Bukan Eriksson atau Capello, Ini Pelatih Favorit Wayne Rooney di Timnas Inggris

Wayne Rooney mengungkap pelatih Timnas Inggris favoritnya. Pilihannya, mengejutkan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 April 2026, 11:30 WIB
Wayne Rooney. Striker Inggris ini mengoleksi 6 gol dalam 3 edisi Piala Eropa, yaitu Euro 2004, 2012 dan 2016. Pencapaian terbaiknya adalah lolos hingga perempatfinal di edisi 2004 dan 2012. Wayne Rooney memutuskan pensiun pada 15 November 2018 dengan koleksi 120 caps. (Foto: AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Wayne Rooney, mengungkapkan sosok pelatih Timnas Inggris yang paling berkesan sepanjang karier internasionalnya. Pilihannya cukup mengejutkan, mengingat banyak nama besar pernah menanganinya.

Tidak diragukan lagi, Rooney adalah satu di antara pemain terbaik sepanjang sejarah Inggris dan MU. Ia menutup karier di kedua tim sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

Advertisement

Bersama Timnas Inggris, Rooney mencetak 53 gol dari 120 penampilan, melampaui rekor Sir Bobby Charlton (49 gol). Catatan itu kemudian dilewati oleh Harry Kane pada 2023.

Sementara di level klub, Rooney masih memegang rekor di MU dengan 253 gol dari 559 laga, kembali mengungguli rekor Charlton.

Sepanjang kariernya, Rooney bekerja dengan sejumlah pelatih top. Di level klub, Sir Alex Ferguson dan David Moyes menjadi figur penting. Namun, di tim nasional, ia merasakan sentuhan banyak pelatih ternama.


Debut di Timnas Inggris

Wayne Rooney beraksi saat Inggris menang 1-0 atas Slovenia di Port Elizabeth pada 23 Juni 2010, yang mengantar mereka lolos ke babak 16 besar PD 2010. AFP PHOTO/PATRICK HERTZOG

Rooney menjalani debut bersama Inggris pada 2003 saat menghadapi Australia. Ia dipanggil oleh Sven-Goran Eriksson dan langsung mencuri perhatian di Piala Eropa 2004 dengan empat gol saat masih berusia 18 tahun.

Eriksson juga membawanya ke Piala Dunia 2006. Namun, Rooney yang belum sepenuhnya bugar gagal mencetak gol dan bahkan mendapat kartu merah saat Inggris tersingkir di perempat final oleh Portugal.

Setelah itu, Steve McClaren mengambil alih, tetapi periode tersebut berjalan buruk karena Inggris gagal lolos ke Piala Eropa 2008. Posisinya kemudian digantikan oleh Fabio Capello.

Di bawah Capello, Rooney tampil tajam dengan mencetak sembilan gol di kualifikasi Piala Dunia 2010 dan juga pertama kali menjadi kapten dalam laga uji coba melawan Brasil pada 2009.

Namun, penampilan Inggris di putaran final 2010 mengecewakan, termasuk kekalahan telak dari Jerman di babak gugur.


Era Hodgson

Striker Inggris, Wayne Rooney bertepuk tangan usai pertandingan persahabatan melawan Amerika Serikat (AS) di Stadion Wembley, Inggris (16/11). Laga ini merupakan laga perpisahan bagi Wayne Rooney bersama timnas Inggris. (AP Photo/Alastair Grant)

Kepemimpinan kemudian beralih ke Roy Hodgson. Rooney sempat absen di dua laga awal Piala Eropa 2012 karena hukuman, tetapi mencetak gol saat melawan Ukraina. Sayangnya, ia gagal mengeksekusi penalti saat Three Lions tersingkir oleh Italia di perempat final.

Di era Hodgson, Rooney juga menjadi kapten utama tim. Namun, hasil buruk kembali terjadi di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016, termasuk kekalahan mengejutkan dari Islandia.

Setelah itu, Sam Allardyce hanya sempat memimpin satu pertandingan sebelum digantikan Gareth Southgate.

Rooney kemudian tersisih dari skuad pada 2017 dan memutuskan pensiun dari timnas, meski sempat kembali untuk satu laga perpisahan pada 2018 melawan Amerika Serikat.


Pilihan Mengejutkan Rooney

Roy Hodgson. Pelatih asal Inggris yang baru ditunjuk Watford menggantikan Claudio Ranieri ini segera memperbarui rekor sebagai pelatih tertua di Liga Inggris yang masih dipegangnya. Terakhir, ia membesut Crystal Palace saat berusia 73 tahun dan 287 hari (23/5/2021). (AP/Pool/Facundo Arrizabalaga)

Dari sekian banyak pelatih yang pernah menanganinya, Rooney justru memilih Roy Hodgson sebagai favoritnya, bukan Eriksson yang memberinya debut atau Capello yang mempercayainya sebagai kapten.

Dalam program BBC Sport, Rooney menjelaskan alasannya.

"Saya merasa periode terbaik saya secara individu bersama tim nasional Inggris terjadi di bawah Roy," ujar Rooney.

"Saya pikir dia akan pendiam, tetapi mungkin di pertandingan pertama atau saat jeda, dia bisa marah dan itu sedikit mengejutkan saya."

"Namun, masa favorit saya bermain untuk Inggris adalah di bawah Roy, dan saya rasa itu karena kami juga memiliki rasa saling percaya."

Pilihan ini cukup mengejutkan mengingat Inggris justru tampil kurang memuaskan di turnamen besar saat dilatih Hodgson. Rooney juga mengakui momen perpisahan itu terasa berat baginya.

"Saya ingat melihat kekecewaan di wajah Roy, dan kami tahu saat itu bahwa itu akan menjadi akhir baginya," kata Rooney.

"Saya juga mulai berpikir bahwa mungkin ini juga akhir dari karier saya. Momen di ruang ganti setelah pertandingan itu adalah perasaan terburuk yang pernah saya alami," ungkap Rooney.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait