Warning buat Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026: Penyelesaian Akhir PR Terbesar Kurniawan Dwi Yulianto

Pengamat bongkar penyebab kegagalan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Penyelesaian akhir PR terbesar Kurniawan Dwi Yulianto

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 22 April 2026, 19:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia U1-7, Mochamad Mierza Firjatullah menggiring bola melewati sejumlah pemain Vietnam dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/04/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Tersingkirnya Timnas Indonesia U-17 dari Piala AFF U-17 2026 masih meninggalkan keprihatinan mendalam dari banyak pihak, terlebih bagi pendukung setia Garuda Muda.

Diharapkan bisa melaju ke semifinal atau bahkan ke final, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto malah terkapar di fase Grup A.

Advertisement

Tuan rumah mengawali perjuangan dengan baik, mengalahkan Timnas Timor Leste U-17 empat gol tanpa balas. Namun, di laga kedua, secara mengejutkan Indonesia justru kalah 0-1 dari Timnas Malaysia U-17.

Di laga terakhir melawan Timnas Vietnam U-17, Putu Ekayana Yoga Pratama dan kawan-kawan gagal memetik kemenangan dan hanya bermain imbang tanpa gol.

Dengan demikian, jauh dari ekspektasi, Timnas Indonesia U-17 tersingkir. Dari tiga laga, kekalahan dari Malaysia yang paling disorot.Soalnya, berbeda dengan Indonesia yang mengawali laga dengan kemenangan, Malaysia justru kalah telak dari Vietnam, 0-4.

Jika saja bisa mengalahkan Malaysia, maka nasib Indonesia masih bisa terselamatkan. Kegagalan ini meninggalkan pekerjaan rumah (PR) yang tak mudah bagi tim pelatih, khususnya bagi Kurniawan Dwi Yulianto selaku pelatih kepala.

Pasalnya, dalam waktu dekat, Timnas Indonesia U-17 akan berlaga di Piala Asia U-17 2026 yang rencananya akan mentas di Arab Saudi, dari tanggak 5 hingga 22 Mei mendatang.


Hasil Akhir Berbicara

Pemain Timnas Indonesia U-17, Dava Yunna Adi Putra (kiri) berebut bola dengan pemain Vietnam, Nguyen Minh Thuy dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/04/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube Sportify Indonesia belum lama ini, ikut melontarkan uneg-uneg terkait kinerja jeblok Garuda Muda.

"Bolehlah unggul dalam permainan, unggul posisi. Apa pun itu, tapi yang penting kan hasil akhir. Yang menentukan fakta, siapa yang akan menang di akhir pertandingan," kata Ronny Pangemanan.

Secara khusus pengamata yang akrab disapa Ropa menyorot performa Indonesia kala kalah 0-1 dari Malaysia.

"Karena percuma kita penguasaan bola, tembakan banyak. Nah, itu tergambar kemarin melawan Malaysia. Tapi Malaysia kan bermain dengan efektif. Sangat cerdik, sangat disiplin. Jaga derah dengan baik," tukas Ropan.

"Malaysia lebih bagus dari kita. Tergambar sejak babak pertama, kita dapat tujuh tembakan satu on target. Mereka tiga tembakan tiga on target. Kemudian mereka dapat gol lewat tandukan Muhammad Faris Danish yang memanfaatkan set piece Nur Azam."


Agresif Tak Berbuah Manis

Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026. Tampak dalam foto, ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto jelang bertanding melawan Vietnam pada laga pamungkas Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menurut Ropan, permainan agresif yang ditingkatkan di sepanjang babak kedua juga tak berbuah manis. Gol yang diharapkan tak jua hadir. Penyelesaian akhir lagi-lagi jadi persoalan.

"Di babak kedua, kita coba lagi untuk bermain dengan agresif. Tekanan luar biasa. Tapi kan lagi-lagi bahwa penyelesaian akhir itu tidak ada," tukas Ropan.

"Pekerjaan rumah terbesar pelatih Kurniawan Dwi Yulianto adalah penyelesaian akhir. Kemudian cara kita bermain. Ketika masuk ke sepertiga lapangan, bola hilang. Passing-passing yang tidak akurat. Itu kontrol permainan yang enggak ada."


Soal Passing

Pemain Vietnam U-17, Nguyen Van Duong (kedua kanan) menggiring bola melewati pemain Timnas Indonesia U-17 dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/04/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Hal lain yang juga disorot Ropan adalah soal permainan. Passing jauh atau long ball seharusnya tak perlu diterapkan karena tidak pas dengan karakter permainan Garuda Muda.

"Kemudian ada satu hal yang kalau saya lihat, bermain dengan bola-bola panjang atau long ball, ini enggak pas. Enggak cocok. Enggak tahu, apakah ini memang instruksi langsung dari Kurniawan atau enggak," tukasnya.

"Anak-anak kan banyak angkat bola terus. Enggak bisa seperti itu. Coba lihat di 25 sampai 30 menit babak pertama juga begitu, main bola-bola panjang. Terlepas di babak kedua mereka juga melakukannya lagi"

"Gampang terbaca oleh pemain-pemain Malaysia. Selalu dipotong karena pemain Malaysia sudah tahu. Jadi enggak ada permainan yang enak gitu kan. Kreator di tengah juga hilang," tutup Ropan.

Berita Terkait