Bola.com, Jakarta - Sepak bola Italia tengah berada di titik nadir. Kegagalan lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun mengguncang fondasi yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia.
Situasi tersebut memicu gelombang perubahan besar di tubuh federasi. FIGC kini memasuki fase transisi setelah serangkaian pengunduran diri dari para petinggi.
Nama-nama penting seperti Gabriele Gravina, Gennaro Gattuso, hingga Gianluigi Buffon disebut telah meninggalkan jabatan mereka di tengah tekanan besar.
Di tengah kekacauan ini, muncul satu nama besar yang langsung menyita perhatian publik. Sosok legenda hidup Italia, Paolo Maldini, kini disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk memimpin revolusi baru sepak bola Negeri Pizza.
Maldini Jadi Kandidat Utama, Dorongan dari Pemerintah
Menurut laporan media Italia, La Stampa, nama Paolo Maldini menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi Presiden FIGC.
Pencalonan ini bahkan mendapat dukungan langsung dari Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, yang menginginkan sosok kuat untuk membawa perubahan.
FIGC sendiri dijadwalkan menggelar pemilihan presiden baru pada 22 Juni mendatang. Para kandidat harus sudah diumumkan setidaknya 40 hari sebelum tanggal pemilihan.
Dengan reputasi, pengalaman, dan pengaruh besar yang dimilikinya, Maldini dinilai sebagai figur ideal untuk memulai era baru sepak bola Italia.
Misi Besar: Bangun Ulang Sepak Bola Italia
Siapa pun yang terpilih nanti akan menghadapi tugas berat. Reformasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam hal pengembangan pemain muda.
Selama ini, Italia dinilai mulai tertinggal dalam mencetak talenta muda berkualitas, yang menjadi salah satu faktor utama kegagalan di level internasional.
Maldini, yang memiliki pengalaman sebagai direktur teknik di AC Milan, dianggap memahami betul bagaimana membangun sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan.
Kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan identitas sepak bola Italia yang dikenal disiplin, solid, dan kompetitif.
Tantangan Besar: Maukah Maldini?
Meski namanya mencuat sebagai kandidat utama, belum tentu Paolo Maldini bersedia menerima tawaran tersebut.
Selama ini, Maldini dikenal memiliki komitmen kuat hanya untuk AC Milan. Ia bahkan pernah menyatakan bahwa perannya di sepak bola Italia hanya akan berkaitan dengan klub tersebut.
Maldini sempat menjabat sebagai direktur pengembangan pada 2018 hingga 2019, sebelum naik menjadi direktur teknik. Namun, kiprahnya berakhir secara mengejutkan setelah dipecat pada Juni 2023.
Kini, peluang untuk kembali ke panggung sepak bola dalam peran yang jauh lebih besar terbuka lebar. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Maldini.
Jika ia menerima tantangan tersebut, bukan tidak mungkin Italia akan memasuki era baru yang penuh harapan.