis, "Apa tidak ada yang melihat betapa tidak masuk akalnya pernyataan itu?"

Komentar lain menyebut, "Benar-benar tidak memahami inti masalah. Premier League sama sekali tidak peka."

Sementara pengguna lainnya mempertanyakan keseriusan pernyataan tersebut dan menilai liga mengabaikan fakta yang ada, berharap situasi akan berubah dengan sendirinya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait