Skenario Timnas Indonesia Besutan John Herdman agar Bisa Lolos dari Grup Neraka Piala Asia 2027

Timnas Indonesia berada di grup neraka Piala Asia 2027. Bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Skuad Garuda akan bertarung habis-habisan

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 17 Mei 2026, 08:30 WIB
Indonesia unggul lebih dulu pada menit ke-11 lewat eksekusi penalti yang sempurna Kevin Diks. Tampak dalam foto, pemain Indonesia, Kevin Diks (kanan) merayakan gol pada pertandingan pertama Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Rabu 8 Oktober 2025 waktu setempat atau Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berada di grup neraka Piala Asia 2027. Bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Skuad Garuda akan bertarung habis-habisan demi menjaga peluang untuk lolos ke fase selanjutnya.

Meski harus bertarung dengan Qatar dan Jepang, dua tim yang sudah pernah merasakan manisnya gelar juara Piala Asia, Jay Idzes dan kawan-kawan tak boleh gentar. Harus tetap optimistis.

Advertisement

Lantas, bagaimana kans Indonesia agar bisa lolos dari grup? Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube ITSMe mecoba memprediksi berdasarkan data dan fakta sejarah.

Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah Indonesia harus bisa mengalahkan Thailand pada laga pertama. Selanjutnya bermain imbang dengan juara bertahan Qatar di laga kedua.

"Peluang jelas masih terbuka. Kita masih bisa bertarung dengan Thailand. Kalau menang melawan Thailand, lalu draw dengan Qatar, ya mungkin masih punya peluang untuk lolos," kata Ropan.


Pernah Menang

Timnas Indonesia logo. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Menurut Ropan, Indonesia pernah menang atas Qatar. Ini jelas modal yang bagus untuk membuat Jay Idzes cs. lebih percaya diri.

"Apalagi kalau menang lawan Qatar, walaupun Qatar juara bertahan ya. Tapi saya rasa, kita juga tidak boleh lemah melawan mereka. Kita pernah menang kok melawan mereka. Tahun 2004 kalau enggak salah, kita menang di Kualifikasi Piala Asia di Beijing," tukas Ropan.

"Saat itu, pelatih timnas almarhum Benny Dollo. Kita menang. Mungkin Budi Sudarsono yang cetak dengan gol dengan Ponaryo Astaman. Pada 2024 draw 2-2, justru bermain di Al Wakrah di kota Doha. Bermain di kandang mereka, di Qatar. Kita bisa bikin gol di sana."


Ada Peluang

Raut lesu pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders (kiri), Joey Pelupessy (tengah), dan Justin Hubner setelah kalah dari Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 di tadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kini, dengan materi pemain yang mumpuni di semua lini, termasuk yang berkarier di liga-liga top Eropa, kans Indonesia jelas terbuka lebar.

"Jadi peluang selalu ada, walaupun data tadi masa lalu. Ya, benar. Tapi setidaknya, walapun masa lalu, pemain-pemain juga bisa dan pernah mengalahkan mereka. Head to head kita kalah tipis, tapi terakhir 2014 bisa membuat skor imbang 2-2 lewat gol Ricardo Salampessy dan Irfan Bachdim. Ketika itu kita ditangani Alfred Riedl," tandas Ropan.

"Jadi pelaung sekarang ketika ditangani John Herdman, ya jelas masih ada. Bukan berarti peluang kita kecil."


Bagaimana dengan Jepang?

Timnas Indonesia Vs Bahrain pada matchday kedelapan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di SUGBK, Jakarta, Selasa (25-3-2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

"Sulit. Walau pun di sepak bola ada yang bilang,'Oh, ini kan ada kejutan'. Benar. Tapi kita kan harus berpikir realistis. Kalau tim sekuat Brasil, Inggris, Spanyol, Jerman bisa mereka kalahkan, ya bagaimana?," kata Ropan.

"Dan kita sudah alami itu waktu di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kita kalah 0-4 dan 0-6. Thom Haye, Kevin Diks, Calvin Verdonk, sudah mengalami. Mereka tidak bisa bikin gol. Kualitas Jepang itu sudah terlalu jauh".

"Dari 23 pemain yang akan dibawa Hajime Moriyasu ke Piala Dunia 2026 nanti, mungkin 20 di antaranya bermain di luar. Mungkin cuma tiga yang bermain di dalam. Jadi sudah kelihatannya kualitas mereka," tutup Ropan.

Berita Terkait