Muncul di Arena Pacuan Kuda, Kondisi Alex Ferguson Bikin Penggemar Cemas

Penampilan terbaru Sir Alex Ferguson tuai kekhawatiran, ada apa?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 April 2026, 11:15 WIB
Mantan manajer Manchester United, Alex Ferguson, duduk di kursinya untuk pertandingan sepak bola persahabatan internasional antara Skotlandia dan Pantai Gading di Stadion Hill Dickinson di Liverpool, barat laut Inggris pada 31 Maret 2026. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kehadiran Alex Ferguson di ajang pacuan kuda di Aintree Racecourse sebenarnya bukan hal baru. Namun, bukan soal balapan yang jadi perbincangan, melainkan kondisi sang legenda yang memicu kekhawatiran para penggemar.

Seperti diketahui, pria asal Skotlandia itu memang sudah lama dikenal sebagai pencinta pacuan kuda.

Advertisement

Ia kerap terlihat di berbagai hari perlombaan dan pernah memiliki sejumlah kuda ternama, mulai dari Rock of Gibraltar hingga yang lebih baru seperti Protektorat dan L'Eau du Sud.

Namun, kali ini, sorotan justru tertuju pada kondisi Ferguson saat menjalani wawancara di arena parade pada Jumat.

Bersama legenda Liverpool, Ian Rush, Ferguson tampil di depan publik, tetapi cara bicaranya membuat banyak penggemar khawatir.


Suara Melemah, Penggemar Cemas

Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson (tengah), menyaksikan dari tribune menjelang pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa antara Manchester United dan Athletic Bilbao di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Sejumlah penggemar yang menyaksikan wawancara tersebut mengungkapkan kekhawatiran mereka di media sosial X. Banyak yang menilai suara Ferguson terdengar sangat pelan, bahkan hampir tidak terdengar.

"Suaranya tidak terdengar sehat..." tulis seorang penggemar.

Komentar itu langsung mendapat respons dari penggemar lain.

"Saya juga merasa begitu, cara bicaranya tidak seperti biasa di siaran hari ini," sahut yang lain.

Ada pula yang mengaku sulit menerima perubahan tersebut.

"Dia selalu terdengar kuat. Ini sulit untuk didengar," tulis seorang pengguna.

Kekhawatiran serupa terus bermunculan.

"Wah, kondisinya terdengar kurang baik, semoga dia baik-baik saja," tulis penggemar lainnya.

Bahkan ada yang bereaksi emosional, "Saya tidak sanggup melihat ini."

Meski begitu, tidak semua langsung beranggapan buruk. Sebagian mencoba melihat dari sisi lain.

"Usianya sudah 84 tahun, mungkin saja dia hanya sedikit minum," tulis seorang penggemar dengan nada lebih santai.


Riwayat Kesehatan Jadi Sorotan

Sir Alex Ferguson, eks manajer Manchester United. (Dok. manutd.com)

Kekhawatiran publik bukan tanpa alasan. Ferguson memang memiliki riwayat kesehatan yang cukup serius. Pada 2004, ia sempat dipasangi alat pemacu jantung untuk mengatasi gangguan irama jantung.

Situasi lebih mengkhawatirkan terjadi pada Mei 2018, ketika ia mengalami pendarahan otak dan harus menjalani operasi darurat.

Saat itu, peluang bertahan hidupnya disebut hanya sekitar 20 persen.

Terlepas dari kondisi tersebut, Ferguson tetap aktif menghadiri berbagai acara pacuan kuda, olahraga yang sangat ia cintai.

Dalam wawancara bersama Rush, suasana tetap hangat dan penuh canda.

Saat ditanya soal pandangannya terhadap Rush, Ferguson menjawab dengan jujur, tetapi santai.

"Tentu saja, saya membencinya," ujarnya sambil tersenyum tipis.

"Tidak, dia orang yang hebat," lanjutnya.


Tetap Aktif dan Penuh Semangat

Mantan manajer Manchester United Alex Ferguson (kiri) dan mantan manajer Liverpool Kenny Dalglish (kanan) duduk di kursi mereka untuk pertandingan persahabatan internasional antara Skotlandia dan Pantai Gading di Stadion Hill Dickinson di Liverpool, barat laut Inggris pada 31 Maret 2026. (PETER POWELL/AFP)

Ferguson juga mengungkap fakta menarik bahwa dirinya pernah mencoba merekrut Rush ke Manchester United setelah sang penyerang meninggalkan Juventus.

Namun, Rush pada akhirnya memilih kembali ke Liverpool.

Rush membenarkan hal tersebut.

"Saat saya kembali dari Juventus, dia mencoba merekrut saya. Ngomong-ngomong, dia adalah legenda pelatih, pelatih asal Skotlandia memang yang terbaik," kata Rush.

Tak hanya Ferguson, Rush juga menunjukkan kecintaannya terhadap dunia pacuan kuda.

"Saya menyukai pacuan kuda, saya menyukai semuanya tentang itu. Kami memang mencintai sepak bola, tetapi bagi saya ini bukan golf, pacuan kuda adalah yang terbaik kedua," ujarnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait