Bola.com, Jakarta - Bournemouth resmi menunjuk Marco Rose sebagai manajer baru mulai musim panas 2026. Pelatih asal Jerman itu akan menggantikan Andoni Iraola, yang dipastikan meninggalkan Vitality Stadium setelah tiga tahun menangani The Cherries.
Penunjukan ini diumumkan tak lama setelah Bournemouth mengonfirmasi kepergian Iraola. Klub bergerak cepat mencari suksesor, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada mantan pelatih Borussia Dortmund dan RB Leipzig tersebut.
Marco Rose menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Bournemouth melihat pria berusia 49 tahun itu sebagai figur yang sesuai dengan filosofi klub, terutama dari sisi pengalaman, identitas permainan, dan kemampuannya mengembangkan pemain muda.
Menariknya, pengumuman ini datang saat Bournemouth justru sedang berada dalam momentum positif. Klub asal pesisir selatan Inggris itu masih menjaga peluang lolos ke kompetisi Eropa musim depan, sesuatu yang bisa menjadi pencapaian bersejarah.
Bournemouth Percaya pada Pengalaman Marco Rose
Dalam pernyataan resmi, Bournemouth menegaskan keyakinan mereka terhadap kualitas Marco Rose.
“AFC Bournemouth dengan senang hati mengonfirmasi penunjukan Marco Rose sebagai pelatih kepala baru klub dengan kontrak tiga tahun, yang akan dimulai setelah berakhirnya musim 2025/2026,” tulis pernyataan resmi klub.
Klub juga menyoroti rekam jejak Rose di level elite Eropa sebagai salah satu pertimbangan utama.
“Pelatih berusia 49 tahun itu datang ke pesisir selatan dengan segudang pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa, setelah menangani Red Bull Salzburg, Borussia Monchengladbach, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig,” lanjut pernyataan tersebut.
Bournemouth menegaskan fokus mereka saat ini tetap menyelesaikan musim sebaik mungkin bersama Iraola.
“Fokus utama klub saat ini tetap tertuju untuk menutup musim sekuat mungkin, dengan pemain dan staf tetap menunjukkan komitmen penuh untuk meraih hasil positif dan melanjutkan 13 pertandingan tanpa kekalahan saat ini,” bunyi pernyataan itu.
Selain pengalaman di Liga Champions, Bournemouth juga diyakini tertarik pada rekam jejak Rose dalam membina pemain muda, termasuk pernah bekerja dengan Erling Haaland, Jude Bellingham, dan Dominik Szoboszlai.
Warisi Tim yang Sedang Mengejar Eropa
Rose tidak datang ke klub yang sedang membangun dari titik nol. Ia justru mewarisi Bournemouth yang tengah berada di jalur menanjak.
The Cherries kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara dan masih membuka peluang finis di zona Eropa. Mereka bahkan sejajar poin dengan Chelsea di atasnya dan masih berpeluang menembus posisi lebih tinggi.
Laju 13 laga tanpa kekalahan juga menjadi modal besar. Bournemouth saat ini menjadi tim dengan rekor unbeaten terpanjang di Premier League.
Dua kemenangan tandang beruntun atas Arsenal dan Newcastle ikut menegaskan progres tim asuhan Iraola sebelum tongkat estafet diberikan kepada Rose.
Jika mampu menutup musim dengan kuat, Bournemouth bahkan berpotensi mencatat total poin tertinggi baru di Premier League, melampaui rekor 56 poin yang mereka bukukan musim lalu.
Situasi itu membuat Marco Rose datang dengan tantangan yang menarik, melanjutkan fondasi yang sudah terbentuk, sambil membawa Bournemouth melangkah ke level berikutnya.