Plong! Paspoortgate Berlalu, Pengamat Sebut Tim Geypens Siap Beraksi Bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Plong! Paspoortgate Berlalu, Pengamat Sebut Tim Geypens Siap Beraksi Bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 April 2026, 17:00 WIB
Tim Geypens telah kembali merumput bersama FC Emmen setelah masalah passportgate di Liga Belanda. (Dok. FC Emmen)

Bola.com, Jakarta - Setelah sempat menjadi sorotan terkait isu yang mengatakan bahwa Tim Geypens ingin kembali menjadi warga negara Belanda, kini pemain kepunyaan Emmen itu berharap bisa segera memperkuat Timnas Indonesia.

Tim Geypens, dalam beberapa hari terakhir, ikut menjadi sorotan bersama pemain Timnas Indonesia lainnya, yakni Dean James, Nathan Tjoe-A-On, dan Justin Hubner. Mereka sempat terganjal polemik paspor atau paspoortgate, namun persoalan tersebut kini telah usai dan dipastikan Tim Geypens dkk. tetap menjadi warga negara Indonesia.

Advertisement

Khusus Tim Geypens, pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, berharap pelatih John Herdman segera memanggil dan memberi kesempatan bagi Tim Geypens untuk melakoni debut bersama timnas.

Seperti diketahui, sejak mengantongi KTP Indonesia pada Februari 2025, bek berusia 20 tahun belum pernah tampil bareng timbas, baik level U-23 maupun senior.

Namanya sempat masuk daftar 41 pemain yang dipanggil jelang FIFA Series 2026 beberapa waktu lalu, tapi nasib baik belum berpihak.

"Beberapa hari belakangan ini sempat tersebar ya, bagaimana rumor yang berkembang bagaimana pemain muda kita yang sempat dipanggil oleh pelatih kepala timnas John Herdman masuk dalam 41 pemain saat FIFA series kemarin, Tim Geypens," kata Ronny Pangemanan via kanal YouTube Bung Ropan.

"Konon kabarnya ingin kembali ke Belanda, melepas paspor Indonesia setelah ada gonjang-ganjing tentang paspoortgate yang melibatkan Dean James, Justin Hubner, ya termasuk dirinya sendiri," imbuhnya.


Digoreng

Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, paspoortgate yang menerpa Tim Geypens cs. seperti digoreng dan seakan-akan benar kalau mereka ingin kembali menjadi warga negara Belanda.

"Karena ini Tim Geypens bermain dengan Emmen, kasta kedua di Belanda. Itu seperti digoreng, bahwa dia akan ingin kembali melepas paspor Indonesia. Tapi sudah dibantah oleh Tim Geypens sendiri," tandas Ropan.

Kini, ke depan, masih menurut Ropan, Tim Geypens pastinya berharap ia bisa menjadi bagian dari Skuad Garuda besutan John Herdman, mengingat Indonesia akan kembali melakoni dua ajang dalam waktu dekat, yakni FIFA matchday dan Piala AFF.

"Dia tetap setiap dengan Indonesia. Jadi itu rumor yang sudah terbantahkan dan itu tidak benar. Kalau memang ada yang mengatakan dia akan kembali, dia akan tetap selalu menanti kesempatan untuk bermain bagi tim nasional," ujar Ropan.

"Dia tentunya berharap untuk ke depannya dia akan masuk timnas, baik timnas U-23 karena John Herdman juga menangani tim U-23. Termasuk di timnas senior. Karena masih ada perhelatan FIFA matchday yang akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 9 Juni yang akan datang," ujar Ropan.

"Kabarnya John Herdman akan memanggil pemain-pemain untuk TC pada akhir Mei. Saya kira nama Tim Geypens bukan tidak mungkin akan menjadi bagian untuk kembali dipanggil," tutur Ropan.

 


Sudah Lega

FC Emmen secara resmi merekrut Tim Geypens ke dalam tim.

Lebih jauh Ropan mengatakan, Tim Geypens merasa berterima kasih karena masalahnya bisa teratasi. Kini saatnya pemain naturalisasi kelahiran 21 Juni 2005 mendapat kesempatan tampil di depan publik tanah leluhur.

"Dia bersyukur, berterima kasih bahwa semau sudah terbebas dari sanksi apa pun itu indisipliner tentang pemain-pemain Indonesia dan dia berharap ke depan lebih baik lagi ya".

"Karena dia belum pernah secara resmi tampil untuk timnas kita. Baik di level usia muda sampai ke senior. Nah, di senior ini kita akan tunggu dan dia juga menantikan kesempatan itu untuk bisa tampil. Tapi semua bergantung dari pelatih John Herdman".

"Namun poin yang paling penting di sini bahwa kabar tentang isu bahwa Tim Geypens akan kembali ke Belanda dan melepas paspor Indonesia tidak benar," pungkas Ropan.

Berita Terkait