Sir Alex Ferguson Ungkap Momen di MU Bersama Ronaldo yang Hampir Bikin Dia Menangis

Sir Alex Ferguson mengungkap pemain andalannya di MU, Cristiano Ronaldo, pernah membuatnya hendak menengis. Karena apa?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 April 2026, 15:30 WIB
Sir Alex Ferguson bisa dibilang bapak penemu salah satu talenta pesepak bola terbaik di dunia, yaitu Cristiano Ronaldo. Di bawah pelatih legendaris Skotlandia tersebut, Ronaldo memainkan 292 laga dengan menyumbang 119 gol dan 73 assist dengan standar yang luar biasa. (AFP/Jack Taylor)

Bola.com, Jakarta - Kisah kebersamaan Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo di Manchester United menjadi satu di antara kolaborasi paling sukses dalam sejarah sepak bola.

Keduanya meraih banyak gelar, termasuk tiga trofi Liga Inggris dan satu Liga Champions, dalam enam tahun kebersamaan di Old Trafford.

Advertisement

Ferguson juga memainkan peran penting dalam perkembangan Ronaldo, dari talenta muda di Sporting CP hingga menjadi pemenang Ballon d'Or pada 2008.

Namun, di balik kesuksesan itu, ada satu momen emosional yang hampir membuat Ferguson menitikkan air mata.

Ferguson dikenal sebagai sosok tegas dan emosional di pinggir lapangan. Ia tak jarang menunjukkan luapan emosi, baik saat merayakan gol maupun saat marah kepada wasit.

Sepanjang kariernya, pelatih legendaris asal Skotlandia tersebut juga pernah berselisih dengan sejumlah pemain, seperti David Beckham, Jaap Stam, hingga Roy Keane.


Hampir Menangis karena Ronaldo

Cristiano Ronaldo dan Sir Alex Ferguson (AFP/Nicolas Asfouri)

Namun, sikapnya berbeda ketika berhadapan dengan Ronaldo. Hubungan keduanya sangat dekat, bahkan Ronaldo kerap menyebut Ferguson sebagai sosok ayah dalam kariernya.

Saat membahas kepindahan Ronaldo ke Real Madrid pada 2009, yang saat itu menjadi transfer termahal dunia, Ferguson mengaku sudah memperkirakan bahwa sang pemain tidak akan bertahan lama di MU.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan anak itu. Dia menjelaskan kepada saya apa yang dia rasakan dan itu persis seperti yang sudah saya dan Carlos Queiroz (asisten manajer di MU saat itu) pikirkan dua atau tiga tahun sebelumnya," ungkap Ferguson.

"Memilikinya selama enam tahun membuat kami sangat bangga dan senang. Dia mengambil kesempatan itu untuk mencari tantangan baru dan saya menghormatinya karena dia adalah pemain luar biasa bagi kami. Dia anak yang baik, tidak pernah menimbulkan masalah, dan kami mendoakan yang terbaik untuknya," lanjutnya.

Ferguson bahkan mengungkapkan bahwa ia hampir menangis saat Ronaldo datang menemuinya untuk membicarakan kepindahan tersebut.

"Saya sangat memahami. Saya hampir menangis ketika dia datang menemui saya," katanya


Gagal Datangkan Benzema

Karim Benzema yang kini tengah menjalani musim pertama bersama Al Ittihad di Saudi Pro League menempati posisi ketiga sebagai pesepak bola Prancis termuda sepanjang sejarah yang mampu mencetak gol di Liga Champions. Saat berusia 17 tahun, 11 bulan dan 17 hari, ia mencetak gol pertamanya di Liga Champions bersama Olympique Lyon saat menang 2-1 atas Rosenborg pada laga matchday keenam Grup F Liga Champions 2005/2006 (6/12/2005). (AFP/Martin Bureau)

Kepergian Ronaldo ternyata tidak hanya menyisakan kehilangan satu bintang. Ferguson juga dibuat kesal karena Real Madrid turut memboyong pemain yang sudah ia incar sebagai pengganti, yakni Karim Benzema.

Saat itu, Benzema sedang bersinar bersama Lyon dan menjadi target utama United. Namun, sang striker akhirnya memilih gabung Madrid dan berduet dengan Ronaldo di Santiago Bernabeu.

Ferguson menjelaskan bahwa MU sebenarnya sudah berusaha merekrut Benzema, tetapi mundur karena nilai transfer yang dianggap terlalu tinggi.

"Kami mencoba mendapatkan Benzema, tetapi menurut kami harganya melebihi nilai yang pantas. Jika klub lain ingin membayar sebesar itu, itu sepenuhnya keputusan mereka. Kami memiliki nilai yang kami anggap wajar dan tidak ingin melampaui batas tersebut," ujar Ferguson.

"Mungkin Lyon merasa kami menilai dia terlalu rendah dan itu tidak masalah, itu keputusan mereka. Mereka mendapatkan 42 juta euro dan tentu puas dengan itu karena mereka telah melakukan bisnis yang bagus. Semua ini menunjukkan bahwa kami bertindak dengan bijak," tambahnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait