Manchester City Sudah Siapkan Dua Calon Pengganti Pep Guardiola

Masa depan Pep Guardiola di Manchester City masih belum pasti. Siapa yang bakal jadi penerusnya?

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 08 Mei 2026, 10:45 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, merayakan kemenangan atas Nottingham Forest pada laga pekan ke-18 Premier League di Stadion The City Ground, Sabtu (27/12/2025). (Joe Giddens/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Pep Guardiola di Manchester City masih belum pasti.

Meski baru menandatangani kontrak baru hingga 2027 pada tahun lalu, Guardiola disebut masih belum memutuskan apakah akan bertahan hingga akhir kontraknya atau pergi lebih cepat.

Advertisement

Di tengah ketidakpastian tersebut, Manchester City dikabarkan mulai menyiapkan dua nama yang berpotensi menjadi penerus Guardiola di Etihad Stadium.

Menurut laporan iPaper, City sudah melakukan pendekatan awal kepada Enzo Maresca. Mantan asisten Guardiola itu dianggap sebagai solusi jangka pendek jika pelatih asal Spanyol tersebut memutuskan hengkang musim panas nanti.

Maresca pernah menjadi bagian penting staf kepelatihan City sebelum menerima tawaran menjadi pelatih Leicester City pada 2023. Namun kariernya bersama Chelsea harus berakhir lebih cepat setelah dipecat pada Januari lalu.

Kedekatan Maresca dengan filosofi permainan Guardiola membuat manajemen City menilai dirinya sebagai sosok yang mampu menjaga identitas permainan klub.

 


Kompany

Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany berjalan memasuki lapangan menjelang laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Madrid, Spanyol, Selasa, 7 April 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Selain Maresca, nama lain yang masuk radar adalah legenda klub, Vincent Kompany.

Sumber internal klub bahkan menyebut kembalinya Kompany ke Manchester City sebagai pelatih di masa depan terasa “tak terelakkan”.

Kompany merupakan salah satu kapten paling sukses dalam sejarah City saat masih aktif bermain. Setelah gantung sepatu, pria asal Belgia itu juga sukses membangun reputasi sebagai pelatih muda menjanjikan.

Saat ini Kompany menangani Bayern Munich dan dianggap sebagai salah satu manajer terbaik generasi baru, meski timnya baru saja tersingkir dramatis dari Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions dengan agregat tipis 6-5.

 


Hampir 1 Dekade

Pep Guardiola cemaskan ancaman lini depan Milan (c) AFP

Guardiola kini memasuki hampir satu dekade di Etihad dan sedang memburu gelar Liga Inggris ketujuh.

Ia masih terikat kontrak satu tahun lagi, tetapi klub disebut mulai menyiapkan skenario jika pelatih asal Spanyol itu memutuskan pergi. Nama Enzo Maresca muncul sebagai kandidat utama pengganti.

Di tengah situasi tersebut, fokus Guardiola tetap pada persaingan musim ini. Man City akan bertandang ke markas Everton di Hill Dickinson Stadium dengan target memangkas jarak enam poin dari Arsenal, yang sudah memainkan dua laga lebih banyak.

"Saya tidak mungkin bertahan 10 tahun, bahkan dengan banyak gelar, tanpa lingkungan yang luar biasa," kata Guardiola.

"Saat ini saya merasa… saya tidak tahu, bukan sekadar bahagia, tetapi saya masih punya energi yang sangat besar. Saya masih sangat menikmati datang bekerja, bahkan di hari libur," ucapnya.


PR Penerus

Pep Guardiola tak mau jemawa lawan Chelsea (c) AFP

Selama di City, pelatih asal Spanyol itu telah membangun budaya klub. Ini akan menjadi PR besar bagi penerusnya.

"Saya senang ketika Gundo (Ilkay Gundogan) kembali dari Barcelona dan berkata, 'Manchester City itu level tertinggi.' Ketika hal seperti itu terjadi, berarti kami berada di jalur yang benar," ucapnya.

"Itulah mengapa kami konsisten berada di Liga Champions selama 12, 13, 14 tahun terakhir. Kami selalu bersaing memperebutkan gelar karena ada konsistensi, dalam taktik, sistem, pemain, dan pelatih. Ini seperti sebuah 'gelembung' yang membuat semua orang merasa nyaman," imbuh Guardiola.

Sumber: Guardian, Sportsmole

Berita Terkait