Jamie Carragher Menilai Arsenal Tidak Bisa Memecat Mikel Arteta

Kekalahan Arsenal 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026), memanaskan kembali persaingan gelar Liga Inggris sekaligus memunculkan spekulasi soal masa depan Mikel Arteta.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 April 2026, 21:15 WIB
Ekspresi Manajer Arsenal Mikel Arteta di pertandingan melawan Bournemouth di pekan ke-32 Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Sabtu (11/04/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan Arsenal 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026), memanaskan kembali persaingan gelar Liga Inggris sekaligus memunculkan spekulasi soal masa depan Mikel Arteta.

The Gunners yang sempat memimpin nyaman kini hanya unggul tiga poin dari Manchester City. Lebih mengkhawatirkan lagi, tim asuhan Pep Guardiola masih menyimpan satu laga tunda melawan Burnley yang bisa mengantar mereka mengambil alih puncak klasemen.

Advertisement

Situasi itu memunculkan narasi bahwa Arsenal berpotensi kembali membuang keunggulan dalam perburuan gelar, bahkan untuk musim ketiga secara beruntun. Namun, Jamie Carragher menilai tekanan itu tidak otomatis mengancam posisi Arteta.

Mantan bek Liverpool itu justru menegaskan, gagal menjuarai Premier League musim ini bukan alasan bagi Arsenal untuk memecat manajer asal Spanyol tersebut.

 


Carragher: Arteta Tidak Akan Dipecat

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Berbicara di Sky Sports, Carragher mengakui Manchester City kini berada di posisi lebih unggul dalam perebutan titel.

“Saya pikir City punya keunggulan,” kata Carragher.

“Saya melihat momentum, pengalaman, dan bagaimana situasi ini bisa berdampak secara psikologis kepada Arsenal.”

Carragher menilai bukan hanya hasil di Etihad yang menjadi perhatian, tetapi juga rangkaian performa Arsenal belakangan ini.

“Bukan cuma pertandingan itu, tapi juga rangkaian laga yang mereka jalani, termasuk performa mereka.”

“Meski begitu, pertandingan ini jelas penampilan yang lebih baik dari Arsenal, tidak diragukan lagi.”

Namun saat ditanya apakah musim ini bersifat do or die bagi Arteta, Carragher menolak anggapan tersebut.

“Ya dan tidak,” ujarnya.

“Saya tidak melihat ini sebagai situasi di mana kalau Arsenal gagal juara, Arteta akan kehilangan pekerjaannya. Sama sekali tidak seperti itu.”

 


Arsenal Dinilai Tetap Punya Tim Terbaik

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Carragher justru melihat musim ini berbeda dibanding kegagalan Arsenal dalam perburuan gelar pada musim-musim sebelumnya.

“Musim ini terasa berbeda dari sebelumnya, karena saya tidak pernah merasa Arsenal adalah tim terbaik di liga pada musim-musim sebelumnya.”

“Tapi untuk sebagian besar musim ini, banyak orang merasa Arsenal punya skuad terbaik dan tim terbaik.”

Menurut Carragher, justru itu yang membuat tekanan terasa lebih besar, karena Arsenal sempat punya peluang menciptakan jarak sangat aman di puncak klasemen.

“Sekarang situasinya berubah sangat terlambat di musim ini, dan itu tentu disayangkan bagi mereka.”

“Mereka pernah unggul sembilan poin, bahkan punya peluang membuatnya menjadi 12 poin.”

Carragher membandingkan situasi ini dengan musim-musim lalu, ketika ia merasa Arsenal memang belum berada di level Liverpool atau Manchester City.

“Di masa lalu, kami merasa Liverpool atau City memang lebih unggul, dan tim terbaik yang akhirnya juara.”

“Musim ini rasanya tidak seperti itu.”

 


Arsenal Diminta Tetap Percaya

Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Meski posisi Arsenal kini terancam, Carragher menilai peluang juara belum sepenuhnya tertutup.

Ia meminta The Gunners tetap berpikir sederhana, yakni menyapu bersih semua laga sisa musim ini.

“Arsenal masih ada di dalam persaingan,” tegas Carragher.

“Arsenal harus berpikir seperti itu, menangkan semua pertandingan kami dan kami akan jadi juara.”

Arsenal selanjutnya akan menghadapi Newcastle United di Emirates Stadium akhir pekan nanti, sementara nasib mereka di puncak klasemen bisa berubah lebih dulu jika Manchester City menang atas Burnley.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait