Noel Gallagher Ungkap Isi Pesan Pep Guardiola usai Man City Hajar Chelsea: Dia Membara!

Pep Guardiola bertahan atau pergi dari Man City? Noel Gallagher beri jawaban mengejutkan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 April 2026, 16:15 WIB
Mantan personil band Oasis, Noel Gallagher, menyaksikan langsung pertandingan antara Manchester City vs Fulham pada laga pekan ke-37 Premier League di Craven Cottage, Sabtu (11/5/2024). City menang empat gol tanpa balas. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Pendukung setia Manchester City, Noel Gallagher, berharap Pep Guardiola akan tetap bertahan hingga kontraknya berakhir.

Meski begitu, ia mengaku belum pernah secara langsung menanyakan masa depan sang manajer, meski keduanya kerap saling berkirim pesan.

Advertisement

Kontrak Guardiola saat ini berlaku hingga akhir musim depan, yang berarti akan menjadi musim ke-11-nya di Etihad Stadium. Namun, masa depan mantan pelatih Bayern Munchen dan Barcelona itu masih menjadi tanda tanya, terutama di tengah upaya Man City mengejar treble domestik musim ini.

Man City sudah lebih dulu mengamankan Carabao Cup dan kini melangkah ke semifinal Piala FA. Sementara itu, kemenangan 3-0 atas Chelsea, Minggu (12-4-2026)  membuat peluang mereka dalam perebutan gelar Liga Inggris kembali terbuka.

Man City kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Arsenal, tetapi masih memiliki satu laga tunda serta akan menghadapi langsung rivalnya tersebut.


Guardiola Membara

Liam Gallagher (kiri) dan Noel Gallagher (kanan) dari band rock Inggris Oasis naik panggung di Principality Stadium, Cardiff, pada 4 Juli 2025, untuk konser pembukaan tur reuni mereka yang sangat dinantikan hampir 16 tahun setelah terakhir kali tampil bersama. (AFP stringer/AFP)

Gallagher mengungkapkan bahwa Guardiola berada dalam kondisi sangat termotivasi jelang akhir musim.

Ia bahkan menerima pesan dari Guardiola setelah kemenangan atas Chelsea.

"Dia mengirim pesan kepada saya setelah pertandingan dan dia benar-benar tepat sekali. Dia sangat bersemangat. Benar-benar, benar-benar sangat bersemangat," ujar Gallagher.

"Tidak, tidak, mungkin hanya satu atau dua kali. Tapi, sekarang kami bisa merasakannya. Gila rasanya memikirkan kami masih punya sepuluh pertandingan, mungkin sepuluh di semua kompetisi. Kalau kami menang semuanya, kami bisa meraih treble domestik," kata pentolan Oasis itu ketika ditanya apakah ia pernah berbicara dengan Guardiola sebelum pertandingan.

"Dan, dua minggu lalu tidak ada yang membicarakan itu, itu benar-benar gila," lanjutnya.


Masa Depan Guardiola Masih Misterius

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, merayakan kemenangan atas Nottingham Forest pada laga pekan ke-18 Premier League di Stadion The City Ground, Sabtu (27/12/2025). (Joe Giddens/PA via AP)

Pembahasan kemudian beralih ke masa depan Guardiola. Gallagher menegaskan bahwa ia tidak pernah menanyakan hal tersebut secara langsung.

"Tidak, saya tidak akan seceroboh itu," katanya.

"Terkadang Anda melihatnya di televisi dan berpikir, 'dia sudah sepuluh tahun di sini'. Tapi, di waktu lain Anda melihat dia berbicara terbuka tentang membangun ulang tim."

"Jadi, tidak ada yang benar-benar tahu. Dia seperti pemain poker yang hebat," tambahnya.


Cherki Disamakan dengan Petinju Dunia

Pemain anyar Man City, Rayan Cherki, merayakan golnya ke gawang Newcastle United pada lanjutan Carabao Cup di St. James' Park, Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Satu di antara pemain yang mencuri perhatian musim ini adalah Rayan Cherki, yang didatangkan dari Lyon.

Playmaker asal Prancis itu sudah mencatat tiga gol dan sepuluh assist dalam 26 penampilan, termasuk dua assist saat menghadapi Chelsea.

Gallagher pun melontarkan pujian tinggi.

