Senyum Giorgio Furlani saat Diprotes Fans AC Milan Picu Kemarahan Besar

Di tengah ancaman gagal lolos ke Liga Champions musim depan, aksi protes besar-besaran dari ultras AC Milan justru memunculkan kontroversi baru yang menyeret Giorgio Furlani

Bola.com, Jakarta - Situasi panas tengah menyelimuti AC Milan. Di tengah ancaman gagal lolos ke Liga Champions musim depan, aksi protes besar-besaran dari ultras I Rossoneri justru memunculkan kontroversi baru yang menyeret nama CEO klub, Giorgio Furlani.

Momen itu terjadi saat Milan keok 2-3 dari Atalanta di San Siro pada laga pekan ke-36 Serie A, Senin (11/05/2026) dini hari WIB. Alih-alih mendapat dukungan penuh, manajemen dan pemain Milan justru menjadi sasaran kemarahan tifosi setelah performa tim terus mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir.

AC Milan memang sedang dalam periode sulit. Mereka kalah dalam empat dari enam pertandingan terakhir Serie A. Situasi tersebut membuat peluang Milan finis di zona Liga Champions semakin menipis.

I Rossoneri berada di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan nilai 67, atau batas akhir meraih tiket ke Liga Champions 2026/2027. Mereka hanya unggul head-to-head atas AS Roma di posisi kelima.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ultras Milan Serukan Furlani Pergi

Sebelum pertandingan dimulai, ultras Milan yang biasa menempati Curva Sud di San Siro sudah lebih dulu menggelar aksi protes. Mereka secara terang-terangan meminta Giorgio Furlani meninggalkan klub.

Namun, situasi semakin memanas ketika kamera menangkap ekspresi Furlani yang terlihat tersenyum di tribune saat protes berlangsung. Potongan gambar tersebut langsung memicu reaksi keras dari suporter yang menganggap sang CEO tidak menghormati keresahan fans.

Menurut laporan Football Italia, kritik terhadap manajemen AC Milan pun makin membesar di media sosial maupun di sekitar stadion.

 

Klarifikasi Furlani

Tak lama setelah kontroversi itu viral, Furlani akhirnya buka suara lewat pernyataan singkat kepada media Italia. Giorgio Furlani mengklarifikasi jika dirinya dalam kondisi stres dan tegang.

"Itu hanyalah ekspresi stres. Ketegangannya sangat tinggi, terutama mengingat besarnya taruhan dalam pertandingan tersebut," ujar Furlani kepada media.

Kekesalan fans Milan semakin memuncak setelah performa tim di lapangan jauh dari harapan. Rossoneri tertinggal 0-3 hanya dalam waktu 53 menit saat menghadapi Atalanta di San Siro.

 

Ultras Tinggalkan Stadion

Situasi itu membuat mayoritas ultras Curva Sud memilih meninggalkan stadion sebagai bentuk protes terhadap tim dan manajemen klub.

Sementara itu, sebagian suporter yang bertahan di stadion terus menyanyikan chant untuk legenda klub, Paolo Maldini, sosok yang hingga kini masih dirindukan banyak fans Milan.

Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah ultras juga menunggu para pemain di luar gerbang stadion selepas laga. Namun, mereka tidak diizinkan bertemu langsung dengan skuad Rossoneri.

Sumber: Football Italia

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer