Bola.com, Jakarta - Manchester City berhasil mengalahkan Arsenal di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026), sebuah kemenangan yang membuat mereka bisa meraih puncak klasemen Premier League jika menang melawan Burnley pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini juga memperkecil jarak Man City dengan Arsenal menjadi hanya tiga poin, setelah delapan hari lalu The Gunners sempat berpeluang untuk unggul 12 poin di puncak klasemen.
Ditambah dengan kemenangan sebelumnya atas Chelsea, Man City kini memiliki momentum yang kuat, termasuk satu pertandingan yang belum dimainkan untuk menambah keunggulan mereka.
Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, manajer Pep Guardiola justru menyampaikan peringatan penting soal tantangan yang akan dihadapi timnya dalam pekan-pekan mendatang.
Guardiola Sadari Keterbatasan Skuad Inti
Dalam laga melawan Arsenal, City tampil dengan susunan pemain yang sama persis seperti saat mengalahkan Chelsea, dan pergantian pertama baru dilakukan di menit ke-85.
Namun, Guardiola menyadari bahwa pola seperti ini tidak bisa terus dipertahankan, terutama dengan jadwal yang kembali padat dan kemungkinan cedera pangkal paha yang dialami Rodri.
Guardiola secara khusus menyoroti kondisi Erling Haaland yang harus berhadapan dengan bek-bek tangguh Arsenal sebagai contoh betapa beruntungnya City bisa tampil dengan istirahat yang cukup belakangan ini.
"Dia tahu ini bukan kali pertama ia menghadapi Gabriel dan Saliba, tetapi bermain setiap tiga hari sepanjang November, Desember, Januari, Februari, mempertahankan itu dengan tubuhnya bukanlah hal yang mudah," ujar Guardiola.
"Bernardo bisa melakukannya, tapi sekarang ia sedikit lebih tajam karena kami memiliki waktu istirahat yang lebih panjang. Ia perlu istirahat dua atau tiga hari, berlatih dengan benar, dan tiba dalam kondisi segar di sini."
Guardiola Akui Perbedaan Besar antara Tim Satu Kompetisi dan Multi-Kompetisi
Guardiola juga mengakui bahwa pengalaman beberapa pekan terakhir membuka matanya terhadap perbedaan nyata antara tim yang hanya fokus di satu kompetisi dibandingkan mereka yang bersaing di berbagai ajang secara bersamaan.
"Saya tahu sebelumnya, tapi saya baru benar-benar menyadarinya, ini adalah kompetisi yang berbeda bagi tim-tim yang bermain di Eropa dibandingkan tim yang hanya bermain di satu kompetisi," ujar Guardiola.
"Ini adalah cerita lain, ini adalah pertandingan yang lain. Klub-klub besar memiliki pemain lebih baik, skuad lebih luas, kondisi finansial lebih kuat, tapi ketika Anda tiba dengan tujuh hari untuk bermain dan kemudian tiga hari, tiga hari, tiga hari, itu adalah permainan yang berbeda. Saya baru menyadarinya dalam beberapa pekan terakhir ini," tegasnya.
'Jika Anda Tim yang Baik, Kita Bisa Melakukannya Bersama'
Dengan jadwal yang kembali menjadi lebih padat, termasuk laga kontra Burnley dan kemudian perjalanan ke London untuk menghadapi Southampton di semifinal Piala FA, Guardiola menegaskan tidak mungkin lagi mengandalkan kelompok kecil pemain yang sama secara terus-menerus.
"Dalam beberapa pertandingan terakhir, saya memainkan kurang lebih starting XI yang sama karena kami memiliki enam, tujuh, delapan hari di antara pertandingan," ujar Guardiola.
"Namun, sekarang kami pergi ke Burnley dan kemudian ke London untuk menghadapi Southampton, dan para pemain ini tidak bisa selalu bermain. Jika Anda adalah tim yang baik, kita bisa melakukannya bersama,"* pungkas Guardiola.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas Guardiola akan melakukan lebih banyak rotasi dalam pertandingan-pertandingan ke depan, sebuah keharusan jika Man City ingin terus bersaing di puncak klasemen Premier League hingga akhir musim.
Sumber: Manchester Evening News