Paolo Maldini Digadang Jadi Ketum FIGC Seusai Krisis Besar Timnas Italia

Sepak bola Italia tengah berada di titik nadir. Kegagalan lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun mengguncang fondasi yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 05 April 2026, 15:45 WIB
Direktur Olahraga, AC Milan, Paolo Maldini terlihat saat laga lanjutan Liga Italia 2021/2022 antara Torino melawan AC Milan di The Olympic Stadium, Turin, 10 April 2022. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Italia tengah berada di titik nadir. Kegagalan lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun mengguncang fondasi yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia.

Situasi tersebut memicu gelombang perubahan besar di tubuh federasi. FIGC kini memasuki fase transisi setelah serangkaian pengunduran diri dari para petinggi.

Advertisement

Nama-nama penting seperti Gabriele Gravina, Gennaro Gattuso, hingga Gianluigi Buffon disebut telah meninggalkan jabatan mereka di tengah tekanan besar.

Di tengah kekacauan ini, muncul satu nama besar yang langsung menyita perhatian publik. Sosok legenda hidup Italia, Paolo Maldini, kini disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk memimpin revolusi baru sepak bola Negeri Pizza.

 


Maldini Jadi Kandidat Utama, Dorongan dari Pemerintah

2. Paolo Maldini (AC Milan) - Saat sang legenda memutuskan untuk pensiun, saat itu pula nomor tiga diistirahatkan. Persembahan 26 trofi untuk klub kota Milan itu membuat I Rossoneri layak memberikan penghormatan tinggi untuknya. (AFP/Emilio Andreoli)

Menurut laporan media Italia, La Stampa, nama Paolo Maldini menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi Presiden FIGC.

Pencalonan ini bahkan mendapat dukungan langsung dari Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, yang menginginkan sosok kuat untuk membawa perubahan.

FIGC sendiri dijadwalkan menggelar pemilihan presiden baru pada 22 Juni mendatang. Para kandidat harus sudah diumumkan setidaknya 40 hari sebelum tanggal pemilihan.

Dengan reputasi, pengalaman, dan pengaruh besar yang dimilikinya, Maldini dinilai sebagai figur ideal untuk memulai era baru sepak bola Italia.

 


Misi Besar: Bangun Ulang Sepak Bola Italia

Pemilik RedBird Capital Partners sekaligus AC Milan, Gerry Cardinale (kiri) berbicara dengan Direktur Olahraga AC Milan, Paolo Maldini saat laga lanjutan Liga Italia 2022/2023 antara AC Milan melawan Inter Milan di Stadion San Siro, Milan, 3 September 2022. (AFP/Isabella Bonotto)

Siapa pun yang terpilih nanti akan menghadapi tugas berat. Reformasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam hal pengembangan pemain muda.

Selama ini, Italia dinilai mulai tertinggal dalam mencetak talenta muda berkualitas, yang menjadi salah satu faktor utama kegagalan di level internasional.

Maldini, yang memiliki pengalaman sebagai direktur teknik di AC Milan, dianggap memahami betul bagaimana membangun sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan.

Kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan identitas sepak bola Italia yang dikenal disiplin, solid, dan kompetitif.

 


Tantangan Besar: Maukah Maldini?

Meski namanya mencuat sebagai kandidat utama, belum tentu Paolo Maldini bersedia menerima tawaran tersebut.

Selama ini, Maldini dikenal memiliki komitmen kuat hanya untuk AC Milan. Ia bahkan pernah menyatakan bahwa perannya di sepak bola Italia hanya akan berkaitan dengan klub tersebut.

Maldini sempat menjabat sebagai direktur pengembangan pada 2018 hingga 2019, sebelum naik menjadi direktur teknik. Namun, kiprahnya berakhir secara mengejutkan setelah dipecat pada Juni 2023.

Kini, peluang untuk kembali ke panggung sepak bola dalam peran yang jauh lebih besar terbuka lebar. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Maldini.

Jika ia menerima tantangan tersebut, bukan tidak mungkin Italia akan memasuki era baru yang penuh harapan.

Berita Terkait