PSS Gagal Juara Pegadaian Championship, Ansyari Lubis Tetap Apresiasi Perjuangan Super Elang Jawa

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada perjuangan anak asuhnya meski gagal menjuarai Pegadaian Championship.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 10 Mei 2026, 10:15 WIB
Pelatis PSS Sleman, Ansyari Lubis. (dok. PSS Sleman)

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada perjuangan anak asuhnya meski gagal menjuarai Pegadaian Championship 2025/2026.

Tim berjulukan Super Elang Jawa itu harus puas menjadi runner-up setelah kalah dramatis 3-4 lewat adu penalti dari Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam WIB.

Advertisement

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Garudayaksa FC sempat unggul lebih dulu lewat gol Alfin Faiz pada menit ke-23 dan Everton Nascimento melalui titik penalti (36').

Namun, PSS menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Brace Gustavo Tocantins di menit ke-60 dan 90+2' memaksa laga berlanjut ke extra time usai kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal.


Akui Kehilangan Fokus di Babak Pertama

Pemain PSS Sleman, Dominikus Dion Oktawian Wibowo menggiring bola melewati pemain Garudayaksa FC dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (09/05/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Ansyari menilai timnya sempat kehilangan konsentrasi pada babak pertama, sehingga lawan mampu mengendalikan permainan. Meski begitu, ia puas dengan respons yang ditunjukkan para pemain selepas jeda.

"Dengan hasil pertandingan tadi, kami menyoroti di babak pertama kami sedikit kehilangan fokus hingga Garudayaksa bisa mengambil permainan dengan sangat baik," ujarnya seusai laga.

"Di babak kedua kami bermain sangat luar biasa, kami bisa menyamakan kedudukan. Tapi itulah hasil dari pertandingan adu penalti, semuanya hanya bisa kita anggap itu banyak faktor. Selamat buat Garudayaksa yang bisa menjadi juara."

"Terutama ini partai final yang saya kira cukup bagus untuk kita lihat dan kita tonton. Mudah-mudahan ke depan Sleman, PSS Sleman bisa lebih baik lagi di Liga 1," sambungnya.


Masuknya Mofu Bikin Serangan Lebih Hidup

Pemain Garudayaksa FC, Muhammad Raihan Utama (kiri) berusaha menggiring bola melewati pemain PSS Sleman dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (09/05/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Pada babak kedua, permainan PSS memang terlihat lebih agresif selepas masuknya Irvan Mofu. Kehadiran sang penyerang membuat tekanan skuad Elang Jawa semakin berbahaya.

Menanggapi hal itu, Ansyari menjelaskan dirinya tetap harus menjaga keseimbangan tim sejak awal laga. Ia mengakui sejumlah kesalahan sendiri justru membuat PSS kebobolan pada babak pertama.

"Ketika di babak pertama kenapa kami tidak masukkan langsung Mofu? Kami kan harus juga bermain dengan seimbang. Jadi, ketika kami berbuat kesalahan di babak pertama, ya gol-golnya juga terjadi akibat kesalahan kami sendiri," jelasnya.

"Makanya ketika di babak kedua kami memasukkan Mofu untuk memperkaya, memperkuat serangan kita dan itu terbukti. Tetapi kan sepak bola tidak bisa dihitung hanya di satu babak."

"Jadi saya kira ini hasil yang cukup luar biasa buat seluruh pemain dan apresiasi yang setinggi-tingginya buat mereka," lanjut eks gelandang Timnas Indonesia era 90-an itu.


Minta Maaf kepada Suporter PSS

Sementara itu, striker PSS, Irvan Mofu, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Tim Elang Jawa karena gagal mempersembahkan trofi juara di kandang sendiri.

Atmosfer Stadion Maguwoharjo sebenarnya begitu luar biasa sepanjang pertandingan. Suporter PSS tampil total dengan koreografi kreatif serta dukungan tanpa henti dari tribune.

"Yang pertama-tama kami minta maaf kepada warga Sleman, kami tidak bisa juara. Tapi yang paling penting PSS Sleman kembali ke Liga 1," ucap pemain berusia 31 tahun tersebut.

Berita Terkait