Selama Ada Luis Enrique, PSG Tidak Akan Jadi Destinasi Baru Mohamed Salah

Laporan dari publikasi Spanyol, AS, menyebutkan juara Ligue 1 itu sempat mempertimbangkan Mohamed Salah sebagai calon penerus Lionel Messi.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 09 April 2026, 11:00 WIB
Pelatih asal Spanyol, Luis Enrique. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Mohamed Salah dipastikan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini. Meskipun tujuannya masih menjadi tanda tanya besar, pintu bagi bintang Mesir itu untuk bergabung dengan klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), tampaknya telah tertutup rapat sejak kedatangan Luis Enrique.

Laporan dari publikasi Spanyol, AS, menyebutkan juara Ligue 1 itu sempat mempertimbangkan Mohamed Salah sebagai calon penerus Lionel Messi.

Advertisement

Namun, rencana tersebut digagalkan Luis Enrique setelah ia tiba pada 2023. Pelatih asal Spanyol itu dilaporkan bersikap tegas karena ia tidak ingin mendatangkan bintang-bintang besar ke dalam skuadnya.

Sikap Enrique yang mengutamakan kolektivitas tim di atas nama besar pemain menjadi alasan utama mengapa spekulasi kepindahan Salah ke ibu kota Prancis tidak pernah terealisasi.


Bantahan dari Pihak Terkait

Penyerang Paris Saint-Germain asal Prancis Bradley Barcola (kiri) menjegal penyerang Liverpool asal Mesir Mohamed Salah (kanan) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (Prancis) dan Liverpool (Inggris) di stadion Parc des Princes di Paris pada tanggal 5 Maret 2025.FRANCK FIFE / AFP

Sebelumnya, sempat beredar rumor presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, melakukan pembicaraan dengan striker Liverpool itu pada 2023. Namun, kabar ini langsung dibantah oleh agen Salah, Ramy Abbas Issa.

"Dia tidak bertemu dengannya. Itu cerita singkatnya," tulis Issa di platform X.

Al-Khelaifi pun turut menepis klaim tersebut dengan mengatakan: "Itu tidak benar. Dia adalah pemain yang fantastis dan luar biasa, tetapi sejujurnya kami tidak pernah mempertimbangkannya."

Kami tahu setiap klub akan senang memilikinya, tetapi rumor tentang kami ini sama sekali tidak benar," lanjutnya.


Fokus Proyek Jangka Panjang dan Pemain Muda

Paris Saint-Germain dibeli oleh Qatar Sports Investments pada 2011 silam. Grup yang dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi merupakan anak usaha dari Otoritas Investasi Qatar, yang mengelola kekayaan negara. Tak heran jika PSG memiliki dana yang melimpah. (AFP/Kenzo Tribouillard)

Alih-alih mengejar pemain bintang yang sudah mapan, PSG di bawah kepemimpinan Al-Khelaifi lebih memilih fokus pada pengembangan talenta muda.

Al-Khelaifi menekankan dedikasi klub terhadap proyek masa depan yang sedang dijalankan oleh pelatih mereka.

"Kami sedang membangun tim untuk masa depan bersama pelatih kami yang luar biasa. Kami memiliki rencana jangka panjang dengan tim dan pelatih ini," jelas Al-Khelaifi.

"Pemain kami bersatu, dan itu adalah kelompok yang fantastis dengan suasana yang hebat. Menurut pendapat saya, kami memiliki pelatih terbaik di dunia saat ini. Dia sedang membangun proyek untuk masa depan," lanjutnya.


Akhir dari Era Emas di Anfield

Ilustrasi Mohamed Salah di Liverpool. (Bola.com/AFP/Gemini)

Dengan laporan PSG kini sedang menyiapkan kontrak baru untuk Enrique, peluang Salah untuk berseragam Les Parisiens tampak semakin tipis.

Pemain berusia 33 tahun ini kini justru harus bersiap menghadapi PSG sebagai lawan di perempat final Liga Champions.

Selama sembilan musim yang luar biasa di Anfield, kapten timnas Mesir ini telah meraih pencapaian gemilang, termasuk dua gelar Premier League, satu gelar Liga Champions, dua Piala Carabao, Piala FA, serta trofi Piala Dunia Antarklub pertama dalam sejarah klub pada Desember 2019.

Kini, dunia sepak bola menanti ke mana langkah selanjutnya akan diambil oleh sang ikon Liverpool tersebut.

Sumber: Mirror

Berita Terkait