Naik Barracuda Jadi Pengalaman Tak Terlupakan Jean-Paul van Gastel usai PSIM Jumpa Persib di GBLA

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sulit dilupakan setelah laga melawan Persib Bandung

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 10 Mei 2026, 14:00 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sulit dilupakan setelah laga melawan Persib Bandung pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.

Seusai pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (4/5/2026), seluruh rombongan PSIM dievakuasi menggunakan kendaraan taktis Barracuda milik kepolisian untuk meninggalkan stadion dengan aman.

Advertisement

Pada laga ini PSIM menelan kekalahan tipis 0-1. Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi sorotan. Pengalaman meninggalkan stadion menggunakan kendaraan anti-peluru justru membekas bagi Van Gastel.

Arsitek asal Belanda itu berujar, selama kariernya di sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih, dirinya sudah melewati banyak situasi. Akan tetapi, naik Barracuda jadi sesuatu yang benar-benar baru baginya.

"Saya berumur 54 tahun dan saya pikir saya sudah melihat banyak hal selama karier saya sebagai pemain dan pelatih sepak bola. Tapi ini adalah pengalaman yang benar-benar baru," ujar Van Gastel.


Sempat Ada Petasan Saat Pemanasan

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, saat memimpin timnya menghadapi Persik Kediri pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) sore WIB. Sayangnya, PSIM harus puas bermain imbang 2-2 kontra Persik. (dok. PSIM Yogyakarta)

Van Gastel menceritakan situasi mulai terasa tidak biasa ketika sesi pemanasan berlangsung. Menurutnya, sempat ada petasan yang mengarah ke area pemain PSIM saat melakukan warming up bersama staf pelatih fisik.

Meski demikian, mantan asisten pelatih Besiktas itu tidak ingin berspekulasi mengenai insiden tersebut. Ia menilai pihak kepolisian hanya berupaya memastikan seluruh tim tamu bisa meninggalkan stadion dengan aman.

"Pertama-tama saya rasa ada petasan yang dilemparkan ke arah tim kami saat pemain melakukan pemanasan dengan pelatih fisik. Saya tidak tahu apakah itu sengaja dilemparkan ke mereka tapi mereka ada di sisi itu," katanya.

"Lalu polisi memutuskan untuk membawa kami dengan 'Jeep' tersebut (Barracuda). Itu pengalaman yang cukup menarik tapi saya tidak merasa ada ketegangan. Itu lebih kepada upaya membawa kami keluar dengan aman saja. Jadi itu cukup lucu dan menjadi pengalaman baru," lanjutnya.


Raka Cahyana Sudah Pernah Rasakan

Pemain PSIM Yogyakarta, Raka Cahyana saat melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz) 

Sementara itu, bek PSIM, Raka Cahyana, tidak terlalu kaget dengan situasi tersebut. Sebab, ia pernah mengalami pengalaman serupa saat tampil dalam laga panas antara Persija Jakarta versus Persib Bandung.

"Untuk Barracuda sebenarnya bukan yang pertama kali kemarin. Sebelumnya pernah waktu Persija lawan Persib juga, main di sana juga. Jadi itu pengalaman yang seru," ungkap Raka.

Sebelum memperkuat PSIM, Raka Cahyana memang sempat berbaju Tim Macan Kemayoran. Mantan bek Timnas Indonesia U-22 itu bahkan merupakan jebolan akademi Persija pada 2020 silam.

Berita Terkait