Nabil Husein Ungkap Rahasia Rekrutmen Pemain Asing Berkualitas di Borneo FC

Sejak promosi ke kasta tertinggi pada 2014, Borneo FC menjadi kekuatan baru sepak bola di Indonesia.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 08 Mei 2026, 11:30 WIB
Presiden Borneo FC, Nabil Husein, saat konferensi pers Piala Presiden 2022 di Studio Lantai 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta pada Senin (06/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Sejak promosi ke kasta tertinggi pada 2014, Borneo FC menjadi kekuatan baru sepak bola di Indonesia. Ibarat proses tumbuh kembang manusia. Mereka pun mulai dari merangkak, berjalan, dan setelah kini berusia 11 tahun, Borneo FC mampu berlari kencang.

Pesut Etam secara konsisten terus memperbaiki diri hingga bisa bersaing dengan tim-tim elite di BRI Super League 2025/2026. Bahkan klub milik Nabil Husein Said Amin ini sangat perkasa pada Liga 1 musim 2023/2024 dengan memuncaki klasemen akhir fase Regular Series.

Advertisement

Namun sayang ketika memasuki fase Championship Series tim yang saat itu ditangani pelatih Belanda, Pieter Huistra, gagal meraih gelar juara. Mereka harus puas menjadi peringkat ketiga, setelah menyingkirkan juara dua kali, Bali United.

Musim ini Borneo FC sedang berpacu dengan Persib dan Persija untuk merebut mahkota juara. Kans tim besutan Fabio Lefundes ini berpeluang menyabet gelar pertamanya. Dengan syarat Persib terpeleset di salah satu dari tiga pertandingan tersisa.


Langganan Dapat Pemain Asing Jos

Bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman berduel dengan striker Pusamania Borneo FC, Pedro Javier dalam laga di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (3/7/2016). (GTS)

Sepanjang perjalanan Borneo FC di pentas elite kompetisi domestik, tim yang awalnya bernama Pusamania Borneo FC ini selalu melahirkan pemain berkualitas. Terutama di posisi lini depan.

Pedro Javier jadi pioner munculnya penyerang handal. Tandem bersama striker lokal ikonik, Lerby Eliandri, pemain asal Paraguay yang kini sebagai asisten pelatih itu menjadi topskorer klub dengan torehan enam gol di pentas ISC dan Torabika Soccer Championship pada 2016.

Berikutnya muncul nama Matheus Pato. Secara fenomenal, bomber debutan asal Brasil sukses menyabet Sepatu Emas sebagai anugerah pencetak gol terbanyak musim 2022/2023. Total gol yang diciptakan Matheus Pato sebanyak 25 butir.

Kemudian menyusul Leo Gaucho yang di paruh musim Liga 1 2024/25 berhasil mencetak 12 gol dari 24 pertandingan bersama Borneo FC.


Barisan Depan Menakutkan

Dua pemain Borneo FC Samarinda, Juan Villa dan Mariano Peralta. (Bola.com/Dok.Instagram Borneo FC).

Edisi kali ini, barisan depan Borneo FC sangat menakutkan. Mereka punya Juan Vila, Mariano Peralta, dan Koldo Obieta. Hingga pekan ke-31 lalu, Juan Vila telah menyumbang 11 gol delapan assist.

Manajemen juga berani melepas Joel Vinicius ke Arema FC pada putaran kedua. Meskipun dia telah mengoleksi tujuh gol dan dua assist. Namun Koldo Obieta yang menggantikan Joel Vinicius tak kalah gacor. Dari 13 pertandingan striker berpaspor Spanyol ini bikin tujuh gol dan tiga assist.

Di antara deretan pemain musim ini paling subur adalah Mariano Peralta. Meskipun bukan striker murni, namun pemain asal Argentina ini punya torehan impresif 16 gol dan 13. Catatan ini lebih baik dari musim lalu dimana Peralta total mempersembahkan 10 gol dan 13 assist.

Bola.com sempat penasaran dan berusaha mengorek keterangan dari mulut Manajer Tim Borneo FC, Dandri Dauri, terkait perekrutan pemain handal itu. Namun dia merahasiakan jurus perekrutan pemain di tubuh Borneo FC.

"Ada deh. Yang jelas, kita punya tim penyeleksi pemain. Mereka bertugas mencari dan menyeleksi pemain yang dibutuhkan dan sesuai dengan karakter permainan tim Borneo FC. Alhamdulillah tiap musim kita dapat dan punya pemain bagus," kata Dandri Dauri diplomatis.


Manfaatkan Teknologi

Presiden klun Borneo, Nabil Husein. (Permana Kusumadijaya/Bola.com)

Namun rahasia yang disimpan Dandri Dauri ini diungkap Presiden klub, Nabil Husein. Dalam siniar @taktikbytommy, pria yang juga anggota DPR RI ini memaparkan proses perekrutan pemainnya.

"Memang kita ada software aplikasi yang kita udah kerja sama. Ya, saya nggak bisa sebut lah. Yang jelas ada, dari waktu itu dari Rusia. Dari Rusia software itu, apps-nya. Kita bayar per tahun itu," ucap Nabil Husein.

Nabil Husein menjelaskan software aplikasi itu memaparkan secara detail data dan informasi skill para pemain di seluruh dunia.

"Di situ juga ada. Kita punya ada dua apps yang kita gunakan untuk pengecekan pemain-pemain itu. Itu untuk seluruh pemain di dunia. Semua data, semua data itu ada. Blunder-blundernya, positifnya apa, kelebihannya apa. Dengan sistem kita nih, buat liga kita nih seperti apa, cocok nggak? Ada semua itu. Borneo punya itu," tuturnya. 

Berita Terkait