Gara-Gara West Ham Vs Arsenal, FIFA Bakal Awasi Ketat Situasi Bola Mati di Piala Dunia 2026

Kontroversi VAR pada laga West Ham versus Arsenal di Liga Inggris bikin FIFA ambil langkah jelang Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Kontroversi keputusan VAR dalam laga Arsenal kontra West Ham ikut memengaruhi perhatian FIFA jelang Piala Dunia 2026.

Badan sepak bola dunia itu memastikan wasit akan memberi pengawasan lebih ketat terhadap duel-duel fisik saat situasi bola mati di Piala Dunia 2026.

Sorotan terhadap situasi sepak pojok dan tendangan bebas kembali mengemuka setelah gol West Ham ke gawang Arsenal dianulir karena Pablo Felipe dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya, dalam pertandingan Liga Inggris, Minggu malam lalu.

Gol dari skema bola mati memang menjadi satu di antara ciri menonjol sepanjang musim ini di Liga Inggris. Adu dorong, tarik-menarik, hingga duel fisik di kotak penalti terus memicu perdebatan, baik saat tim menyerang maupun bertahan.

Mantan gelandang Arsenal, Gilberto Silva, yang kini menjadi anggota Kelompok Studi Teknis FIFA (TSG), menilai pola permainan seperti itu belum tentu akan terlalu dominan di Piala Dunia 2026.

Menurut Silva, tim nasional tidak memiliki banyak waktu untuk mematangkan variasi bola mati seperti yang dilakukan Arsenal.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Waspada Sejak Awal

Meski begitu, kepala TSG FIFA sekaligus mantan kiper Swiss, Pascal Zuberbuhler, memastikan perangkat pertandingan akan memberi perhatian penuh terhadap potensi pelanggaran dalam situasi bola mati.

"Apa yang terjadi, khususnya di Liga Inggris bersama Arsenal, memang menjadi tren, ya, tetapi saya yakin di Piala Dunia nanti kami memiliki wasit-wasit terbaik dan mereka akan memainkan peran penting dalam situasi seperti ini," kata Zuberbuhler.

"Ini memang sulit bagi wasit karena pelanggaran kecil terhadap kiper, di tengah banyak pemain di sekelilingnya, tidak mudah terlihat. Namun, saya yakin FIFA memiliki wasit terbaik dan kami akan menangani situasi ini dengan sangat baik."

"Yang jelas, kami harus sudah waspada sejak awal," lanjutnya.

TSG FIFA nantinya akan menyajikan analisis dari seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara. Program itu dibuat untuk memperluas pemahaman taktik dan perkembangan permainan sepak bola di berbagai belahan dunia.

Meniru Efektivitas Arsenal

Gilberto Silva kemudian ditanya apakah ada tim nasional yang bisa meniru efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan bola mati musim ini.

"Menarik karena dalam beberapa tahun terakhir, sepak pojok dan umpan panjang sebenarnya bukan sesuatu yang terlalu sering digunakan dalam sepak bola Inggris dibandingkan saat saya masih bermain di sana," ujar pria Brasil yang memperkuat Arsenal pada periode 2002 hingga 2008 itu.

"Musim ini Arsenal mencetak begitu banyak gol dari situasi bola mati. Itu menjadi sesuatu yang sangat spesial, senjata yang sangat kuat bagi mereka, dan mereka benar-benar memanfaatkannya."

“Mereka punya pemain yang mendukung cara bermain itu, seperti dua bek tengah mereka, William Saliba dan Gabriel, serta beberapa pemain lain yang tampil sangat baik," ulasnya.

"Saya tidak terlalu yakin Piala Dunia nanti akan berjalan dengan cara yang sama karena Anda tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan tim dalam turnamen seperti itu. Tentu saja bola mati tetap bisa menjadi senjata, dan tim harus memanfaatkannya, tetapi bukan sebagai senjata utama," tutur mantan gelandang bertahan yang kini berusia 49 tahun tersebut.

 

Sumber: Football London

Video Populer

Foto Populer