"Ini musim pertamanya, dia hanya akan terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi," kata kakak Liam Gallagher itu.

"Sekarang saja dia sudah sangat bagus, tapi musim depan dia bisa menjadi bintang dunia. Dia sangat menyenangkan untuk ditonton, sedikit usil."

"Dia memancing emosi suporter lawan dan pemain lawan, dan menurut saya itu hal yang bagus. Dia tipe pemain yang bisa membuat anak-anak mencintai sepak bola."

"Dia seperti Prince Naseem Hamed di sepak bola. Dia suka pamer, tidak peduli, nakal, dan membuat orang kesal. Kami menyukainya," imbuhnya.


Prediksi Berani untuk Musim Depan

Bernardo Silva dan Federico Valverde berebut bola dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City vs Real Madrid di Etihad Stadium, 18 Maret 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Kendati persaingan musim ini masih terbuka, Gallagher justru membuat prediksi berani untuk musim depan.

"Saya mungkin akan dimarahi manajer karena sebelumnya saya tidak yakin kami bisa meraih trofi musim ini," katanya.

"Saya pikir, musim depan kami akan berjalan mulus. Saya benar-benar berpikir akan seperti parade kemenangan."

"Jadi, kalau musim ini kami juara, itu akan menjadi bonus yang sangat besar," lanjutnya.

Ia juga berharap Bernardo Silva bisa menutup kariernya di Man City dengan manis.

"Saya ingin Bernardo Silva mengangkat trofi itu karena dia pemain yang luar biasa bagi kami. Kalau dia pergi dengan tiga trofi, itu akan menjadi perpisahan paling indah," ujar musisi berusia 58 tahun itu.


Arteta Disebut Layak Jadi Penerus

Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola (kiri), dan manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kanan), berpelukan setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Stadion Emirates di London pada 2 Februari 2025. Arsenal memenangkan pertandingan dengan skor 5-1. (Glyn KIRK/AFP)

Gallagher juga menyinggung kemungkinan Mikel Arteta menjadi penerus Guardiola di masa depan.

"Orang-orang yang menjalankan klub ini jarang membuat kesalahan, jadi kami percaya saja," katanya.

"Ketika Arteta datang ke Arsenal, Pep sempat dikritik karena bilang dia akan sukses."

"Sekarang, dia sudah sangat dekat. Kalau dia berhasil membawa Arsenal meraih gelar, biasanya gelar lainnya akan segera menyusul karena gelar pertama adalah yang paling sulit," jelasnya.

"Setelah City memenangkan liga pertama itu, kami memenangkan gelar lainnya beberapa tahun kemudian dan kemudian Pep datang, ada banyak sekali gelar yang diraih."

Ia juga menilai persepsi terhadap Arteta sering dipengaruhi reaksi berlebihan suporter Arsenal.

"Dia memenangkan satu pertandingan dan dia dianggap genius. Sesuatu terungkap tentang sesi latihan dan mereka langsung mengkritiknya habis-habisan," ucapnya.

"Mereka juga hanya kalah tiga pertandingan sepanjang musim di Eropa. Mereka sudah sangat dekat. Tinggal lihat apakah Man City bisa menekan mereka atau tidak. Tapi, jangan kaget kalau Arsenal justru yang jadi juara," tambahnya.


Duet Bek Jadi Faktor Kebangkitan

Hingga babak kedua berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan Real Madrid bertahan. Tampak dalam foto, pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), berebut bola dengan Abdukodir Khusanov dari Manchester City saat pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di stadion Santiago Bernabeu, Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat atau Kamis 12 Maret 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Kebangkitan performa Man City juga dipengaruhi oleh solidnya lini belakang, terutama duet Marc Guehi dan Abdukodir Khusanov.

"Ya, itu juga. Dia mulai kembali ke performa terbaiknya. Belum sepenuhnya, tapi sudah mendekati," ulas Gallagher saat ditanya soal peran Rodri yang mulai pulih.

"Tapi, kami juga menemukan Guehi dan Khusanov. Gol Guehi kemarin luar biasa, penyelesaiannya seperti penyerang."

"Dia sangat tenang, tidak panik. Khusanov seperti monster. Kami bertahan dengan sangat, sangat baik sekarang."

"Clean sheet kemarin sangat penting dan itu meningkatkan kepercayaan diri," katanya lagi.

 

Sumber: Talksport