Scudetto Jadi Harga Mati bagi AC Milan

Direktur olahraga AC Milan, Igli Tare menegaskan timnya memiliki kewajiban untuk selalu membidik gelar Serie A atau Scudetto di setiap musim.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 02 Mei 2026, 12:00 WIB
Pemain AC Milan, Luka Modric, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bologna pada pekan 3 Liga Italia Serie A di Stadion San Siro, Senin (15/9/2025) dini hari WIB. (Stefano RELLANDINI / AFP)

Bola.com, Jakarta - Direktur olahraga AC Milan, Igli Tare menegaskan timnya memiliki kewajiban untuk selalu membidik gelar Serie A atau Scudetto di setiap musim.

Dalam wawancara terbarunya, Tare juga mengungkap bahwa nama besar Milan membuat mereka lebih mudah meyakinkan pemain top seperti Luka Modric dibandingkan saat ia masih bekerja di Lazio.

Advertisement

Tare, yang baru bergabung dengan Rossoneri setelah sempat mengambil jeda dari dunia sepak bola, mengakui bahwa bekerja di Milan membawa tantangan sekaligus keuntungan tersendiri.

“Ini perubahan yang cukup besar. Dengan nama Milan, lebih mudah meyakinkan pemain untuk bergabung dibandingkan ketika saya di Lazio, baik dari sisi sejarah klub maupun kekuatan finansial,” ujarnya.


Faktor Sejarah dan Mimpi Masa Kecil Modric

Pemain AC Milan, Luka Modric, berjabat tangan dengan pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, usai ditarik keluar pada laga Liga Italia antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Salah satu contoh nyata adalah keberhasilan Milan mendatangkan Luka Modric. Tare mengungkap bahwa gelandang asal Kroasia tersebut memang sudah lama memiliki kedekatan emosional dengan klub.

“Saya tahu Modric adalah fans Milan sejak kecil. Ketika kami bertemu dan membahas proyek tim, dia menunjukkan pemahaman mendalam tentang klub ini. Dia punya banyak tawaran lain, tetapi ingin mewujudkan mimpinya bermain untuk Milan,” jelas Tare.

Meski demikian, masa depan Modric masih belum pasti. Cedera tulang pipi membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat, sementara kontraknya akan habis pada akhir Juni. Namun, Tare optimistis sang pemain akan bertahan.

“Saya pikir dia akan memilih dengan hatinya dan tetap di Milan.”


Hubungan Positif dengan Allegri

Massimiliano Allegri memberikan instruksi pada skuad AC Milan di laga lawan Napoli di semifinal Supercoppa Italiana di Stadion Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, Jumat (19/12/2025). (AP Photo/Altaf Qadri)

Tare juga berbicara mengenai hubungannya dengan pelatih Massimiliano Allegri, yang kembali menangani Milan musim ini. Ia menilai Allegri sebagai sosok berpengalaman yang mampu mengelola tekanan di klub besar.

“Kami punya hubungan yang sangat baik. Setelah bursa transfer ditutup, kami punya waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Dia sangat cerdas dan tahu bagaimana menangani situasi ruang ganti,” kata Tare.

Menurutnya, keputusan menunjuk Allegri didasarkan pada pengalaman, sejarah bersama klub, serta kemampuannya menangani tim besar seperti Milan.


Scudetto Tetap Jadi Target Utama

Meski musim ini Milan harus puas bersaing di papan atas tanpa berhasil mengunci gelar, yang kini lebih dekat ke rival sekota Inter Milan, Tare menegaskan bahwa target klub tidak pernah berubah.

“Kami punya pemain bagus, tetapi musim ini diwarnai kesulitan, terutama karena banyak striker mengalami cedera dan tidak bisa berlatih secara konsisten,” ungkapnya.

“Bukan hanya saya yang memikirkan Scudetto. Ini adalah klub yang selalu ingin kompetitif. Menjadikan Scudetto sebagai target adalah kewajiban kami.”

Sumber: Football Italia

Berita Terkait