Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan mereka di fase grup Piala Asia 2027. Dalam drawing yang berlangsung di At-Turaif District, Diriyah, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (10/5/2026) dini hari WIB, Skuad Garuda tergabung di Grup F bersama tiga lawan yang bukan nama sembarangan: Jepang, Qatar, dan Thailand.
Label "grup neraka" langsung melekat begitu nama-nama itu tersusun bersama. Jepang adalah pemegang gelar terbanyak dalam sejarah Piala Asia dengan empat trofi, sementara Qatar datang dengan status juara dua edisi beruntun setelah mengangkat trofi di Uni Emirat Arab 2019 dan Qatar 2023.
Thailand melengkapi persaingan di Grup F dengan kualitas yang tidak bisa diremehkan. Tim berjuluk Gajah Perang itu berhasil menembus babak 16 besar dalam dua partisipasi terakhir Piala Asia dan menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara dengan tujuh gelar Piala AFF di lemari tropi mereka.
Jadwal fase grup pun sudah ditetapkan. Indonesia akan membuka kampanye mereka menghadapi Jepang pada Minggu (11/1/2027), dilanjutkan kontra Qatar pada Jumat (16/1/2027), sebelum menutup fase grup melawan Thailand pada Selasa (20/1/2027). Turnamen ini sendiri berlangsung di Arab Saudi dari 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Ropan: Jangan Takut, Indonesia Pernah Taklukkan Qatar
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Ropan mengakui bahwa Grup F adalah kelompok yang keras. Namun ia menegaskan bahwa kondisi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah sebelum bertanding.
"Saya pikir ini grup yang keras. Jepang, Qatar, Indonesia, termasuk dengan Thailand. Seperti yang saya bilang kemarin, kemungkinan besar kita akan bertemu Thailand dan itu memang lebih asyik," kata Ropan via kanal YouTube Bung Ropan.
Soal Jepang, Ropan realistis. Rekam jejak dua pertemuan di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Indonesia kalah dua kali, menjadi tolok ukur yang tidak bisa diabaikan. Namun untuk Qatar, Ropan mengingatkan bahwa sejarah mencatat Indonesia bukan tim yang belum pernah menantang sang juara bertahan.
Ia menyebut dua momen bersejarah yang relevan. Pertama, pada 2014 Indonesia berhasil menahan imbang Qatar 2-2 dalam laga uji coba di Doha, dengan dua gol dicetak Ricardo Salampessy dan Irfan Bachdim. Kedua, jauh ke belakang pada 2004 di bawah asuhan almarhum Benny Dollo, Indonesia bahkan berhasil mengalahkan Qatar 2-1 dalam penyisihan Grup A Kualifikasi Piala Asia di Beijing.
"Grup ini betul-betul grup neraka. Tapi Indonesia tidak boleh gentar. Justru ini menjadi tantangan bagi John Herdman sebagai pelatih," ujar Ropan.
Laga Perdana Lawan Jepang, Kunci Ada di Duel Kontra Thailand
Ropan menilai urutan laga di fase grup menjadi tantangan tersendiri. Membuka turnamen langsung melawan Jepang tentu bukan kondisi ideal, namun ia meyakini bahwa justru hasil laga kontra Thailand yang akan menjadi penentu peluang Indonesia lolos ke babak 16 besar.
Pertemuan Indonesia versus Thailand di Piala Asia 2027 juga menyimpan daya tarik tersendiri. Ini akan menjadi pertama kalinya Skuad Garuda yang diperkuat pemain diaspora bertemu langsung dengan tim berjuluk Gajah Perang tersebut, sebuah duel yang sudah lama dinantikan para pendukung sepak bola Indonesia.
Dengan materi pemain terbaik yang sebagian besar kini berkarier di Eropa, Ropan meyakini Indonesia punya modal yang cukup untuk bersaing. Keberanian dan semangat, bukan rasa takut, yang menurutnya harus menjadi bahan bakar Skuad Garuda di Arab Saudi.
"Nah, sekarang ketika John Herdman yang pegang timnas ini, kita dengan materi pemain yang bagus, saya pikir kita punya pemain-pemain top. Jadi kita tidak boleh kalah sebelum bertarung. Kita harus fight, semangat untuk tim nasional kita," pungkas Ropan.