4 Alasan Tiket Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 Kurang Laku

Meski Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang paling prestisius, penjualan tiket Timnas AS, khususnya di Los Angeles, tidak sekuat yang diharapkan.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 23 April 2026, 09:00 WIB
Seorang wanita berjalan melewati jam hitung mundur Piala Dunia 2026 di Guadalajara, Negara Bagian Jalisco, Meksiko pada 10 September 2025. (ULISES RUIZ/AFP)

Bola.com, Jakarta - Penjualan tiket Piala Dunia 2026 secara umum menunjukkan minat tinggi dari para penggemar sepak bola dunia. Namun, situasi berbeda justru terjadi pada laga Timnas Amerika Serikat, khususnya untuk pertandingan fase grup yang digelar di Los Angeles.

Laporan menyebutkan masih ada ribuan tiket tersisa untuk laga melawan Paraguay, serta indikasi penjualan yang juga melambat untuk pertandingan menghadapi Turki. Meski FIFA membantah angka tersebut dan menyebut minat tetap tinggi, sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab kondisi ini.

Advertisement

Meski Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang paling prestisius, kombinasi harga mahal, faktor historis, demografi penonton, dan kejenuhan pasar membuat penjualan tiket Timnas AS, khususnya di Los Angeles, tidak sekuat yang diharapkan.

Jika situasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin atmosfer pertandingan yang melibatkan tuan rumah justru kalah meriah dibanding laga tim lain.   

Berikut empat alasan utamanya:


1. Harga Tiket yang Terlalu Mahal

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

Faktor paling jelas adalah harga tiket yang sangat tinggi. Untuk laga pembuka Timnas AS, harga tiket kategori 1 mencapai sekitar $2.730 (sekitar Rp46,8 juta), kategori 2 sebesar $1.940 (Rp33,2 juta), dan kategori 3 sekitar $1.120 (Rp19,2 juta).

Harga tersebut setara dengan tiket acara olahraga besar seperti Super Bowl di Amerika Serikat. Bagi banyak fans, angka ini dianggap terlalu mahal, apalagi pertandingan berlangsung lebih dari sekali di kota yang sama dalam waktu berdekatan.


2. Dampak Kegagalan Lolos Piala Dunia 2018

Timnas Amerika Serikat berfoto sebelum dimulainya laga matchday pertama Grup B Piala Dunia 2022 menghadapi Timnas Wales di Ahmad Bin Ali Stadium, Doha, Qatar, Selasa (22/11/2022) dini hari WIB. (AP/Francisco Seco)

Kegagalan Timnas Amerika Serikat lolos ke Piala Dunia FIFA 2018 masih meninggalkan luka bagi para penggemar.

Selain itu, harga tiket pertandingan tim nasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir tanpa diimbangi performa yang konsisten. Hal ini membuat hubungan antara tim dan suporter menjadi kurang solid.

Bukti lainnya terlihat dari rendahnya jumlah penonton dalam beberapa laga uji coba dan turnamen regional belakangan ini.


3. Demografi Penonton di Los Angeles

Pemandangan umum (general view) Stadion SoFi sebelum pertandingan antara Los Angeles Rams dan Las Vegas Raiders pada 20 Oktober 2024 di Inglewood, California. (Joe Scarnici/Getty Images via AFP)

Los Angeles memang kota besar, tetapi bukan basis utama pendukung Timnas AS.

Wilayah ini memiliki populasi besar dari komunitas Amerika Latin, yang cenderung lebih mendukung tim seperti Timnas Meksiko. Selain itu, terdapat juga basis penggemar kuat dari negara lain seperti Iran dan Korea Selatan.

Akibatnya, pertandingan Timnas AS di wilayah ini tidak selalu mendapatkan dukungan maksimal dari penonton lokal.


4. Terlalu Banyak Pertandingan di AS

Pemandangan umum (general view) stadion saat matahari terbenam menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia Antarklub 2025 antara Porto FC dari Portugal dan Al-Ahly dari Mesir di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, pada tanggal 23 Juni 2025. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Amerika Serikat menjadi tuan rumah berbagai turnamen sepak bola dalam dua dekade terakhir, termasuk CONCACAF Gold Cup dan Copa América.

Frekuensi pertandingan yang tinggi membuat fans memiliki banyak alternatif untuk menonton Timnas AS dengan harga lebih terjangkau.

Akibatnya, ketika harga tiket Piala Dunia melonjak tinggi, sebagian penggemar memilih untuk tidak membeli karena masih ada kesempatan lain di masa depan.

 

Sumber: Forbes

Berita Terkait