Selain Darurat Striker Nomor 9, Timnas Indonesia Besutan John Herdman Butuh Tambahan Sosok Gelandang Kreatif

Mantan pemain Timnas Indonesia merasa ada dua posisi di Tim Garuda yang membutuhkan tambahan tenaga.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 05 April 2026, 21:30 WIB
Para pemain Timnas Indonesia berfoto bersama sebagai runner up setelah laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di tadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Mantan palang pintu Timnas Indonesia, Aris Indarto, ikut angkat suara terkait krisis striker yang masih terus menjadi problem bagi Tim Garuda hingga saat ini.

Kekurangan striker atau pemain bernomor punggung 9 tak hanya menerpa pelatih John Herdman, tapi juga dua pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong.

Advertisement

Minim striker yang mumpuni membuat Timnas Indonesia masih terus bertumpu kepada Ole Romeny, termasuk ketika Skuad Garuda mengarungi FIFA Series 2026 kemarin.

Mengingat agenda tahun ini terbilang padat, PSSI harus segera menuntaskan persoalan krisis striker. Ada dua kemungkinan yang akan ditempuh PSSI.

Pertama menaturalisasi pemain keturunan yang berkarier di Eropa, dan kedua mencari striker lokal yang berkompetisi di BRI Super League.


Striker Lokal Belum Bisa Seperti Ole Romeny

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny merayakan gol ke gawang St Kitts and Nevis dalam laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Opsi pertama sepertinya lebih realistis. Striker lokal dianggap belum punya kualitas seperti Ole Romeny. Hal itu dikatakan Aris Indarto via kanal YouTube Nusantara TV belum lama ini.

"Ya, secara kualitas mungkin agak susah ya. Untuk kualitas sekelas Ole Romeny, sangat susah karena ya kualitasnya beda," kata Aris Indarto.

"Ole Romeny disebut-sebut pemain yang cerdas. Dia di posisi nomor 9 bagus, di posisi nomor 10 juga bagus. Karena dia di posisi nomor 10 banyak enggak terkontrol karena di posisi nomor 9 kan pasti dijaga dua stoper."

"Kalau di posisi nomor 10 dia lebih melebar, bisa muncul dari lini kedua. Dan lebih bebas karena lawan fokusnya akan berkurang," lanjutnya.


Butuh Gelandang Kreatif

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, dalam duel melawan Chinese Taipei pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Jakarta, Jumat (6/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Selain striker, Aris Indarto juga mengingatkan kalau Skuad Garuda butuh tambahan gelandang kreatif. Ia menjadikan laga kontra Bulgaria di final FIFA Series 2026 sebagai cerminan.

Legenda 48 tahun yang juga pernah menjadi kapten Persija Jakarta juga mengatakan Timnas Indonesia butuh gelandang kreatif selain Thom Haye.

"Saya lebih terfokus kepada gelandang yang kreatif. Kita harus mencari gelandang yang kreatif, karena kalau kita seperti melawan Bulgaria, kalau mereka sudah parkir bus bahkan parkir pesawat apalagi, kita membutuhkan gelandang kreatif," tandas Aris Indarto.

"Kita butuh berbagai macam cara untuk menembus pertahanan lawan. Jadi dibutuhkan gelandang-gelandang yang kreatif untuk memberi umpan kepada nomor 9 atau ke nomor 10," pungkas Aris Indarto.

Berita Terkait