Agen Enzo Fernandez Murka: Sanksi Chelsea Dinilai Tak Adil, Konflik di Stamford Bridge Kian Panas

Kisruh di tubuh Chelsea belum juga mereda. Setelah keputusan mencoret Enzo Fernandez dari skuad utama, kini respons keras datang dari pihak sang pemain yang menilai sanksi tersebut tidak masuk akal.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 04 April 2026, 18:30 WIB
Aksi Enzo Fernandez dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Kisruh di tubuh Chelsea belum juga mereda. Setelah keputusan mencoret Enzo Fernandez dari skuad utama, kini respons keras datang dari pihak sang pemain yang menilai sanksi tersebut tidak masuk akal.

Manajer Liam Rosenior sebelumnya memutuskan untuk tidak memainkan Fernandez dalam dua laga penting. Keputusan itu diambil setelah komentar sang gelandang saat jeda internasional memicu spekulasi soal masa depannya di Stamford Bridge.

Advertisement

Fernandez sendiri dikaitkan dengan Real Madrid, terutama setelah ia mengaku tertarik dengan kehidupan di Madrid. Pernyataan tersebut dinilai melanggar nilai dan budaya yang sedang dibangun di dalam tim.

Akibatnya, pemain berusia 25 tahun itu dipastikan absen dalam laga perempat final FA Cup melawan Port Vale serta duel krusial Premier League kontra Manchester City.

 


Agen Fernandez: Hukuman Terlalu Keras

Pemain Chelsea, Enzo Fernandez, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Manchester City pada lanjutan Liga Inggris di Etihad Stadium, Senin (5/1/2026). (AP Photo/Dave Thompson)

Reaksi keras datang dari agen Fernandez, Javier Pastore, yang secara terbuka mengkritik keputusan klub. Ia menilai hukuman tersebut tidak proporsional, terutama mengingat pentingnya peran kliennya di dalam tim.

"Hukuman ini benar-benar tidak adil. Melarang pemain tampil dalam dua pertandingan, yang justru sangat krusial bagi Chelsea dalam perburuan tiket Liga Champions, jelas berlebihan," tegas Pastore.

Ia juga menegaskan bahwa Fernandez tidak memahami alasan di balik sanksi tersebut, meski tetap menerima keputusan dengan sikap profesional.

"Enzo tidak memahami situasi ini. Saat pelatih menyampaikan keputusan, dia menerimanya karena dia sangat profesional dan selalu menghormati keputusan. Tapi kami tidak mengerti hukuman ini."

Menurut Pastore, komentar Fernandez tidak menyebut keinginan untuk hengkang dari Chelsea, melainkan hanya membahas kota Madrid secara umum.

"Dia tidak menyebut klub mana pun atau mengatakan ingin pergi dari Chelsea. Dia hanya menyebut Madrid sebagai kota," lanjutnya.

 


Rosenior: Ada Batas yang Dilanggar

Gelandang Argentina Chelsea #08, Enzo Fernandez (C), berebut bola selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Chelsea FC dan Paris Saint-Germain (PSG) di Stamford Bridge, London barat pada 18 Maret 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Di sisi lain, Liam Rosenior tetap pada pendiriannya. Ia mengakui keputusan tersebut tidak mudah, tetapi menilai ada garis yang telah dilanggar oleh sang pemain.

Keputusan ini menunjukkan komitmen Rosenior dalam menjaga disiplin dan standar di dalam tim, meski harus mengorbankan salah satu pemain kunci.

"Saya sudah berbicara dengan Enzo. Sebagai klub, kami mengambil keputusan bahwa dia tidak akan tersedia untuk dua pertandingan ke depan," ujar Rosenior.

"Ini mengecewakan karena dia berbicara seperti itu. Saya tidak punya hal buruk untuk dikatakan tentangnya, tetapi ada batas yang telah dilanggar dalam budaya yang ingin kami bangun."

 


Cucurella Lolos dari Sanksi

Pemain Chelsea, Marc Cucurella, meninggalkan lapangan setelah diganjar kartu merah saat melawan Fulham pada pekan ke-21 Premier League di Stadion Craven Cottage, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Menariknya, Rosenior mengambil pendekatan berbeda terhadap Marc Cucurella, yang juga sempat melontarkan komentar kontroversial. Bek asal Spanyol itu sebelumnya menyinggung dampak kepergian pelatih lama Enzo Maresca serta kebijakan transfer klub.

Cucurella bahkan mengakui bahwa kekalahan telak dari Paris Saint-Germain membuat tim merasa terpukul.

"Untuk kami yang ingin memenangkan hal besar, momen seperti ini membuat kami merasa kecewa," ungkapnya.

Namun, Rosenior memilih tidak memberikan sanksi kepada Cucurella. Ia mengaku telah berbicara langsung dengan sang pemain dan lebih memilih pendekatan komunikasi.

"Saya punya percakapan yang sangat baik dengan Marc. Saya kecewa dengan arah wawancaranya, tetapi saya merasa dia seharusnya berbicara kepada kami lebih dulu."

 


Konflik Internal Jadi Tantangan Besar

Dua gol kemenangan Fulham dicetak oleh Raul Jimenez dan Harry Wilson. Chelsea sempat menyamakan kedudukan melalui Liam Delap. (AP Photo/Dave Shopland)

Situasi ini memperlihatkan adanya ketegangan di dalam skuad Chelsea. Perbedaan pendekatan terhadap dua kasus serupa juga berpotensi memicu perdebatan di ruang ganti.

Rosenior sendiri menegaskan bahwa ia ingin para pemain berbicara secara terbuka, tetapi tetap dalam koridor internal tim.

"Saya ingin para pemain tahu bahwa mereka bisa berbicara secara terbuka dan jujur demi kebaikan klub. Kami sadar bahwa kami harus terus berkembang."


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait