Allegri Vs Conte Memanas! Timnas Italia di Persimpangan, Kursi Presiden FIGC Ikut Diperebutkan

Masa depan Timnas Italia tengah memasuki fase krusial setelah kegagalan menyakitkan di babak play-off Piala Dunia akhir Maret lalu.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 14 April 2026, 19:15 WIB
Massimiliano Allegri sukses memecahkan rekor kemenangan kandang Juventus yang sebelumnya dipegang Antonio Conte. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Timnas Italia tengah memasuki fase krusial setelah kegagalan menyakitkan di babak play-off Piala Dunia akhir Maret lalu. Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina membuat posisi pelatih kepala lowong, sekaligus memicu perubahan besar dalam struktur sepak bola Negeri Pizza.

Dalam beberapa pekan ke depan, dua keputusan penting akan menentukan arah baru Gli Azzurri. Tidak hanya soal siapa yang akan menggantikan Gennaro Gattuso sebagai pelatih, tetapi juga siapa yang akan mengisi kursi Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Advertisement

Nama-nama besar langsung mencuat dalam bursa calon pelatih. Massimiliano Allegri dan Antonio Conte muncul sebagai dua kandidat terkuat, sementara Roberto Mancini berada di posisi berikutnya sebagai opsi alternatif.

Di sisi lain, persaingan di level federasi juga tidak kalah sengit. Giovanni Malago dan Giancarlo Abete bersiap bertarung untuk menggantikan Gabriele Gravina sebagai Presiden FIGC, sebuah posisi yang akan sangat menentukan arah kebijakan sepak bola Italia ke depan.

 


Allegri dan Conte Jadi Favorit Utama

Pelatih Napoli, Antonio Conte saat laga Liga Champions melawan Benfica, 11 Desember 2025. Ia menuntut menang di laga Napoli vs Milan di Piala Super Italia. (AP Photo/Armando Franca)

Persaingan untuk kursi pelatih Timnas Italia semakin mengerucut. Media-media besar Italia seperti La Gazzetta dello Sport, Corriere dello Sport, dan Tuttosport sepakat bahwa Allegri dan Conte adalah dua kandidat terdepan saat ini.

Keduanya bukan sosok asing bagi sepak bola Italia. Allegri dikenal dengan pengalaman panjangnya di level klub, sementara Conte pernah menangani Timnas Italia sebelumnya dan memiliki rekam jejak impresif di berbagai klub besar.

Roberto Mancini, yang sempat menangani Italia pada periode 2018 hingga 2023, masih masuk dalam radar. Namun, posisinya saat ini berada di belakang Allegri dan Conte dalam daftar prioritas.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa peluang Allegri akan semakin besar jika Giovanni Malago terpilih sebagai Presiden FIGC. Dukungan terhadap Malago cukup kuat, dengan 18 klub Serie A telah memberikan suara mereka untuk mantan bos CONI tersebut.

 


Situasi Klub Bisa Jadi Penentu

Sebelumnya, pada putaran final Piala Dunia 2018 dan 2022, Gli Azzurri gagal tampil. Tampak dalam foto, ekspresi pemain Timnas Italia setelah kalah dalam pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Meski menjadi kandidat kuat, masa depan Allegri dan Conte masih sangat bergantung pada situasi mereka di klub masing-masing. Hal ini membuat keputusan akhir belum bisa diambil dalam waktu dekat.

Hubungan Allegri dengan klubnya saat ini di Milan dikabarkan tidak sepenuhnya harmonis. Ia disebut menginginkan kekuasaan lebih besar dalam pengambilan keputusan, terutama jika timnya berhasil finis di empat besar Serie A musim ini. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, peluang untuk mengakhiri kerja sama terbuka lebar.

Di sisi lain, peluang Conte untuk meninggalkan Napoli justru dinilai lebih besar. Pelatih yang dikenal karismatik itu dikabarkan tertarik untuk kembali menangani Timnas Italia.

“Ketertarikan untuk kembali itu ada,” menjadi sinyal kuat dari kubu Conte, sementara Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, juga telah menegaskan tidak akan menghalangi jika sang pelatih memilih hengkang.

 


Menunggu Presiden Baru FIGC

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Penunjukan pelatih baru Timnas Italia tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Federasi memilih menunggu hingga Presiden baru FIGC resmi terpilih.

Pemilihan Presiden FIGC dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni mendatang. Setelah tanggal tersebut, situasi akan menjadi jauh lebih jelas, termasuk terkait masa depan Allegri dan Conte di klub masing-masing.

Giovanni Malago saat ini menjadi kandidat kuat berkat dukungan klub-klub Serie A, yang memiliki 18 persen hak suara dalam pemilihan. Namun, Giancarlo Abete juga siap memberikan perlawanan sengit.

Abete bukan sosok baru. Ia pernah menjabat sebagai Presiden FIGC dan baru-baru ini memimpin Lega Nazionale Dilettanti, yang menaungi kompetisi amatir di Italia.

Dengan dua keputusan besar yang saling berkaitan ini, masa depan Timnas Italia benar-benar berada di titik penentuan. Siapa pun yang terpilih, baik di kursi pelatih maupun presiden federasi, akan memegang peran kunci dalam mengembalikan kejayaan Gli Azzurri di panggung internasional.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait