Gianluigi Donnarumma Terluka dengan Tuduhan Pemain Italia Minta Bonus jika Lolos ke Piala Dunia 2026

Kiper Timnas italia, Gianluigi Donnarumma, akhirnya buka suara soal, kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 April 2026, 16:45 WIB
Penjaga gawang Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, berjalan keluar lapangan usai pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. Timnas Italia dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Kiper Timnas italia, Gianluigi Donnarumma, akhirnya buka suara soal, kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026. Itu merupakan salah satu pekan tergelap dalam sejarah sepak bola Italia. 

Donnarumma juga tegas menanggapi kontroversi bonus yang muncul setelah kekalahan dari Bosnia di laga playoff. Menurut rumor yang beredar para pemain Italia menuntut bonus masing-masing senilai 300 ribu poundsterling atau setara Rp6,8 miliar jika melaju ke Piala Dunia 2026. 

Advertisement

Donnarumma, yang merupakan kapten Italia, mencurahkan perasaannya dalam wawancara yang penuh refleksi dan emosi di Sky Sport. Ia membahas berbagai hal, mulai dari rasa sakit pribadi akibat gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, hingga laporan negatif soal tuntutan bonus dari dalam skuad.

Bagi Donnarumma, rumor-rumor tersebut sangat menyakitkan.  “Apa yang paling menyakitkan bagi saya adalah apa yang diberitakan,” ujarnya, seperti dikutip Football Italia, Kamis (9/4/2026). 

“Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta satu euro pun kepada Timnas Italia. Apa yang terjadi di tim nasional, seperti biasa di setiap kompetisi, adalah adanya hadiah yang diberikan kepada pemain jika mencapai target. Itu saja, dan tidak ada yang meminta apa pun kepada federasi. Hadiah kami adalah lolos ke Piala Dunia. Sayangnya, itu tidak terjadi," imbuh penjaga gawang Manchester City tersebut. 

 


Donnarumma Terluka

Bertanding melawan Bosnia dan Herzegovina, Timnas Italia kalah 1-4 lewat drama adu penalti. Tampak dalam foto, pemain Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, Nicolo Barella dan pelatih Gennaro Gattuso (kiri ke kanan) bereaksi saat pertandingan sepak bola final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Pernyataan ini menjadi bantahan tegas dan jelas dari seorang pemain yang merasa integritas timnya dipertanyakan di saat yang sudah sangat menyakitkan.

“Saya lebih terluka oleh komentar dan kata-kata yang muncul daripada hal lainnya,” tambah Donnarumma. 

 

 


Terima Kasih

Gianluigi Buffon dan Gennaro Gattuso bahu membahu untuk membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026. (Fabrice COFFRINI / AFP)

Kepergian Gabriele Gravina dari jabatan kepala FIGC, Gennaro Gattuso (pelatih Italia), dan Gianluigi Buffon (Ketua Delegasi Timnas Italia) menambah lapisan emosi dalam periode sulit ini.

Donnarumma menyampaikan apresiasi besar kepada ketiganya dan tampak terpukul oleh rangkaian pengunduran diri setelah kekalahan di Zenica.

“Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengan Gigi, Gattuso, dan Gravina,” katanya.

“Kami merasa paling sedih untuk mereka. Wajar jika Anda merasa sedikit bertanggung jawab atas semua yang terjadi sekarang, dan itu menyakitkan. Tetapi saya ingin berterima kasih kepada pelatih, presiden, dan Gigi karena mereka telah memberikan kontribusi yang sangat penting.”

 


Italia Akan Kembali Kuat

Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Gianluigi Donnarumma menegaskan identitas sepak bola Italia belum hancur dan masih bisa diperbaiki.

“Dalam beberapa tahun ini, di luar kekecewaan, kami telah meraih hal-hal penting. Tidak semuanya harus dibuang," kata Donnarumma. 

Pesannya untuk masa depan sederhana namun penuh makna. “Ini sulit, tetapi kami harus melangkah maju dengan kekuatan dan keyakinan bahwa Italia akan kembali kuat, akan kembali besar.”

“Dua hari pertama sangat berat dan melelahkan. Ini menyakitkan, benar-benar menyakitkan. Di hari-hari awal saya kesulitan menerimanya. Tetapi kenyataannya adalah Anda harus memulai lagi, melangkah maju, dan bereaksi," imbuh dia. 

Sumber: Football Italiia

Berita Terkait