Bola.com, Jakarta - NAC Breda sedang harap-harap cemas menghadapi fase akhir musim Eredivisie 2025/2026. Sampai dengan pertandingan ke-30, mereka masih tertahan di posisi ke-17 alias kedua terbawah dengan nilai 25.
NAC Breda bakal terdegradasi jika tak beranjak meninggalkan posisinya, ketika Eredivisie musim ini hanya tersisa empat pertandingan. Empat laga ke depan yang mereka hadapi antara lain berjumpa Ajax Amsterdam (kandang), Utrecht (tandang), Heerenveen (kandang), dan AZ Alkmaar (tandang).
Tim berjulukan Parel van het Zuiden ini menjalani tren yang sangat minor dalam enam laga terakhir. Mereka tak pernah menang lagi sejak terakhir kali mengalahkan Volendam pada tanggal 22 Februari 2026.
Tiga kali imbang dan tiga kali kalah adalah hasil yang didapat NAC Breda dalam enam pertandingan terakhir. Satu di antara kekalahannya adalah dibantai telak 0-6 oleh Go Ahead Eagles yang kemudian menjadi sumber kegaduhan atas kasus paspor dan izin tinggal Dean James.
Pusaran Polemik
Pertandingan antara NAC Breda di markas Go Ahead Eagles pada tanggal 15 Maret 2026 yang menjadi penyebab seluruh situasi rumit bagi pemain-pemain yang telah meninggalkan kewarganegaraan Belanda.
Dean James yang sudah lama menjadi warga negara Indonesia, bermain dalam pertandingan itu, yang kemudian terungkap bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk bermain pada saat itu.
Setelah dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia, bek kiri tersebut dianggap tidak memiliki izin kerja dan tempat tinggal yang sah di Belanda. Situasi yang sama dialami oleh Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Tim Geypens.
NAC sebelumnya telah melaporkan masalah itu kepada KNVB untuk meminta agar pertandingan tersebut diulang. Meskipun jaksa untuk sepak bola profesional memihak NAC berdasarkan alasan hukum, namun tidak melihat alasan untuk menjatuhkan hukuman atau mengubah hasil pertandingan.
Otoritas sepak bola Belanda memutuskan bahwa klub dan pemain yang diadukan termasuk Dean James tidak bersalah dan kembali diperbolehkan bermain. NAC Breda tak puas dengan hasil tersebut lalu mengajukan banding, dan menunggu keputusan pengadilan di Utrecht tanggal 28 April mendatang.
Tak Takut
Sambil menunggu hasil akhir banding di ranah pengadilan, NAC Breda menolak menyerah di atas lapangan. Empat laga tersisa siap diperjuangkan skuad besutan Carl Hoefkens, dengan mencari poin demi poin.
Meski bertengger di posisi ke-17, jarak NAC Breda dengan klub yang berada di peringkat aman adalah tiga angka. Ya, klub seperti Volendam (peringkat 14) dan Excelsior (peringkat 15) punya koleksi 28 poin.
Secara matematika, jumlah poin Volendam dan Excelsior masih bisa dikejar NAC Breda dengan empat laga sisa. Tentu dengan catatan mereka wajib menyapu bersih kemenangan dan berharap pesaingnya tergelincir.
"Saya sangat yakin akan hasil yang baik," tutur Brahim Ghalidi, winger NAC Breda kepada media Belanda, BN DeStem dikutip dari laman Voetbal Primeur.
Bisa Bikin Perbedaan
Brahim Ghalidi digaet dari klub Belgia, Standard Liege tahun lalu secara free transfer. Pemain berusia 21 tahun berpaspor Maroko itu memang masih menjadi pelapis di NAC Breda.
Jumlah penampilannya musim ini baru enam pertandingan di Eredivisie. Namun demikian, ia menolak menyerah dan tak takut menghadapi ancaman degradasi. Brahim Ghalidi tak menunjukkan tanda-tanda stres menghadapi situasi timnya di papan bawah.
"Kita bisa melakukannya. Saya hanya menunggu pelatih memberi saya waktu bermain. Saya percaya padanya dan rekan-rekan setim," ujarnya.
"Saya pikir saya bisa membuat perbedaan dan membantu tim tetap berada di level tertinggi. Kami memiliki grup yang sangat bagus dan kami semua rukun. Saya percaya diri dan saya tahu bahwa ini belum berakhir," tegas Brahim Ghalidi.
Sumber: Voetbal Primeur