Bola.com, Kediri - Kekecewaan dirasakan seluruh elemen Persik Kediri setelah ditahan imbang Persijap Jepara dengan skor 0-0 pada laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Senin (6/ 4/2026) sore WIB.
Bahkan pelatih Marcos Reina mengungkap para pemain frustrasi dengan kegagalan meraih absolut di tengah ketatnya persaingan antartim pada akhir musim ini.
Penyebabnya karena Macan Putih punya peluang memenangkan partai ini lewat aksi Jose Enrique. Gol pertama pada menit ke-28 dari sontekan kaki striker asal Spanyol itu dianulir wasit setelah cek VAR menyatakan dia dalam offside.
Jose Enrique juga tak berhasil menambah koleksi golnya setelah sepakan dari titik penalti menit ke-59 diblokir kaki kiper Persijap, Sendry Johansyah.
"Perasaan yang kami rasakan saat ini adalah frustrasi karena, sekali lagi, saya pikir kami pantas mendapatkan tiga poin. Kami kurang beruntung. Ada gol yang dianulir dan penalti yang gagal. Namun, itu bagian dari permainan sepak bola. Jadi begitulah adanya hasil hari ini," kata Marcos Reina.
Bukan Kegagalan Pertama
Kegagalan eksekusi dari titik putih itu jadi kali kedua dialami Persik Kediri. Sebelumnya saat Persik dikalahkan Persis 1-2 di Solo pada pekan ke-23 lalu, Ezra Walian juga gagal jadi algojo.
"Kami sedang mengalami fase sulit dari titik penalti. Kami gagal dari dua penalti yang seharusnya bisa menambah empat poin. Saat ini kami sedang tidak beruntung," ucapnya.
Namun, arsitek asal Spanyol itu tetap mencoba berbesar hati menerima kenyataan pahit ini.
"Lepas dari hasil kurang bagus ini, kami beruntung karena hari ini bisa clean sheet. Selain itu, kami bertanding tanpa beberapa pemain penting yang absen," jelasnya.
Persik meladeni Persijap dengan kekuatan pincang, karena Ezra Walian, Kiko Carneiro, Hamra Hehanusa, dan Telmo Castanheira cedera. Sedangkan Adrian Luna akumulasi kartu kuning.
Jadi Kesempatan untuk Pemain Lain
Namun, Marcos Reina menyebut ada hikmah atas absennya para pilar utama itu. Beberapa pemain pengganti yang diturunkan tampil bagus.
Chechu Meneses yang berduet dengan M. Firly mampu menggantikan peran pasangan Kiko Carneiro-Hamra Hehanusa di posisi bek tengah. Rezaldi Hehanussa melakukan comeback sempurna sebagai bek kiri.
Bayu Otto yang didaulat menjadi kapten tim pengganti Ezra Walian juga mampu memimpin rekan setimnya. Gelandang serang lokal Kediri itu pun bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Adrian Luna.
"Semua pemain itu tak cukup fit untuk tampil. Telmo sudah pulih, tapi dia masih punya masalah kecil. Namun, ini jadi kesempatan pemain lain untuk bermain. Supriadi, Wigi Pratama, dan Chechu bisa bermain. Bayu Otto sangat bagus," ujar Maros Reina.