Setelah Kalah di Persidangan Paspor Dean James, NAC Breda Bertekad Melawan Kemustahilan Lolos dari Degradasi

NAC Breda akan menjalani pertandingan hidup dan mati pekan ini, dengan berada di ambang turun kasta.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 08 Mei 2026, 13:15 WIB
Rat Verlegh Stadion. Berkunjung ke stadion Rat Verlegh, kandang NAC Breda pada Minggu (17/1/2021) tatkala NAC bersiap tandang ke Jong PSV di Eerste Divisie. Sama sekali tidak ada aktivitas ditemui di sana. (Bola.com/Tito Sianipar)

Bola.com, Breda - NAC Breda akan menjalani pertandingan hidup dan mati pekan ini, dengan berada di ambang turun kasta. Mereka dijadwalkan menjamu Heerenveen pada pekan ke-33 Eredivisie 2025/2026, Minggu (10/5/2026) malam WIB.

Apabila NAC Breda gagal mengalahkan Heerenveen di Stadion Rat Verlegh nanti, maka mereka dipastikan terdegradasi. Saat ini, klub berjulukan Parel van het Zuiden masih terpaku di posisi ke-17 atau kedua dari bawah dengan nilai 25.

Advertisement

Mereka tertinggal enam poin dari tim yang dalam posisi aman untuk bertahan, yakni Telstar dan Volendam yang punya poin 31. Secara matematika, NAC Breda membutuhkan enam poin di dua laga tersisa, dan berharap Telstar maupun Volendam selalu kalah.

Jika harus terdegradasi, ini menjadi pukulan telak bagi NAC Breda. Sebab di tengah upaya lolos dari jeratan degradasi, mereka baru saja kalah dalam persidangan menyangkut paspor pemain Timnas Indonesia, Dean James yang diadukannya.


Legawa

NAC Museum. Sama seperti pertandingannya yang tanpa penonton, Museum NAC Breda juga terpaksa tutup karena pandemi Covid-19. NAC kini berlaga di divisi kedua Liga Belanda atau Eerste Divisie dan bertengger di posisi 4 klasemen. (Bola.com/Tito Sianipar)

Awal pekan ini, polemik paspor Dean James yang diadukan oleh NAC Breda berakhir. Pengadilan Utrecht resmi menolak gugatan kort geding (prosedur darurat) yang diajukan NAC Breda terhadap Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

Dengan keputusan ini, hasil kekalahan telak 0-6 NAC Breda dari Go Ahead Eagles pada Maret lalu dinyatakan tetap sah, dan tuntutan untuk menggelar pertandingan ulang resmi ditolak.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Utrecht, Senin (4/5/2026) sore waktu setempat, hakim memberikan putusan dalam proses persidangan singkat antara NAC dan KNVB.

Hakim yang menangani putusan sementara tersebut memutuskan bahwa pertandingan antara Go Ahead Eagles dan NAC pada Maret 2026 tidak perlu dinyatakan tidak sah dan tidak perlu diulang. Kubu NAC Breda pada akhirnya menerima putusan tersebut.

"NAC telah memutuskan untuk tidak menyatakan putusan hakim bahwa pertandingan melawan Go Ahead Eagles harus dinyatakan tidak sah dan tidak perlu diulang. Tidak ada proses lebih lanjut yang akan dilakukan," demikian bunyi tanggapan NAC Breda.

 


Masih Ada Harapan

Striker kawakan NAC Breda asal Ghana, André Ayew menolak menyerah bersama NAC Breda. Ia merasa klubnya belum benar-benar terdegradasi, untuk itu ia masih menaruh harapan lolos dari jurang degradasi.

"Saya percaya pada Tuhan. Jika sesuatu terjadi, itu memang sudah ditakdirkan. Anda harus menghadapi momen baik dan buruk dengan mentalitas dan tekad yang sama. Setelah badai, matahari selalu terbit. Terkadang Anda berdiri di bawah sinar matahari dan Anda tahu: suatu hari nanti akan ada badai lagi," tuturnya kepada BN De Stem via Voetbal Primeur.

Eks bomber Timnas Ghana itu digaet NAC Breda pada transfer window Januari lalu secara gratis. Kemudian ia bermain 15 laga bersama NAC Breda dan hanya mencetak satu gol. Statistik yang buruk yang sebenarnya tidak membantu NAC dalam perjuangan untuk bertahan hidup.

"Ketika saya melihat bagaimana penampilan kami (melawan FC Utrecht), kami pantas mendapatkan sedikit keberuntungan. Tapi kami tidak akan menyerah. Selama masih ada harapan, kami akan terus maju. Begitulah cara saya melakukannya sepanjang hidup dan karier saya. Saya tidak pernah membiarkan diri saya berkecil hati," tandas André Ayew.

Sumber: Voetbal Primeur

Berita Terkait