Asosiasi Pemain Desak Serie A Terapkan Aturan Baru untuk Selamatkan Talenta Italia

Asosiasi pemain sepak bola Italia, AssoCalciatori, mendesak pemain Italia harus mendapat tempat di klub Serie A.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 April 2026, 13:30 WIB
Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi pemain sepak bola Italia, AssoCalciatori, mengusulkan aturan baru yang mewajibkan klub-klub di Serie A untuk memberi ruang bermain bagi pemain lokal Italia.

Presiden AssoCalciatori, Umberto Calcagno, menilai saat ini Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) belum memiliki dasar hukum yang cukup untuk memaksakan kebijakan semacam itu sehingga intervensi dari ranah politik dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk mewujudkannya.

Advertisement

Usulan ini muncul di tengah refleksi besar sepak bola Italia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Momentum tersebut dinilai bukan kebetulan.

Satu di antara masalah struktural yang kerap disorot adalah semakin sedikitnya main Italia yang mendapat kesempatan tampil reguler di level tertinggi. Fenomena ini terlihat jelas di klub Como.

Kendati tampil mengejutkan di Serie A di bawah arahan Cesc Fabregas, Como hanya memainkan satu pemain lokal Italia di posisi lapangan selama satu menit sepanjang musim. Angka tersebut menjadi gambaran nyata besarnya persoalan.

Walau tergolong kasus ekstrem, kondisi secara umum di liga tidak jauh lebih baik. Banyak klub kini makin bergantung pada pemain asing di berbagai lini.


Bukan Menolak Pemain Asing

Real Betis melawan Como 1907. (Bola.com/Dok.Instagram Como 1907).

Calcagno menegaskan bahwa gagasan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap pemain asing, melainkan upaya memperbaiki ekosistem sepak bola nasional.

"Federasi tidak memiliki alat hukum untuk mewajibkan pemain Italia bermain," ujar Calcagno, dikutip dari MilanNews.

"Kami berharap melalui jalur politik, aturan terkait hal ini bisa dikaji. Namun, perlu ditegaskan, ini bukan perang terhadap pemain asing," imbuhnya.

Ia menekankan, persoalan utamanya bukan keberadaan pemain asing, melainkan minimnya kesempatan bagi pemain Italia di level klub yang berdampak langsung pada kualitas regenerasi timnas.


Pembenahan Menyeluruh

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, meninggalkan markas FIGC setelah pertemuan otoritas sepak bola Italia, di Roma pada 2 April 2026. (AFP/Alberto Pizzoli)

Sejumlah tokoh sepak bola Italia juga menyuarakan hal serupa dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah kekalahan dari Bosnia.

Mereka menilai banyak talenta muda Italia kesulitan menembus tim utama di Serie A, bahkan terpaksa turun kasta demi mendapatkan waktu bermain.

Di sisi lain, Calcagno menyoroti pentingnya langkah pembenahan secara menyeluruh.

"Kekecewaan ini harus diubah menjadi hal positif," katanya.

"Yang terpenting sekarang adalah program, mencapai kesepakatan atas program tersebut, lalu baru kita menentukan siapa yang akan memimpin," lanjutnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa fokus utama asosiasi bukan sekadar mencari sosok baru di pucuk pimpinan, seperti pengganti Gabriele Gravina atau Gennaro Gattuso, melainkan melakukan reformasi menyeluruh terhadap struktur sepak bola Italia, khususnya di Serie A.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait