Bola.com, Jakarta - Como 1907 menyia-nyiakan keunggulan 2-0 kemudian kalah 2-3 dari Inter Milan pada leg kedua semifinal Coppa Italia 2026 di San Siro, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Como angkat koper dari kompetisi ini dengan kekalahan 2-3 karena leg pertama berkesudahan 0-0.
Setelah laga, pelatih Como, Cesc Fabregas menyatakan Como belum selevel dengan Inter, tetapi sudah mendekat.
Como 1907 sempat bangkrut pada 2017 dan masih bermain di Serie C hingga 2021. Sebelumnya prestasi terbaik mereka adalah mencapai semifinal Coppa Italia pada 1986.
“Pertandingan berubah setelah gol menjadi 2-1, tetapi sebelum itu kami punya peluang melalui Diao untuk unggul 3-1 saat situasi satu lawan satu, dan itu bisa saja mengubah arah pertandingan,” kata Fabregas kepada Sport Mediaset, seperti dikutip dari Football Italia.
“Saya tahu dari mana kami memulai perjalanan ini dua setengah tahun lalu, sekarang kami bersaing untuk masuk final Coppa Italia, dan kami hampir mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa minggu. Semua ini sangat bagus, tetapi saya tahu asal kami."
“Saya tahu para pemain ini akan memberikan performa hebat setelah kekalahan hari Jumat dari Sassuolo, dan mereka melakukannya. Kami masih kekurangan sesuatu, tapi itu memang sudah kami sadari," imbuh Fabregas.
Kekurangan Como
Fabregas mengatakan Inter Milan lawan yang berat karena berisi pemain berpengalaman yang sudah bersama selama enam atau tujuh tahun.
"Jadi mungkin bukan lebih mudah, tetapi jelas lebih mungkin untuk memenangkan Scudetto dengan skuad seperti itu," ujar Fabregas mengomentari kekuatan Inter Milan.
“Mereka musim lalu bermain di final Liga Champions, mereka adalah tim pemenang. Kami harus melanjutkan perjalanan kami, penting bagi saya untuk melihat posisi kami sekarang."
"Apakah kami berada di level yang sama dengan Inter? Tidak, tetapi kami sudah dekat. Kami hanya belum cukup kuat di dua kotak penalti," imbuh mantan bintang Arsenal dan Barcelona itu.
Kurang Pengalaman dan Mental Juara
Perjalanan Como musim ini tampaknya terkendala kurangnya pengalaman dan mental juara. Dalam dua pertemuan melawan Inter bulan ini, mereka sebenarnya sempat mengendalikan permainan namun gagal mempertahankannya.
“Kami menghadapi tim elite, jadi mereka pantas mendapat pujian karena membuat kami kesulitan. Kami juga sedikit kekurangan hari ini, Vojvoda absen, Diao hanya bisa bermain sekitar 20 menit. Saya tidak bisa memastikan apakah ini karena kesalahan individu atau hal lain, tetapi jelas kami bisa berkembang di banyak aspek dan terus tumbuh bersama," tutur Fabregas.
“Kami adalah salah satu dari tiga atau empat tim di Eropa yang paling banyak memainkan pemain di bawah 23 tahun, dan itu bukan hal sepele."
"Saya menjadi kapten Arsenal pada usia 21 tahun di bawah Arsene Wenger yang banyak menggunakan pemain muda. Sekarang sebagai pelatih saya belajar bahwa itu tidak mudah, jadi saya hanya bisa bangga kepada mereka,” tutup Fabregas.
Sumber: Football Italia