Profil Timnas Swiss di Piala Dunia 2026: Tim Konsisten yang Usung Ambisi Besar

Timnas Swiss kembali bakal berpartisipasi di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 10 April 2026, 20:45 WIB
Cover Timnas Swiss di Piala Dunia 2026. (Bola.com/Tim Multimedia)

Bola.com, Jakarta - Timnas Swiss kembali bakal berpartisipasi di Piala Dunia 2026  yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. 

Swiss datang membawa reputasi sebagai salah satu tim paling konsisten dari Eropa. Keikutsertaan ini menjadi yang keenam secara beruntun sekaligus yang ke-13 sepanjang sejarah mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.

Advertisement

Dalam beberapa dekade terakhir, Swiss menunjukkan stabilitas performa yang jarang dimiliki tim papan tengah Eropa. Mereka hampir selalu mampu lolos dari fase grup, tapi kerap gagal melangkah lebih jauh akibat hasil dramatis di fase gugur.

Generasi saat ini juga datang dengan pengalaman yang lebih matang dan komposisi tim yang seimbang. Kombinasi antara pemain senior dan talenta muda membuat Swiss menjadi lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dengan bekal tersebut, Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi Swiss untuk kembali mencatat sejarah. Target menembus perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954 menjadi ambisi realistis yang mereka bawa.


Perjalanan Swiss Lolos ke Piala Dunia 2026

Jonathan Tah (Jerman) berebut bola dengan Dan Ndoye (Swiss) dalam laga persahabatan internasional antara Swiss dan Jerman di Basel, Swiss, Jumat, 27 Maret 2026. (Claudio Thoma/Keystone via AP)

Swiss tampil impresif sepanjang babak kualifikasi menuju Piala Dunia 2026. Mereka membuka langkah dengan kemenangan telak 4-0 atas Kosovo, di mana Breel Embolo mencetak dua gol.

Performa solid berlanjut saat mereka mengalahkan Slovenia 3-0 dan menundukkan Swedia 2-0. Tim asuhan Murat Yakin menunjukkan keseimbangan antara lini belakang yang kukuh dan serangan yang efektif.

Pada laga tandang, Swiss tetap menjaga konsistensi dengan hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia. Mereka kemudian kembali mengalahkan Swedia dengan skor meyakinkan 4-1.

Hasil imbang melawan Kosovo di laga terakhir memastikan Swiss lolos tanpa kekalahan. Mereka menutup kualifikasi dengan selisih gol +12, mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali.


Sepak Terjang Swiss di Piala Dunia

Timnas Swiss. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Swiss memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dengan catatan 13 kali tampil sejak debut pada 1934. Prestasi terbaik mereka adalah mencapai perempat final sebanyak tiga kali, yakni pada 1934, 1938, dan 1954.

Meski belum mampu mengulang capaian tersebut dalam era modern, konsistensi Swiss tetap terlihat. Sejak 1994. Mereka berhasil mencapai babak 16 besar dalam lima dari enam partisipasi terakhir.

Catatan ini memperlihatkan Swiss selalu menjadi tim yang sulit dikalahkan di fase awal turnamen. Namun, mereka sering tersingkir dengan cara yang menyakitkan, termasuk melalui adu penalti atau kekalahan tipis.


Pelatih Swiss: Murat Yakin

Pelatih Swiss, Murat Yakin, merayakan kemenangan atas Italia pada babak 16 besar Euro 2024 di Olympiastadion Berlin, Sabtu (29/6/2024). (AP Photo/Markus Schreiber)

Murat Yakin mulai melatih Timnas Swiss sejak 2021 setelah menggantikan Vladimir Petkovic. Sebagai mantan pemain timnas, Yakin memahami karakter sepak bola Swiss dengan sangat baik.

Karier kepelatihannya dimulai sejak 2006 dengan melatih sejumlah klub lokal. Pengalaman tersebut membentuk pendekatan taktik yang menekankan disiplin dan organisasi permainan.

Di bawah arahannya, Swiss tampil solid di Piala Dunia 2022 meski harus tersingkir di babak 16 besar. Mereka kalah telak 1-6 dari Portugal dalam pertandingan yang menjadi evaluasi besar bagi tim.

Di Euro 2024, Yakin membawa Swiss melangkah hingga perempat final setelah menyingkirkan Italia. Mereka kemudian tersingkir lewat adu penalti melawan Inggris dalam laga ketat.


Calon Bintang Swiss: Granit Xhaka

Granit Xhaka menghadapi Serge Gnabry dalam laga uji coba internasional antara Swiss vs Jerman di St. Jakob-Park, 28 Maret 2026. (Georgios Kefalas/Keystone via AP)

Peran sentral dalam tim Swiss dipegang oleh kapten Granit Xhaka. Pemain berusia 33 tahun ini menjadi figur penting baik di dalam maupun luar lapangan.

Xhaka memiliki pengalaman bermain di level tertinggi, termasuk bersama Arsenal dan Bayer Leverkusen. Pada musim 2025/2026, ia tampil impresif bersama Sunderland di Premier League.

Sebagai gelandang, Xhaka berfungsi sebagai pengatur tempo permainan sekaligus pemimpin tim. Ia juga menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Timnas Swiss.

Pengalamannya di tiga edisi Piala Dunia sebelumnya menjadi nilai tambah bagi Swiss. Performa Xhaka di Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi faktor penentu perjalanan timnya.


Daftar Pemain Swiss

Kemenangan juga akan mengantarkan anak asuh Murat Yakin lolos ke babak selanjutnya. (Fabrice COFFRINI / AFP)

Berikut adalah pemain-pemain yang dipanggil ke Timnas Swiss untuk pertandingan uji coba melawan Jerman dan Norwegia pada Maret 2026.

Kiper

  • Gregor Kobel (Borussia Dortmund)
  • Yvon Mvogo (Lorient)
  • Marvin Keller (Young Boys)

Belakang

  • Miro Muheim (Hamburger SV)
  • Silvan Widmer (Mainz 05)
  • Nico Elvedi (Borussia Monchengladbach)
  • Manuel Akanji (Inter Milan)
  • Ricardo Rodriguez (Real Betis)
  • Eray Comert (Valencia)
  • Luca Jaquez (VfB Stuttgart)
  • Aurele Amenda (Eintracht Frankfurt)

Tengah

  • Denis Zakaria (AS Monaco)
  • Remo Freuler (Bologna)
  • Johan Manzambi (SC Freiburg)
  • Granit Xhaka (Sunderland)
  • Ardon Jashari (AC Milan)
  • Djibril Sow (Sevilla)
  • Vincent Sierro (Al-Shabab)
  • Alvyn Sanches (Young Boys)
  • Michel Aebischer (Pisa)
  • Fabian Rieder (FC Augsburg)
  • Joel Monteiro (Young Boys)

Depan

  • Breel Embolo (Rennes)
  • Dan Ndoye (Nottingham Forest)
  • Ruben Vargas (Sevilla)
  • Noah Okafor (Leeds United)