Drake Jadi Jembatan, Venezia Dapat Suntikan Dana Rp1,82 Triliun dan Tunjuk Presiden Baru Jelang Kembali ke Serie A

Venezia FC menutup musim 2025/2026 dengan kabar ganda yang menggembirakan. Klub asal Kota Air itu tidak hanya memastikan promosi kembali ke Serie A, tetapi juga mengumumkan investasi strategis senilai €100 juta atau sekitar Rp1,82 triliun yang melibatkan nama-nama besar dari industri olahraga global.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 08 Mei 2026, 09:45 WIB
Pemain Venezia, Fali Cande melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Fiorentina dalam laga lanjutan Liga Italia 2024/2025 di Stadio Pier Luigi Penzo, Venezia, Italia, Senin (12/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/LaPresse/Paola Garbuio)

Bola.com, Jakarta - Venezia FC menutup musim 2025/2026 dengan kabar ganda yang menggembirakan. Klub asal Kota Air itu tidak hanya memastikan promosi kembali ke Serie A, tetapi juga mengumumkan investasi strategis senilai €100 juta atau sekitar Rp1,82 triliun yang melibatkan nama-nama besar dari industri olahraga global.

Kepastian promosi datang setelah Venezia menahan imbang Spezia 2-2 pada pekan lalu, hasil yang sudah cukup untuk mengunci tempat di dua besar klasemen Serie B dengan satu pertandingan tersisa. Klub yang bermarkas di Stadio Pier Luigi Penzo itu pun resmi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia hanya satu musim setelah terdegradasi pada 2025.

Advertisement

Di balik kabar promosi yang membahagiakan itu, ada transformasi besar yang sedang terjadi di struktur kepemilikan dan manajemen klub. Rapper asal Kanada Drake, yang menjadi salah satu investor Venezia sejak 2024, memainkan peran krusial dalam mendatangkan dua figur berpengaruh ke dalam jajaran kepemimpinan klub.

Hubungan Drake dengan Tim Leiweke dan Francesca Bodie terbangun jauh sebelum keduanya menjejakkan kaki di Venezia. Ketiganya sudah saling mengenal sejak era Maple Leaf Sports and Entertainment, sebuah koneksi personal yang kini berujung pada kolaborasi bisnis bernilai triliunan rupiah di kota yang dikelilingi kanal ini.

 


Leiweke dan Putrinya Ambil Alih Kemudi, Presiden Lama Tetap di Struktur

Suporter, fans, pendukung Venezia di Serie A, Liga Italia. (X @VeneziaFC_EN)

Tim Leiweke bukan nama sembarangan di dunia olahraga profesional. Pria Amerika itu dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam administrasi olahraga global, dengan rekam jejak membangun tim-tim juara di MLS, NBA, dan NHL. Klub-klub yang pernah berada di bawah naungannya antara lain LA Galaxy, Los Angeles Lakers, dan Toronto Maple Leafs.

Leiweke kini resmi menjabat sebagai co-chairman Komite Operasional Venezia bersama Rob Hamwee, sementara putrinya Francesca Bodie ditunjuk sebagai Presiden klub menggantikan Duncan Niederauer yang tetap mempertahankan kepemilikan minoritasnya. Ini menjadikan duo ayah-anak tersebut sebagai pemegang saham luar terbesar di Venezia FC saat ini.

Namun nama Leiweke tidak sepenuhnya bebas dari kontroversi. Ia pernah didakwa secara pidana pada 2025 di AS atas dugaan pengaturan tender pembangunan stadion Moody Center di University of Texas, sebelum akhirnya diampuni oleh Presiden Donald Trump pada tahun yang sama. Premier League

 


Ambisi Besar di Serie A, Stadion Kelas Dunia Jadi Prioritas

Leiweke tidak datang sekadar membawa uang. Ia membawa visi yang jelas tentang seperti apa Venezia harus tampil di panggung tertinggi sepak bola Italia, dan ia tidak segan-segan menarik perbandingan langsung dengan pencapaiannya di Amerika Utara.

Salah satu janji utama yang ia bawa adalah soal infrastruktur. Leiweke menekankan pentingnya memberikan pengalaman kelas dunia kepada suporter Venezia, sebuah prioritas yang mencerminkan pendekatannya dalam membangun LA Galaxy dan Toronto FC menjadi klub dengan basis penggemar yang kuat.

"Kami membawa keahlian yang sama ke Venesia untuk memastikan para penggemar luar biasa VFC memiliki kandang berkelas dunia dan menjadi perlengkapan permanen di Serie A," ujar Leiweke dalam pernyataan resminya.


Persaingan di Liga Italia

Berita Terkait