Bola.com, Jakarta - Kabar menarik datang menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA akhirnya mengubah keputusan terkait aktivitas tailgating, yang sebelumnya sempat dilarang di seluruh pertandingan turnamen.
Kini, aktivitas khas penggemar olahraga di Amerika Serikat itu dipastikan boleh dilakukan sebelum pertandingan, khususnya di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts. Keputusan ini disambut positif oleh panitia tuan rumah di wilayah Boston.
Sebelumnya, FIFA sempat menetapkan larangan tailgating untuk seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Namun, kebijakan tersebut direvisi setelah mempertimbangkan kondisi dan tradisi lokal di masing-masing venue.
Perubahan ini menjadi angin segar bagi para suporter, mengingat tailgating sudah menjadi bagian dari budaya menonton olahraga di Amerika, terutama pada pertandingan NFL dan MLS.
Apa Itu Tailgating?
Tailgating adalah tradisi berkumpul para suporter di area parkir stadion sebelum pertandingan dimulai. Biasanya, mereka datang lebih awal untuk berpesta kecil, seperti memanggang makanan (barbecue), mendengarkan musik, bermain gim ringan, hingga bersosialisasi dengan sesama fans.
Istilah ini berasal dari kebiasaan membuka bagasi belakang mobil (tailgate) yang kemudian dijadikan tempat menyiapkan makanan atau minuman. Di Amerika Serikat, tailgating bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari pengalaman menonton pertandingan secara keseluruhan.
Dalam banyak kasus, suasana tailgating justru sama meriahnya dengan pertandingan itu sendiri.
Enam Laga Fase Grup Digelar di Gillette Stadium
Gillette Stadium, markas New England Patriots di NFL, akan menjadi salah satu venue penting dalam Piala Dunia 2026.
Stadion ini dijadwalkan menggelar enam pertandingan fase grup, serta satu laga perempat final yang akan berlangsung pada 9 Juli 2026.
Panitia lokal menyebut keputusan FIFA ini selaras dengan kebijakan setempat yang memang tidak melarang aktivitas tailgating.
“Hal ini sejalan dengan aturan lokal yang mengizinkan tailgating seperti event lainnya di stadion, karena tidak ada pembatasan venue maupun keamanan publik,” demikian pernyataan resmi panitia Boston.
Kapasitas Parkir Dibatasi, Akses Transportasi Lebih Mahal
Meski diizinkan, aktivitas tailgating tidak akan sebebas biasanya. Kapasitas area parkir untuk publik mengalami pengurangan drastis selama turnamen berlangsung.
Jika dalam laga NFL tersedia sekitar 20.000 tempat parkir, saat Piala Dunia jumlahnya hanya sekitar 5.000 slot untuk umum.
Selain itu, biaya transportasi menuju stadion juga mengalami kenaikan signifikan. Metro Boston Transit Authority menetapkan tarif kereta pulang-pergi dari Boston ke Foxborough sebesar 80 dolar AS, atau empat kali lipat dibandingkan tarif saat pertandingan NFL dan MLS.
Alternatif lain berupa bus ekspres juga disiapkan, dengan harga tiket mencapai 95 dolar AS untuk perjalanan pulang-pergi.
New York Siapkan Fan Fest di Lima Wilayah
Di sisi lain, atmosfer Piala Dunia juga akan terasa di New York. Pemerintah kota mengumumkan rencana penyelenggaraan fan fest di lima wilayah utama.
Acara ini akan berlangsung bersamaan dengan pertandingan yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, serta venue lainnya di seluruh Amerika Serikat.
Fan fest tersebut diharapkan menjadi pusat keramaian bagi para penggemar yang tidak bisa menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion.