Bola.com, Jakarta - Manchester City akan menghadapi ujian berat saat menjamu Liverpool dalam laga perempat final FA Cup di Etihad Stadium, Sabtu (4/4/2026). Selain mengincar tiket semifinal, The Citizens juga berpeluang mencetak sejarah dengan memecahkan rekor yang telah bertahan selama 145 tahun.
Tim asuhan Pep Guardiola datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah baru saja meraih trofi EFL Cup. Mereka sukses mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0 di final yang berlangsung di Wembley, menambah koleksi gelar sekaligus menjaga peluang meraih lebih banyak trofi musim ini.
Kini fokus City beralih ke FA Cup, di mana kemenangan atas Liverpool akan membawa mereka ke semifinal untuk kedelapan kalinya secara beruntun—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi tersebut. Konsistensi luar biasa ini menjadi salah satu kebanggaan utama Guardiola selama menangani klub.
Dalam beberapa musim terakhir, performa City di FA Cup memang sangat impresif. Mereka berhasil memenangkan 19 dari 21 pertandingan terakhir di ajang ini, dengan hanya dua kekalahan yang terjadi di partai final edisi 2024 dan 2025. Catatan tersebut menunjukkan dominasi mereka di kompetisi tertua di dunia ini.
Keunggulan City
Keunggulan lain yang dimiliki Manchester City adalah performa kandang yang luar biasa. Mereka saat ini mencatatkan 17 kemenangan beruntun di Piala FA saat bermain di Etihad Stadium.
Jika mampu mengalahkan Liverpool, City akan melampaui rekor bersejarah milik Clapham Rovers yang mencatatkan 17 kemenangan kandang antara tahun 1873 hingga 1881, sekaligus menjadi tim dengan rekor kandang terbaik sepanjang sejarah turnamen.
Guardiola pun menegaskan bahwa timnya tidak ingin berpuas diri meski sudah meraih satu trofi musim ini. Ia menilai setiap kompetisi memiliki nilai penting dan menargetkan timnya untuk terus melaju sejauh mungkin.
“Ini memang bukan yang paling bergengsi, tetapi kenyataannya ini adalah kesempatan lain untuk bermain melawan tim terbaik di Eropa saat ini, baik di Premier League maupun Liga Champions. Itu adalah ujian yang bagus melawan tim yang bagus," kata Pep.
Tetap Fokus
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam meraih kesuksesan. Menurutnya, keberhasilan Manchester City dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya diukur dari jumlah trofi, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk terus bersaing hingga tahap akhir di berbagai kompetisi.
Di sisi lain, Guardiola menyadari bahwa Liverpool tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya. Ia bahkan menyebut klub tersebut sebagai rival terbesar City dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kualitas skuad dan investasi besar yang dilakukan, Liverpool dinilai sebagai salah satu tim terbaik di Eropa saat ini.
"Kami sudah menyelesaikan satu dan sekarang memikirkan yang berikutnya. Besok kami punya kesempatan untuk menciptakan pencapaian luar biasa lainnya, delapan semifinal berturut-turut," lanjut Pep.
"Itu belum pernah terjadi. Ini adalah kompetisi yang bergengsi. Laga lainnya melawan lawan yang spesial bagi kami. Semoga para suporter bisa membantu kami merayakan gelar yang telah diraih dan mencapai semifinal lagi.”
Favorit
Meski Manchester City telah dua kali mengalahkan Liverpool di Premier League musim ini, termasuk kemenangan 2-1 di Anfield, rekor pertemuan di Piala FA justru tidak berpihak pada mereka. City diketahui kalah dalam empat laga kandang terakhir melawan Liverpool di ajang tersebut, yang bisa menjadi catatan penting jelang duel kali ini.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar. Manchester City ingin melanjutkan dominasi dan mencetak sejarah baru, sementara Liverpool bertekad menghentikan laju rivalnya sekaligus menjaga peluang meraih trofi musim ini.
Dengan kualitas pemain dan pengalaman yang dimiliki, Manchester City sedikit lebih diunggulkan, terutama dengan dukungan penuh dari publik Etihad. Namun, Liverpool tetap memiliki kapasitas untuk memberikan kejutan dalam laga krusial ini.