Investasi Fantastis Cardinale Rp7 Triliun Berujung Kekecewaan, AC Milan Krisis?

AC Milan kini menghadapi tekanan besar setelah performa mereka musim ini jauh dari harapan.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 16 Mei 2026, 22:15 WIB
Suporter klub AC Milan memenuhi tribun selatan Stadion GBK Jakarta, (7/6/2014), untuk menyaksikan aksi para legenda sepakbola dunia yang didominasi mantan pemain klub asal Italia tersebut. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - AC Milan kini menghadapi tekanan besar setelah performa mereka musim ini jauh dari harapan.

Meski pemilik klub Gerry Cardinale telah menggelontorkan dana lebih dari 400 juta euro atau sekitar Rp7 triliun untuk belanja pemain sejak mengambil alih klub pada 2022, hasil yang didapat justru dinilai mengecewakan.

Advertisement

Laporan dari Italia menyebut Cardinale merasa tidak puas dengan performa Rossoneri yang terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Padahal, Milan sempat memulai musim dengan cukup menjanjikan sebelum akhirnya mengalami penurunan performa yang drastis.

Sejumlah rekrutan mahal dianggap gagal memenuhi ekspektasi publik San Siro. Nama-nama seperti Christopher Nkunku, Alvaro Morata, hingga Noah Okafor dinilai belum mampu memberikan dampak besar bagi tim.


Investasi Gagal?

Pemain Genoa, Nicolae Stanciu (kanan), bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang dari titik penalti pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Investasi besar yang dilakukan manajemen ternyata belum mampu membawa Milan kembali bersaing di level tertinggi Eropa. Situasi ini membuat proyek besar Cardinale mulai dipertanyakan oleh para fans, terlebih setelah rival-rival domestik tampil lebih konsisten.

Kini Milan diprediksi akan kembali melakukan evaluasi besar-besaran pada musim panas mendatang, termasuk kemungkinan melepas beberapa pemain yang dianggap gagal memenuhi harapan.

Cardinale menegaskan bahwa kegagalan lolos ke Liga Champions akan menjadi sebuah kegagalan total bagi klub.

Milan saat ini berada dalam tekanan besar setelah hanya meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir Serie A. Posisi mereka di empat besar kini terancam, sementara para suporter mulai meluapkan kekecewaan kepada manajemen dan pemain.


Kecewa

Pemilik RedBird Capital Partners sekaligus AC Milan, Gerry Cardinale (kiri) berbicara dengan Direktur Olahraga AC Milan, Paolo Maldini saat laga lanjutan Liga Italia 2022/2023 antara AC Milan melawan Inter Milan di Stadion San Siro, Milan, 3 September 2022. (AFP/Isabella Bonotto)

Dalam wawancara panjangnya dengan media Italia, Cardinale mengaku sangat kecewa dengan penurunan performa tim. Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki ambisi besar untuk membawa Milan kembali menjadi kekuatan utama di Eropa.

“Kalau kami gagal lolos ke Liga Champions, itu adalah kegagalan. Saya marah, pelatih juga marah, dan para pemain pun tidak bahagia,” ujar Cardinale.

Pria asal Amerika Serikat itu juga membantah tudingan yang menyebut dirinya lebih mementingkan keuntungan finansial dibanding prestasi klub. Menurutnya, sejak mengambil alih Milan pada 2022, ia sudah menginvestasikan dana besar demi membangun skuad kompetitif.

 


Dana Transfer Belum Maksimal

Kegagalan Milan meraih Scudetto musim ini tak lepas dari manajemen klub yang dipimpin Gerry Cardinale selaku pemilik RedBird tidak menginvestasikan dana lebih besar untuk belanja pemain. (AFP/Isabella Bonotto)

Namun Cardinale mengakui bahwa penggunaan dana transfer Milan belum berjalan maksimal. Ia menyebut klub akan melakukan evaluasi besar-besaran pada musim panas nanti, termasuk meninjau struktur organisasi dan kinerja seluruh pihak di dalam klub.

Cardinale bahkan mengonfirmasi bahwa dirinya sudah berbicara langsung dengan pelatih Massimiliano Allegri mengenai masa depan dan rencana pembenahan tim musim depan.

Selain membahas performa tim, Cardinale juga menegaskan proyek stadion baru Milan bukan sekadar proyek bisnis semata. Ia ingin Rossoneri memiliki stadion modern agar mampu bersaing dengan klub-klub elite Eropa secara finansial maupun prestasi.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait