Liga Italia: Spalletti Akui Juventus Sulit Konsisten Selama 90 Menit

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meluapkan rasa frustrasinya meski timnya berhasil menang tipis 1-0 atas Lecce

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Mei 2026, 13:00 WIB
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, berbicara kepada sang gelandang Fabio Miretti saat laga Liga Champions 2025/2026 melawan Sporting CP di Allianz Stadium, Turin, Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. (Marco Bertorello/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meluapkan rasa frustrasinya meski timnya berhasil menang tipis 1-0 atas Lecce pada pekan ke-36 Serie A, Sabtu (10/5/2026) dini hari WIB.

Gol cepat Dušan Vlahović dalam 12 detik sempat membuat Juventus diprediksi akan menang mudah di Stadion Via del Mare. Namun, Bianconeri justru gagal memanfaatkan dominasi mereka untuk menambah banyak gol.

Advertisement

Bahkan dua gol tambahan Juventus harus dianulir akibat offside, masing-masing melibatkan Vlahovic dan Pierre Kalulu.

Usai pertandingan, Spalletti mengaku kecewa dengan cara bermain Juventus yang dinilainya terus mengulangi kesalahan yang sama sepanjang musim.

“Kami sudah sering membahas ini. Kami mencetak gol cepat lalu gagal membunuh pertandingan. Rasanya seperti salinan dari kesalahan-kesalahan sebelumnya,” ujar Spalletti.

Menurut mantan pelatih Timnas Italia itu, Juventus sebenarnya mendominasi permainan hampir sepanjang laga, tetapi sering kehilangan fokus dalam momen-momen penting.

“Kami mengontrol pertandingan, tetapi kemudian muncul momen ceroboh. Kami salah memberikan umpan dengan cara yang sulit dipercaya untuk level sepak bola seperti ini,” lanjutnya.

“Kami tidak bisa menjaga konsentrasi, determinasi, dan agresivitas selama 90 menit penuh. Setelah melakukan kesalahan, rasa takut mulai muncul dan pertandingan kembali terbuka.”


Kritik Pemain

Pemain Lecce Lassana Coulibaly (kanan) dan pemain Juventus Teun Koopmeiners memperebutkan bola pada laga Serie A/Liga Italia antara Lecce vs Juventus di Lecce, Italia Selatan, Sabtu, 9 Mei 2026. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Spalletti juga tampak beberapa kali marah di pinggir lapangan karena para pemain tidak menjalankan instruksinya dalam mengalirkan bola.

Ketika ditanya apakah Juventus perlu melakukan perombakan besar-besaran musim depan, Spalletti memberikan jawaban tegas.

“Media berbicara seolah-olah kami akan mengganti 18 dari 25 pemain di ruang ganti. Itu tidak mungkin dilakukan,” katanya.

“Ini proyek serius. Banyak pemain di skuad ini harus tetap terlibat karena tidak mudah mengganti begitu banyak pemain sekaligus.”

Spalletti juga menegaskan bahwa Juventus sudah mengeluarkan dana besar dalam dua musim terakhir sehingga klub tidak bisa terus-menerus belanja besar.

“Para pemain ini harus berkembang secara mental dan menyadari bahwa banyak dari mereka akan tetap berada di sini,” tambahnya.


Soal Vlahovic

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi kepada para pemainnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Lecce vs Juventus di Lecce, Italia Selatan, Sabtu, 9 Mei 2026. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Dalam kesempatan itu, Spalletti juga menyoroti pentingnya peran Vlahovic bagi Juventus. Menurutnya, tim saat ini tidak memiliki striker lain dengan karakteristik serupa.

“Kami sangat kehilangan Vlahovic karena tidak ada pemain lain dengan karakteristik seperti dirinya,” jelas Spalletti.

“Tim pemenang membutuhkan striker yang kuat secara fisik dan mampu bertarung dengan bek lawan.”

Ia juga membandingkan Vlahovic dengan Jonathan David yang disebut punya insting gol bagus, tetapi kurang kuat dalam duel fisik.

“Jonathan David bisa mencetak gol, tetapi dalam duel dan benturan fisik dia masih kesulitan,” ujarnya.


Kejar Zona Liga Champions

Meski tampil kurang meyakinkan, kemenangan atas Lecce tetap sangat penting bagi Juventus dalam persaingan menuju zona Liga Champions.

Tambahan tiga poin membuat Juventus sementara naik ke posisi ketiga klasemen dan unggul atas AC Milan yang baru akan bermain melawan Atalanta.

Selain itu, kemenangan ini juga membantu Juventus menjauh dari tekanan AS Roma dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait