Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan akan mengajukan permintaan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyusul meningkatnya kekhawatiran jelang Piala Dunia 2026.
Hubungan pribadi antara Infantino dan Trump selama ini kerap menuai sorotan. Meski demikian, badan sepak bola dunia itu kini justru berupaya memanfaatkan kedekatan tersebut demi kelancaran Piala Dunia 2026.
Kebijakan Trump di Gedung Putih memang tidak selalu berkaitan langsung dengan sepak bola, tetapi dampaknya terasa luas.
Satu di antaranya adalah ketidakpastian partisipasi Iran di Piala Dunia 2026, yang masih tergantung situasi akibat konflik bersenjata yang dipicu serangan awal Amerika Serikat dan Israel, Februari lalu.
Meminta Moratorium
Menurut The Sun, petinggi FIFA sedang mempertimbangkan untuk meminta moratorium atau penghentian sementara operasi penegakan imigrasi selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Dalam beberapa bulan terakhir, operasi agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) memicu kontroversi, termasuk kasus kematian Renee Nicole Good dan Alex Pretti di Minneapolis pada Januari lalu, yang memicu gelombang kecaman publik.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (The US Homeland Security Department) sempat mengurangi intensitas operasi tersebut setelah insiden itu.
Akan tetapi, kekhawatiran tetap muncul, termasuk dari sejumlah negara Eropa terkait potensi kehadiran ICE selama Piala Dunia 2026.
Penghentikan Aksi ICE
Infantino disebut akan secara pribadi meminta Trump agar pengerahan agen ICE dihentikan selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Ini menjadi opsi paling mungkin dari hasil pembicaraan antara FIFA dan pemerintah AS.
Dalam pembahasan awal, sempat muncul gagasan agar agen ICE tidak beroperasi di 11 kota tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, seperti Boston, New York, Atlanta, Philadelphia, Miami, Kansas City, Dallas, Houston, dan San Francisco.
Stadion yang akan digunakan untuk pertandingan Iran juga turut menjadi perhatian.
Belakangan, wacana itu berkembang menjadi usulan agar seluruh kota tuan rumah dijadikan zona bebas ICE sepanjang turnamen berlangsung.
Penegasan Gedung Putih
Di sisi lain, pihak Gedung Putih menegaskan komitmen mereka terhadap keamanan turnamen.
Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyebut Trump berjanji akan menghadirkan Piala Dunia paling aman sepanjang sejarah.
"Berkat kepemimpinan Presiden Trump, Piala Dunia FIFA akan menjadi salah satu acara terbesar dan paling spektakuler dalam sejarah umat manusia, yang digelar di Amerika Serikat," ujarnya.
"Ajang ini akan menghasilkan dampak ekonomi hingga miliaran dolar dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja di negara kami. Presiden fokus menjadikan ini Piala Dunia terbaik sepanjang masa, sekaligus memastikan turnamen ini menjadi yang paling aman dan paling terjamin keamanannya dalam sejarah," lanjut Ingle.
Sumber: Give Me Sport