Bola.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI PSSI, memberikan tanggapan tentang rumor Timnas Indonesia berpotensi mengikuti playoff Piala Dunia 2026 untuk menggantikan Iran. Skuad Garuda kini menjadi perbincangan hangat sebagai salah satu kandidat yang kuat mewakili Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dalam ajang tersebut.
Dunia sepak bola saat ini sedang heboh dengan berita mengenai kemungkinan adanya perubahan peserta di Piala Dunia 2026. Iran dikabarkan tidak akan berpartisipasi dalam turnamen ini akibat konflik geopolitik yang terjadi dengan Amerika Serikat, sehingga memunculkan berbagai spekulasi.
Sementara itu, nasib Timnas Iran belum jelas, kabar terbaru menyebutkan FIFA sedang mempersiapkan langkah-langkah alternatif jika Team Melli benar-benar tidak bisa ikut. Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan mengadakan playoff tambahan untuk menentukan tim pengganti.
Playoff yang direncanakan oleh FIFA ini akan melibatkan dua tim dari Eropa dan dua tim dari Asia. Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh jurnalis ESPN, Luiz Carlos Largo, yang menyoroti perkembangan situasi ini dengan detail.
Isu Panas
Dalam beberapa hari terakhir, terdapat isu yang menyebutkan bahwa Timnas Indonesia menjadi salah satu calon perwakilan Asia. Timnas Garuda bersaing dengan dua negara lain dari benua kuning, yaitu Uni Emirat Arab dan Oman.
Uni Emirat Arab dianggap sebagai kandidat terkuat karena berhasil melaju paling jauh, yaitu hingga putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di sisi lain, Oman juga memiliki prestasi serupa dengan Timnas Indonesia, yang sama-sama berhasil mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tidak Mau Berasumsi
Erick Thohir, selaku Ketua Umum PSSI, memberikan tanggapan mengenai isu yang sedang beredar. Ia menegaskan bahwa federasi tidak ingin terjebak dalam spekulasi tanpa adanya dokumen resmi dari FIFA yang dapat dijadikan acuan.
“Saya belum dapat black and white-nya dari FIFA, jadi saya tidak berani berasumsi yang tidak pasti gitu,” tegas Erick saat dijumpai di GBK Arena pada hari Kamis, 16 April 2026.
Pernyataan ini menunjukkan sikap hati-hati federasi dalam menyikapi informasi yang belum terkonfirmasi secara resmi oleh FIFA.